Merayakan hampir empat dekade, seri The Legend of Zelda telah meninggalkan jejak yang panjang di dunia game. Dari gim-gim klasik di era NES hingga eksplorasi dunia terbuka yang inovatif, pilihan terbaik dalam seri ini seringkali jadi topik hangat di kalangan penggemar. Pemeringkatan ini menyajikan daftar komprehensif yang menilai gim-gim utama The Legend of Zelda berdasarkan kualitas gameplay, inovasi, dan pengaruhnya terhadap industri.
17. The Legend of Zelda: Skyward Sword
Seri ini dimulai dari bagian terbawah dengan Skyward Sword, yang dianggap sebagai kekecewaan besar. Permainan ini mengedepankan kontrol gerakan yang seringkali membuat frustrasi dan memberikan pengalaman tempur yang buruk. Dunia yang dibagi menjadi area kecil dan pendamping yang terlalu mendominasi membuat permainan terasa membatasi kebebasan eksplorasi. Di samping itu, revisi besar dalam lore termasuk penggantian tiga dewi menjadi satu entitas tunggal, serta penghilangan Ganon sebagai antagonis utama, disebut-sebut melemahkan narasi. Meskipun demikian, gaya seni yang unik dan skor musiknya mendapat apresiasi tersendiri.
16. The Legend of Zelda: Phantom Hourglass
Dikembangkan sebagai game demonstrasi teknologi untuk Nintendo DS, Phantom Hourglass menawarkan gameplay yang mengandalkan layar sentuh secara intensif. Mekanisme gestur seringkali terasa repetitif, sedangkan teka-teki sederhana menjadi highlight utamanya. Sebagai sekuel langsung Wind Waker, gim ini kurang menonjol dalam orisinalitas cerita. Namun, inovasi seperti puzzle penutupan konsol dan mode multiplayer yang mengasyikkan memberikan nilai tambah yang cukup berarti.
15. The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom
Tears of the Kingdom dipandang sebagai pendamping Breath of the Wild yang lebih besar dan kompleks. Meski lebih luas dan memiliki cerita yang lebih mendalam, mekanik permainan dianggap seperti perpanjangan Breath of the Wild tanpa penyempurnaan signifikan. Perubahan kecil seperti peningkatan jumlah set baju zirah atau penataan ulang menu tidak memecahkan masalah mendasar, sehingga pengalaman bermain terasa terkadang membosankan. Sikap game yang jarang merujuk setia pada kejadian di seri sebelumnya menimbulkan kebingungan bagi penggemar.
14. The Legend of Zelda (Original)
Gim pertama yang melandasi seluruh seri ini diakui sebagai terobosan yang memperluas batasan NES. Konsep petualangan besar dalam satu cartridge membuatnya menjadi pionir. Namun, dari perspektif modern, gim ini terasa susah dimainkan tanpa panduan, dengan mekanik yang cukup kaku dan tingkat kesulitan yang tinggi.
13. Zelda II: The Adventure of Link
Melanjutkan sifat sulit dari pendahulunya, Zelda II menghadirkan elemen platformer 2D dalam pertempuran dan dungeon yang membuatnya unik dalam waralaba. Meski penuh dengan tantangan dan terasa berat untuk dinikmati, gim ini menawarkan gaya berbeda dengan sistem tempur yang belum pernah diadopsi dalam seri lain.
12. The Legend of Zelda: Echoes of Wisdom
Masuk dalam kategori “mediocre middle”, gim ini dipuji karena menghadirkan Putri Zelda dalam peran utama. Gameplay konvensional bergaya top-down menawarkan kebebasan eksplorasi seperti pendahulunya namun masih terjebak pada desain yang standar dan menu inventarisasi yang membosankan. Dungeon yang menggunakan mekanik ringan seperti memindahkan tempat tidur dan kotak terasa kurang menarik secara visual.
11. The Legend of Zelda: Twilight Princess
Twilight Princess dianggap sebagai tonggak besar pada awal masa Wii dan GameCube, memperkenalkan karakter pendamping Midna yang sangat digemari. Dunia yang luas dan pertarungan melawan Ganon mendapat pengakuan positif. Namun, bagian akhir permainan yang terasa menurun, dungeon yang kurang berkesan, serta sistem tempur yang dinilai mundur dari pendahulu menjadi kritik utama.
10. The Legend of Zelda: Ocarina of Time
Sebagai game inovatif di era 3D pertama Zelda, Ocarina of Time tetap menjadi landmark sejarah game. Narasi dan dunia yang berkembang pesat, dungeon berkesan, serta sistem pertarungan sederhana menjadi ciri khasnya. Meski demikian, pengulangan tema dari A Link to the Past dan gameplay yang monoton pada beberapa saat menjadikannya kurang menarik dalam beberapa kali permainan ulang.
9. The Legend of Zelda: Link’s Awakening
Dikenal sebagai gim pertama yang diselesaikan oleh banyak penggemar, seri ini memberikan pengalaman lengkap di konsol portable Game Boy. Dengan dunia yang terasa besar, dungeon kreatif, serta cerita penuh misteri, gim ini menjadi mahakarya sistemnya dan diadaptasi ulang dengan grafis yang diperbarui di Nintendo Switch.
8. The Legend of Zelda: A Link Between Worlds
Game ini pantas mendapat tempat sendiri meski berlatar di dunia A Link to the Past. Mekanik unik seperti kemampuan Link melekat pada dinding memberikan perspektif baru dalam petualangan. Sistem penyewaan item juga memberi kebebasan strategis kepada pemain, membuatnya menonjol di antara seri-seri Zelda lainnya di 3DS.
7. The Legend of Zelda: Spirit Tracks
Seri ini dianggap underrated, terutama karena perbaikan kontrol dan pengalaman gameplay yang lebih matang dibandingkan Phantom Hourglass. Karakter Zelda berperan aktif sebagai pendamping, memberikan variasi pada teka-teki dan cerita. Fitur kereta api sebagai moda transportasi menambah elemen unik di dunia Zelda.
6. The Legend of Zelda: The Minish Cap
The Minish Cap memberikan skala besar dengan desain dunia yang memanfaatkan kemampuan mengecilkan ukuran Link. Dikembangkan oleh Capcom, gim ini menyajikan kreativitas luar biasa dalam dungeon dan area, didukung grafis cerah dan soundtrack yang menyatu dengan tema petualangan. Inovasi ini melengkapi trilogi Triforce pada Game Boy Advance.
5. The Legend of Zelda: Breath of the Wild
Launchpad besar bagi Nintendo Switch, Breath of the Wild menawarkan dunia terbuka yang luas dan terasa hidup. Rasa kebebasan eksplorasi dan petualangan terasa segar dan selalu baru setiap kali dimainkan ulang. Meskipun tidak sempurna, game ini dianggap sebagai reboot spiritual yang menghidupkan kembali nuansa petualangan klasik dengan sentuhan modern.
4. The Legend of Zelda: Oracle of Ages/Seasons
Dua game yang dirilis bersamaan ini memukau dengan mekanik unik dunia yang dapat berubah waktu dan musim, serta scale game yang lebih besar dari Zelda sebelumnya. Dilengkapi dengan berbagai karakter dan musuh kuat, permainan ini dianggap standar emas untuk seri handheld yang pernah dibuat sebelumnya.
3. The Legend of Zelda: A Link to the Past
Merupakan titik dimana Zelda mendapat pembaruan besar. Game ini memperluas konsep seri dengan dunia yang lebih rumit, cerita lebih kuat, serta dungeon dan musuh yang jauh lebih menantang dan ikonik. Penggunaan kemampuan Super Nintendo membawa kualitas grafis dan audio menawan yang masih dikenang sampai kini.
2. The Legend of Zelda: The Wind Waker
The Wind Waker sempat mendapat kritik awal karena estetika kartun, namun sekarang dianggap masterpiece. Dunia lautan yang luas penuh dengan pulau misteri dan pemandangan menarik memberikan sensasi petualangan besar dan penuh warna. Karakter, alur cerita, dan sistem pertempuran yang halus membuatnya menempati posisi kedua terbaik dalam seri.
1. The Legend of Zelda: Majora’s Mask
Majora’s Mask dinilai sebagai puncak pencapaian seri ini. Pengembangan cerita yang gelap dan mendalam, dunia yang terasa hidup dengan karakter dan side quests yang kaya, serta sistem tempur yang variatif menonjolkan keberanian dan inovasi. Game ini menjadi bukti bahwa kejeniusan dalam game terbukti tidak langsung diterima saat peluncuran, tapi tetap bertahan sebagai mahakarya.
Honourable Mentions
Berbicara soal spin-off, beberapa judul seperti Tri Force Heroes, Four Swords Adventures, dan Hyrule Warriors mendapat pujian atas inovasi dan pengalaman uniknya, meski tidak masuk dalam peringkat utama. Tri Force Heroes membawa konsep kooperatif yang menarik, sementara Four Swords merevolusi multiplayer top-down Zelda, dan Hyrule Warriors menggabungkan aksi Musou dengan lore Zelda secara jenius.
Ranking ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya perjalanan seri The Legend of Zelda. Setiap judul membawa keunikan dan kekuatan tersendiri yang memperkaya dunia game secara keseluruhan. Pemahaman ini penting untuk melihat bagaimana seri ini terus beradaptasi dan mempertahankan relevansi di mata jutaan penggemar dunia.





