Bitcoin ETFs terus mengalami penarikan dana signifikan, dengan nilai terbaru mencapai $165,76 juta dalam satu hari saja. Ini menambah total penarikan selama lima minggu hampir menyentuh angka $4 miliar, menunjukkan tren penjualan yang berkelanjutan di pasar produk investasi Bitcoin tersebut.
Data menunjukkan bahwa penarikan mingguan sejak pertengahan Januari cukup besar, yaitu sebagai berikut:
1. Minggu pertama: $403,9 juta
2. Minggu kedua: $359,9 juta
3. Minggu ketiga: $318,1 juta
4. Minggu keempat: $1,49 miliar
5. Minggu kelima: $1,33 miliar
Tren keluar dana ini menimbulkan pertanyaan apakah minat institusi terhadap Bitcoin mulai menurun atau hanya mengalami penyesuaian setelah kinerja kuat sepanjang tahun ini. Para analis masih terbagi pandangan mengenai apakah keluarnya dana ini menandai kelemahan struktural atau proses deleveraging yang terkontrol.
Meskipun terjadi penarikan dana dari ETF Bitcoin, harga Bitcoin justru bergerak naik sekitar 1,4% dalam 24 jam terakhir, mendekati level $67.800. Kenaikan ini juga mendorong kapitalisasi pasar kripto total naik 1,6% menjadi sekitar $2,4 triliun. Beberapa altcoin utama seperti Hyperliquid, Avalanche, dan Sui berhasil mencatatkan keuntungan sekitar 4%, meski arus dana ETF masih negatif.
Sentimen pasar membaik dengan probabilitas Bitcoin mencapai harga $84.000 meningkat menjadi 44%, naik 8% dibandingkan sehari sebelumnya, menurut data dari platform pasar prediksi Myriad. Hal ini menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan harga masih cukup kuat meski dana ETF terus keluar.
Menurut Enmanuel Cardozo, analis dari Brickken, penarikan dana ETF merupakan refleksi dari penyesuaian posisi investasi, bukan sinyal mundurnya institusi. Ia menjelaskan bahwa setelah tahun yang kuat, wajar bila beberapa dana leverage dan investor jangka pendek mengurangi eksposurnya karena ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi pasar.
Cardozo menambahkan bahwa penarikan tersebut hanya sebagian kecil dari total aset ETF dan arus masuk bersih secara kumulatif sejak peluncuran produk tetap positif. Ia yakin permintaan struktural Bitcoin masih terjaga dan arus keluar dana akan melambat setelah leverage berkurang, yang akan membantu menstabilkan harga.
Sementara itu, Illia Otychenko, analis utama CEX.IO, lebih berhati-hati. Ia menyatakan bahwa Bitcoin kesulitan mempertahankan momentum bullish karena dua narasi utama gagal menopang harga. Pertama, reli harga emas mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai digital. Kedua, booming saham teknologi yang didorong oleh kecerdasan buatan menarik modal spekulatif menjauh dari kripto.
Lebih lanjut, Otychenko menilai bahwa penarikan dana ETF lebih merupakan cerminan dari pergerakan harga Bitcoin daripada penyebab utama penurunan. Dalam banyak kasus, ETF justru memperkuat tekanan pasar dengan akselerasi penarikan dana saat harga turun.
Fenomena ini menunjukkan betapa arus modal di pasar kripto, khususnya melalui produk ETF, sangat sensitif terhadap dinamika harga dan sentimen investor yang berubah cepat. Meski begitu, kondisi ini juga membuka ruang bagi peluang koreksi dan konsolidasi yang berpotensi menyiapkan dasar bagi pergerakan harga selanjutnya.
