
Bitcoin mengalami penurunan tajam di bawah harga $65.000, yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar aset kripto. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $500 juta posisi leveraged yang dimiliki para trader terhapus akibat aksi jual mendadak tersebut.
Data menunjukkan Bitcoin jatuh sekitar 4,6% dalam dua jam di sesi perdagangan Asia, turun dari $67.600 ke level $64.435. Liquidasi terbesar terjadi pada Bitcoin sendiri sebesar $232 juta, diikuti Ethereum dengan $126 juta, menurut data CoinGlass.
Faktor Penyebab Penurunan Bitcoin
Penurunan ini tidak didorong oleh kejadian tak terduga atau berita negatif spesifik dari dunia kripto. Seorang analis senior dari HashKey Group, Tim Sun, menyatakan bahwa ketidakpastian kebijakan terkait tarif AS dan meningkatnya risiko geopolitik menjadi faktor utama yang membuat pasar menilai ulang risiko aset berisiko seperti Bitcoin.
Putusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan tarif timbal balik Presiden Trump ilegal menjadi pemicu ketidakpastian. Walau begitu, Trump tetap memberlakukan tarif global 10% sebagai respons, yang menambah tekanan terhadap pasar keuangan, khususnya aset berisiko.
Reaksi Pasar dan Proyeksi Harga Bitcoin
Pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan kuat, dengan Bitcoin saat ini bertransaksi di sekitar $66.280, turun 2,7% dalam sehari. Di pasar prediksi Myriad, probabilitas Bitcoin naik ke level $84.000 turun menjadi 37% dari puncaknya 46,4%, mencerminkan meningkatnya skeptisisme investor.
Ketidakpastian ekonomi global semakin diperparah oleh data inflasi Amerika yang masih tinggi, ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik, serta pasar suku bunga yang menghilangkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Dampak Kebijakan Suku Bunga dan Sentimen Investasi
Perkiraan pengurangan suku bunga oleh Federal Reserve menurun drastis dari 90% menjadi 4% untuk pertemuan mendatang. Hal ini tercermin dari indeks FedWatch yang menunjukkan suku bunga kemungkinan besar akan bertahan di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Dampak dari kondisi ini terasa jelas di pasar aset berisiko. Ketika pasar kripto melemah, harga emas justru meningkat 1,23% menjadi $5.166 per ons sebagai aset safe haven.
Kondisi Risiko dan Perilaku Kapital Institusional
Menurut Tim Sun, aset kripto masih diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi oleh investor institusional dan berada pada ujung kurva risiko. Ini menyebabkan dana yang sebelumnya menunggu di luar pasar menjadi enggan masuk karena ketidakpastian yang meningkat.
Pergerakan harga Bitcoin kemungkinan akan mengalami pemantulan teknis jangka pendek tanpa dukungan likuiditas yang berkelanjutan. Penurunan ini mengindikasikan proses bottoming yang mungkin berlangsung relatif lama.
Aspek yang Perlu Diperhatikan untuk Pemulihan Pasar Kripto
Pemulihan pasar kripto diperkirakan akan sangat bergantung pada membaiknya sinyal makroekonomi. Faktor-faktor seperti tren inflasi yang menurun, stabilitas harga energi, perkembangan geopolitik yang mereda, serta stabilitas pasar saham konvensional menjadi kunci.
Analis menegaskan bahwa selama aset risiko tradisional tetap tertekan, pasar kripto sulit mengalami reli harga yang berkelanjutan. Dengan kata lain, stabilisasi saham menjadi prasyarat utama bagi kemungkinan pemulihan Bitcoin dan aset digital lainnya.
Ringkasan Tekanan Pasar Crypto
- Penurunan Bitcoin memicu likuidasi posisi leveraged senilai $500 juta dalam 24 jam.
- Ketidakpastian politik tarif AS dan risiko geopolitik memperburuk sentimen pasar.
- Inflasi yang masih tinggi dan harga energi volatile memperkuat tekanan.
- Proyeksi suku bunga Federal Reserve yang stabil menahan optimisme pasar.
- Modal institusional masih menganggap crypto sebagai aset dengan risiko tinggi.
- Pemulihan pasar butuh sinyal positif dari ekonomi makro dan pasar saham tradisional.
Penurunan Bitcoin kali ini menggarisbawahi sensitivitas pasar crypto terhadap dinamika global yang kompleks. Likuiditas yang ketat dan ketidakpastian kebijakan akan tetap menjadi tantangan utama bagi para pelaku pasar dalam waktu dekat. Pemantauan kondisi makroekonomi secara terus menerus menjadi hal yang sangat penting untuk mengantisipasi arah pergerakan harga kripto ke depan.





