Backpack Rancang Token yang Mengubah Staker Jadi Pemilik Saham Perusahaan dalam Ekspansi Crypto Exchange di AS

Backpack, sebuah platform pertukaran cryptocurrency yang sedang berkembang, berencana menawarkan ekuitas perusahaan kepada para pengguna yang melakukan staking token mereka. Strategi ini dimaksudkan untuk mengubah pemegang token menjadi pemilik perusahaan, mengikuti rencana ekspansi mereka di Amerika Serikat.

CEO Backpack, Armani Ferrante, mengungkapkan bahwa pengguna yang melakukan staking token minimal selama satu tahun berkesempatan menukarkan token mereka dengan saham Backpack berdasarkan rasio tetap. Perusahaan telah mengalokasikan sekitar 20% dari total saham untuk program ini.

Ferrante menyatakan bahwa inovasi ini bertujuan memperbaiki model token yang selama ini hanya mengandalkan nilai utilitas semata. Menurutnya, banyak proyek sebelumnya gagal memenuhi janji untuk mendukung token yang benar-benar terdesentralisasi di masa depan.

Sampai saat ini, Backpack belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi token tersebut. Namun, mereka meminta pengguna untuk memverifikasi data pribadi guna memastikan kelayakan mengikuti program klaim token. Langkah ini juga menunjukkan kesiapan perusahaan di tengah regulasi yang lebih mendukung di Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) sebelumnya, perusahaan kripto cenderung berhati-hati dalam mengaitkan token dengan bisnis agar tidak dianggap sebagai sekuritas. SEC beberapa kali berpendapat bahwa aset digital dapat tergolong sekuritas karena nilainya bergantung pada usaha kolektif pihak lain, meskipun ada argumen bahwa usaha tersebut bersifat programatik.

Backpack menjelaskan bahwa mereka belum melakukan penjualan token sebelum peluncuran resmi. Perusahaan berencana melepas 25% dari total pasokan token kepada pengguna yang berpartisipasi dalam kampanye poin dan pemegang NFT seri Mad Lads milik Backpack. Poin diperoleh melalui aktivitas trading dan program musiman yang diadakan platform.

Distribusi token selanjutnya akan dihubungkan dengan kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) yang dapat membuka 37,5% dari total token yang disimpan dalam perbendaharaan perusahaan. Sisanya akan dibagikan ketika Backpack mencapai tonggak pertumbuhan seperti mendapatkan persetujuan regulasi lebih lanjut.

Saat ini, layanan Backpack telah beroperasi sesuai regulasi di wilayah Timur Tengah dan Eropa. Di Amerika Serikat, pertukaran ini sudah tersedia di lebih dari selusin negara bagian, dengan rencana memperluas jangkauan ke seluruh negeri.

Ferrante menyoroti bahwa model token selama ini kurang efektif karena harga token sering turun usai didistribusikan kepada investor dan tim pengembang. Masalah ini semakin pelik saat tim token tersebut diakuisisi oleh pihak lain, menimbulkan ketidakpastian bagi pemegang token.

Inisiatif Backpack ini menjadi contoh bagaimana perusahaan kripto mencoba berinovasi dalam ekosistem yang lebih teratur. Pendekatan ini juga mencerminkan upaya menciptakan mekanisme distribusi kepemilikan yang lebih adil dan transparan kepada komunitas pengguna.

Berita Terkait

Back to top button