
Federal Reserve Chair nominee Kevin Warsh menjadi sorotan para investor karena potensi dampaknya terhadap harga Bitcoin. Setelah penurunan harga Bitcoin baru-baru ini, pasar kini menantikan kebijakan yang akan diambil Warsh bila resmi menjabat.
Meskipun pada tahun lalu Warsh memberikan pujian terhadap Bitcoin dan mendorong penurunan suku bunga, pasar awalnya memperkirakan Warsh akan bersikap hawkish. Artinya, dia cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi secara agresif. Namun, perhatian utama investor tertuju pada bagaimana Warsh menangani neraca Federal Reserve.
Sejak Resesi Hebat, Federal Reserve mengadopsi kebijakan quantitative easing dengan membeli triliunan dolar Treasury AS. Kebijakan ini mengalirkan likuiditas besar ke bank-bank dan kemudian ke perekonomian. Warsh pernah menyatakan bahwa pasar keuangan kini ketergantungan pada likuiditas besar dari bank sentral tersebut.
Pengurangan neraca Fed oleh Warsh dapat menimbulkan masalah bagi Bitcoin, yang sebelumnya mendapat manfaat dari quantitative easing. Dilin Wu, analis riset dari broker forex Pepperstone, menyatakan bahwa kepemimpinan Warsh sangat mungkin meningkatkan volatilitas pasar cryptocurrency. Wu juga mengingatkan bahwa pengetatan kebijakan secara agresif bisa memperkecil cadangan bank saat perusahaan teknologi meningkatkan pengeluaran infrastruktur dan AI. Situasi ini, menurut dia, berpotensi memicu tekanan keuangan.
Kendati berdekatan dengan Trump yang mendorong penurunan suku bunga, Warsh dikenal sebagai pragmatis yang tidak ingin memangkas suku bunga terlalu cepat demi menghindari risiko ekonomi terlalu panas. Kondisi ini menjelaskan penurunan harga Bitcoin sejak pengumuman nominasi Warsh oleh Trump. Jimmy Xue, Co-Founder dan COO Axis, menyebut penurunan 14% harga Bitcoin merupakan refleksi kekhawatiran pasar atas filosofi moneter hawkish yang mungkin mengesampingkan dukungan Warsh terhadap kripto dalam jangka pendek.
Para ahli juga menilai bahwa dukungan Warsh terhadap kripto bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi Bitcoin. Pada 2018, Warsh pernah menyatakan bahwa Bitcoin dapat berperan sebagai penyimpan nilai yang berkelanjutan, mirip seperti emas. Marcin Kaźmierczak, Co-Founder RedStone, menambahkan bahwa meski nominasi Warsh sempat membuat pasar panik, kepemimpinannya justru dapat memperkuat narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap risiko kebijakan moneter. Hal ini karena Warsh memiliki simpati pribadi terhadap Bitcoin.
Selain faktor nominasi Warsh, ada pula faktor lain yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini, seperti perbedaan narasi pasar. David Lawant dari Anchorage Digital menyatakan bahwa tahun lalu Bitcoin bergerak selaras dengan emas sebagai aset hedge terhadap depresiasi mata uang. Namun, sejak saat itu harga Bitcoin mulai mengalami divergensi dari emas, yang memengaruhi persepsi pasar terhadap aset digital ini.
Beberapa poin penting terkait efek nominasi Warsh terhadap pasar Bitcoin:
- Warsh dikenal sebagai pendukung Bitcoin dan mendorong suku bunga rendah.
- Pasar khawatir Warsh akan menerapkan kebijakan moneter ketat untuk menekan inflasi.
- Pengurangan neraca Fed dapat mengurangi likuiditas dan menekan harga Bitcoin.
- Volatilitas pasar kripto kemungkinan meningkat di bawah kepemimpinan Warsh.
- Dalam jangka panjang, Warsh dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai alternatif nilai.
- Faktor eksternal seperti narasi pasar juga memengaruhi harga Bitcoin.
Pemantauan kebijakan moneter dan reaksi pasar menjadi hal penting bagi investor kripto ke depan. Sikap pragmatis Warsh dalam menyeimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi kunci volatilitas dan tren harga Bitcoin secara keseluruhan. Investor disarankan untuk memerhatikan perkembangan kebijakan Fed dan implikasinya pada pasar aset digital.





