Pasar Bitcoin mengalami tekanan hebat dengan likuidasi paksa mencapai lebih dari $370 juta dalam satu sesi perdagangan. Harga Bitcoin jatuh mendekati level psikologis penting di angka $60.000, menyebabkan para trader ritel mengalami kerugian signifikan.
Sementara itu, beberapa perusahaan besar justru memanfaatkan momentum penurunan ini untuk memperkuat posisi mereka. Metaplanet, sebuah perusahaan investasi dari Jepang, secara agresif membeli Bitcoin guna mempertahankan basis harga rata-ratanya dan meredam tekanan jual.
Dampak Likuidasi dan Tekanan Pasar
Total likuidasi pada sesi terbaru mencapai $370 juta, dengan posisi long mendominasi kerugian sebesar $275 juta atau 74 persen. Volume open interest kontrak berjangka Bitcoin turun drastis sekitar 20 persen, dari $61 miliar ke $49 miliar, menandakan bahwa posisi spekulatif yang berisiko mulai terhapus.
Pergerakan harga yang cepat ini membuat banyak trader kehilangan kendali. Pada awal bulan ini, volatilitas penurunan Bitcoin mencapai tingkat yang secara statistik setara dengan saat krisis FTX, menunjukkan ketidakpastian pasar yang sangat tinggi.
Faktor Pemicu Volatilitas
Volatilitas yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor makro daripada perubahan fundamental aset. Kekhawatiran akan pengenaan tarif baru di pasar global mendorong aset berisiko termasuk Bitcoin turun. Saat harga Bitcoin melampaui batas moving average 200 hari ke bawah, sejumlah stop loss otomatis terpicu, yang mempercepat proses likuidasi.
Peran Institusi dalam Menahan Tekanan
Data on-chain menunjukkan kecenderungan peningkatan akumulasi oleh investor institusional saat pasar turun. Metaplanet adalah contoh perusahaan yang makin memperbanyak kepemilikan Bitcoin pada momen harga melemah. Hal ini serupa dengan strategi yang diadopsi oleh MicroStrategy, yang dikenal membeli lebih banyak Bitcoin ketika pasar menunjukkan ketakutan besar.
Strategi akumulasi ini membantu menciptakan lantai harga lokal, sehingga harga Bitcoin tidak jatuh bebas dalam jangka pendek meskipun terjadi tekanan jual besar.
Analisis Teknis dan Level Kritis
Level $60.000 kini menjadi garis batas penting antara koreksi pasar yang sehat dan potensi struktur bear market yang lebih dalam. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian kini menunjukkan kondisi oversold, yang biasanya mengindikasikan potensi rebound. Namun, kerusakan struktural yang terlihat pada timeframe mingguan masih menimbulkan kekhawatiran akan kelanjutan tren negatif.
Jika level $60.000 gagal dipertahankan, maka target penurunan selanjutnya diperkirakan berada di kisaran $55.000 hingga $54.700, yang menjadi zona likuiditas besar berikutnya. Sentimen pasar telah menyesuaikan dengan risiko ini, terlihat dari peningkatan taruhan bahwa Bitcoin bisa turun ke level $55.000.
Untuk mengembalikan momentum bullish, Bitcoin harus mampu bertahan di atas level $62.500 dan kemudian menembus resistensi kuat di angka $67.500. Sampai kenaikan di atas level tersebut tercapai dan ditutup setiap hari, tren pasar diperkirakan masih dalam fase bearish.
Dinamika Pasar dan Faktor Eksternal
Penurunan Bitcoin memperpanjang tren negatif aset digital yang paling lama sejak 2022. Sebagian besar tekanan jual berasal dari ketidakpastian regulasi, khususnya terkait isu tarif di Amerika Serikat yang berdampak pada penguatan dolar AS. Penguatan dolar ini mengurangi likuiditas di aset aset berisiko termasuk kripto.
Aliran dana institusional juga menunjukkan sikap hati-hati dengan adanya penarikan dana berturut-turut pada Spot Bitcoin ETFs selama lima minggu terakhir. Kondisi ini mengurangi kekuatan permintaan di pasar spot untuk melawan tekanan jual derivatif.
Keseluruhan kondisi ini menggambarkan pasar Bitcoin sedang menghadapi tekanan eksternal signifikan, namun langkah-langkah akumulasi institusional berpotensi menahan penurunan lebih dalam dalam jangka pendek. Monitor support $60.000 dan pergerakan berikutnya akan sangat menentukan arah pasar selanjutnya.







