
Michael Saylor, pendiri dan pemimpin Strategy (dulu MicroStrategy), kini bersiap melakukan pembelian Bitcoin yang ke-100. Perusahaan ini telah mengakumulasi total 717.131 BTC sejak Agustus 2020 sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap inflasi.
Meskipun pasar Bitcoin tengah mengalami volatilitas dan posisi mereka berada dalam nilai kerugian belum terealisasi, Strategy tetap konsisten membeli Bitcoin. Saylor baru-baru ini membagikan grafik bertajuk “The Orange Century” di platform X, yang mengindikasikan rencana pembelian besar yang akan segera terjadi.
Keberlanjutan Pembelian Meskipun Harga Turun
Saat ini harga Bitcoin berada di kisaran $65.000, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata pembelian Strategy sebesar $76.027 per BTC. Hal ini berarti nilai pasar kepemilikan perusahaan berada di bawah harga perolehan. Uniknya, pembelian terus dilakukan selama 12 minggu berturut-turut. Jika pembelian ke-100 ini terealisasi, maka jumlah pekan pembelian berturut-turut akan menjadi 13 minggu.
Keberlangsungan aksi akumulasi ini menjadi sinyal kuat atas keyakinan perusahaan terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Sementara tekanan pasar dan kerugian jangka pendek tetap ada, sikap Strategy mencerminkan pandangan jangka panjang yang mengabaikan fluktuasi harga harian.
Kontroversi dan Strategi Keuangan Strategy
Strategy menghadapi kritik karena membeli Bitcoin dengan mengumpulkan dana melalui penjualan saham dan utang. Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa aktivitas ini bisa menyebabkan dilusi saham, yaitu penurunan nilai saham eksisting bila laju pertumbuhan tak mampu mengikuti perluasan jumlah saham.
Pendanaan perusahaan yang bergantung pada rekayasa keuangan ini menjadi sorotan. Meski demikian, sebagai pemegang korporat Bitcoin terbesar dunia, langkah Strategy dapat dilihat sebagai sinyal kuat kepada pasar bahwa institusi besar percaya pada potensi aset kripto ini meskipun sedang mencatat kerugian di atas kertas.
Pandangan Jangka Panjang di Balik Aksi Korporasi
Investor besar dan pemain institusional cenderung memproyeksikan keuntungan dari horizon waktu 10 sampai 20 tahun. Mereka kurang memerhatikan volatilitas atau fluktuasi harga jangka pendek yang kerap terjadi pada aset kripto.
Pada Januari, pengajuan regulasi SEC mengungkapkan bahwa Saylor membeli Bitcoin senilai $264 juta saat harga BTC berada di tengah tekanan jual besar, dengan harga rata-rata pembelian di tier $90.061. Ini menunjukkan kesiapan perusahaan mengakumulasi aset saat sentimen pasar kurang kondusif.
Mengapa Akumulasi Korporasi Tetap Penting?
Langkah Strategy menunjukkan bahwa akumulasi Bitcoin oleh korporasi besar masih relevan, bahkan saat pasar menghadapi tantangan. Keberlanjutan pembelian berdampak pada persepsi pasar dan bisa memicu sentimen positif apabila investor lain mengikuti jejaknya.
Dengan data kepemilikan yang signifikan dan rekam jejak pengumpulan yang konsisten, keputusan Strategy memperlihatkan bahwa kepercayaan institusi tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas dan potensi pertumbuhan pasar aset kripto.
Melihat perkembangan ini, pembelian ke-100 Strategy bisa menjadi momentum yang memengaruhi dinamika pasar. Institusi lain mungkin menilai sinyal ini sebagai kesempatan untuk melakukan investasi lebih lanjut dalam Bitcoin, walau risiko jangka pendek tetap ada.





