Astronom baru-baru ini melaporkan penemuan kandidat pulsar yang berputar dengan kecepatan 122 kali per detik, terletak di pusat Galaksi Bima Sakti, tepatnya dekat lubang hitam supermasif Sagittarius A*. Jika keberadaannya terkonfirmasi, temuan ini dapat membuka pemahaman baru mengenai struktur dan dinamika alam semesta. Pulsar tersebut ditemukan melalui serangkaian observasi yang dipantau oleh program Breakthrough Listen menggunakan Green Bank Telescope (GBT).
Galaksi Bima Sakti telah menjadi fokus penelitian selama bertahun-tahun, namun pusat galaksi ini tetap menyimpan banyak rahasia. Pada tahun sebelumnya, citra lubang hitam supermasif Sagittarius A* berhasil diabadikan untuk pertama kali. Penemuan kandidat pulsar baru ini menambah dimensi baru bagi studi kosmologi, mengingat lokasinya yang sangat dekat dengan lubang hitam raksasa tersebut. Pulsar merupakan bintang neutron dengan medan magnet sangat kuat dan kemampuan berputar dengan kecepatan luar biasa, menghasilkan pancaran radiasi elektromagnetik teratur.
Karakteristik Pulsar dan Kecepatan Putarannya
Pulsar merupakan sisa bintang yang telah mengalami ledakan supernova. Massa pulsar bisa mencapai dua kali lipat matahari, namun hanya terkonsentrasi dalam diameter yang sangat kecil, sekitar 19 kilometer. Salah satu pulsar tercepat yang pernah ditemukan adalah PSR J1748-2446ad, yang berputar 716 kali per detik. Dalam konteks ini, kandidat pulsar di pusat galaksi berputar dengan kecepatan 122 kali per detik, yang masuk dalam kategori millisecond pulsar. Rotasi cepat ini memungkinkan pulsar memancarkan gelombang radio yang sangat teratur dan dapat diamati dengan teleskop radio.
Proses Penemuan dan Studi Pulsar di Pusat Galaksi
Studi yang dilakukan antara 2021 hingga 2023 oleh tim Breakthrough Listen memanfaatkan kepekaan tinggi dari Green Bank Telescope (GBT) untuk mencari pulsa sinyal radio dari pusat galaksi. Meski begitu, hasil observasi menunjukkan jumlah pulsar yang terdeteksi jauh lebih sedikit dibandingkan ekspektasi berdasarkan populasi pulsar di wilayah Bima Sakti yang lebih luas. Peneliti Karen Perez menyatakan bahwa mereka seharusnya dapat mendeteksi sekitar 10% pulsar millisecond dan 50% pulsar normal di daerah pusat galaksi. Namun, hanya satu kandidat pulsar yang ditemukan dan saat ini masih dalam proses verifikasi.
Penemuan ini dinamai Breakthrough Listen Pulsar (BLPSR) dan menjadi objek menarik bagi astronom karena letaknya yang strategis dekat lubang hitam supermasif. Lokasi pulsar ini memungkinkan para ilmuwan untuk menguji berbagai teori fisika ekstrem, seperti relativitas umum dan interaksi medan magnet kuat di lingkungan yang sangat dinamis. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap bagaimana pulsar bertahan dan berperilaku di kedekatan lubang hitam raksasa.
Langkah Selanjutnya dalam Verifikasi Pulsar
Validasi keberadaan pulsar ini akan melibatkan observasi tambahan menggunakan teleskop radio generasi berikutnya, termasuk Very Large Array yang telah ditingkatkan (ngVLA) dan Square Kilometre Array (SKA). Kedua teleskop ini memiliki sensitivitas dan resolusi lebih tinggi untuk mengamati sinyal halus yang berasal dari pusat galaksi. Jika keberadaan pulsar ini terkonfirmasi, data ilmiah yang dihasilkan dapat menjadi kunci untuk memahami evolusi galaksi serta memberikan peluang implementasi baru dalam fisika teoretis.
Potensi Dampak terhadap Studi Alam Semesta
Temuan kandidat pulsar yang berputar sangat cepat ini membuka cakrawala baru dalam penelitian astronomi dan fisika fundamental. Lokasi pulsar yang berdekatan dengan lubang hitam supermasif memungkinkan pengujian teori relativitas umum di lingkungan yang paling ekstrem. Selain itu, penemuan ini dapat membantu mengungkap populasi benda langit yang sulit dideteksi di pusat galaksi serta memberikan informasi tentang dinamika lingkungan galaksi yang sangat padat dan penuh energi.
Berikut beberapa poin penting terkait penemuan pulsar tersebut:
- Pulsar berputar 122 kali per detik ditemukan di pusat Bima Sakti, dekat Sagittarius A*.
- Pulsar adalah bintang neutron dengan medan magnet kuat dan diameternya hanya sekitar 19 km.
- Penemuan dilakukan oleh program Breakthrough Listen menggunakan Green Bank Telescope.
- Hanya satu kandidat pulsar ditemukan, lebih sedikit dari perkiraan awal.
- Validasi selanjutnya akan memanfaatkan teleskop ngVLA dan Square Kilometre Array.
- Penemuan ini berpotensi membuka wawasan baru tentang fisika ekstrim di sekitar lubang hitam.
Dengan perkembangan teknologi observasi dan kolaborasi internasional, penelitian tentang pulsar di pusat galaksi akan terus berlanjut. Penemuan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang karakteristik pulsar namun juga berkontribusi pada eksplorasi misteri besar alam semesta. Sinyal radio yang diterima dari pulsar akan menjadi sumber data yang sangat berharga bagi dunia astronomi dan fisika modern.





