Bitcoin Merosot Di Bawah 65 Ribu Dolar Setelah Trump Memicu Perang Dagang Baru yang Mengguncang Pasar Cryptocurrency

Bitcoin kembali turun dan melemah di bawah harga $65.000 setelah terjadi likuidasi posisi long senilai $434 juta. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar yang muncul akibat eskalasi perang dagang baru dari mantan Presiden AS, Donald Trump.

Pada hari Minggu, pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa perjanjian dagang sebelumnya tetap berlaku meskipun Mahkamah Agung membatalkan penggunaan kekuasaan darurat Trump untuk mengenakan tarif global. Namun, Trump justru mengumumkan kenaikan tarif global dari 10% menjadi 15% melalui media sosial hanya sehari setelah pengumuman awal, memicu gejolak pasar signifikan.

Dampak Penurunan Bitcoin

Harga Bitcoin yang turun hampir 3% ini memperpanjang tren penurunan sekitar 50% dari puncaknya di $126.000. Penurunan ini menandai hilangnya nilai sebesar $2 triliun dalam industri kripto sejak Oktober. Analis Ed Yardeni menyatakan bahwa langkah tarif baru Trump menghilangkan anggapan bahwa dia kehilangan minat pada perang dagang.

Ketidakpastian ini semakin memanas menjelang pidato kenegaraan Trump yang dijadwalkan pada Selasa. Selain perang dagang, sejumlah titik panas geopolitik juga menimbulkan kekhawatiran investor global, seperti konsentrasi aset militer besar-besaran AS di Timur Tengah dan potensi tindakan terhadap Tehran.

Faktor Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar

Para trader energi menilai situasi di Timur Tengah ini sebagai risiko tinggi. Analis memprediksi bahwa konflik lanjutan di kawasan ini dapat mempercepat tren investor untuk mereduksi risiko, yang dapat memperberat kondisi pasar kripto. Sentimen negatif ini juga dibarengi dengan ketidakpastian kebijakan The Fed.

Rapat Federal Open Market Committee di bulan Januari menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebagai langkah berikutnya. Ini menjadi perhatian investor seiring rencana berbagai pejabat The Fed yang akan memberikan pandangan terkait prospek ekonomi dan inovasi teknologi sepanjang minggu ini.

Faktor Teknologi dan Gambaran Ekonomi

Selain kebijakan moneter, perhatian juga tertuju pada laporan pendapatan Nvidia kuartal keempat, yang dinanti sebagai indikator momentum ekonomi dan kondisi gelembung AI. Data resmi yang akan dirilis minggu ini turut menjadi acuan para pelaku pasar.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pencarian online terkait "is Bitcoin dead" melonjak menunjukkan banyak trader yang kehilangan kepercayaan terhadap aset kripto. Kondisi ini memperlihatkan tekanan psikologis besar di pasar serta ketidakpastian jangka pendek terhadap nilai Bitcoin dan industri aset digital secara keseluruhan.

Rangkuman Faktor Utama yang Mempengaruhi Penurunan Bitcoin

  1. Pengumuman kenaikan tarif global Trump hingga 15% meningkatkan ketegangan perdagangan.
  2. Putusan Mahkamah Agung membatalkan penggunaan kekuasaan darurat tarif, tetapi perjanjian dagang tetap berlaku.
  3. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan potensi konflik yang makin memburuk.
  4. Potensi kenaikan suku bunga AS yang menyebabkan kebijakan moneter lebih ketat.
  5. Tekanan psikologis dari melemahnya kepercayaan investor di tengah tren pasar negatif kripto.

Tekanan tersebut mengakibatkan volatilitas tinggi dan penurunan signifikan harga Bitcoin. Investor dan trader disarankan untuk memantau secara ketat perkembangan politik, ekonomi, dan data pasar global untuk menentukan langkah investasi yang tepat dalam situasi yang masih tidak pasti ini.

Terkait