Ubisoft baru saja memberikan gambaran terbaru tentang masa depan dua franchise andalannya, Far Cry dan Assassin’s Creed. CEO sekaligus co-founder Ubisoft, Yves Guillemot, mengonfirmasi bahwa kedua seri tersebut sedang dalam pengembangan oleh Vantage Studio, anak perusahaan baru yang khusus menangani proyek-proyek besar ini.
Dalam wawancara via email dengan Variety, Guillemot menyatakan bahwa Assassin’s Creed akan hadir dengan berbagai pengalaman baru, mencakup mode single-player dan multiplayer. Ubisoft menargetkan untuk melampaui 30 juta pengguna aktif, sebuah prestasi signifikan yang sudah mereka capai tahun lalu.
Untuk Far Cry, berita yang disampaikan juga sangat menggembirakan. Guillemot menyebut ada dua proyek “sangat menjanjikan” yang sedang dikembangkan. Ini menjadi angin segar bagi para penggemar yang menunggu kelanjutan setelah peluncuran Far Cry 6 pada 2021.
Pengembangan Assassin’s Creed
Vantage Studio fokus mengerjakan beberapa proyek Assassin’s Creed dengan pendekatan inovatif. Mulai dari pengalaman solo yang imersif hingga fitur multiplayer yang menarik, semua sedang disiapkan untuk menarik basis pemain yang besar dan beragam. Hal ini menunjukkan bahwa Ubisoft serius memperluas ekosistem franchise ini agar terus relevan di industri game.
Prestasi 30 juta pengguna aktif menandai popularitas besar Assassin’s Creed yang tidak hanya berkat gaya cerita dan gameplay yang kuat, tetapi juga dukungan komunitas dan update konten yang rutin.
Inovasi pada Far Cry
Far Cry menjadi franchise dengan pengembangan dua proyek baru yang menurut Guillemot masih sangat menjanjikan. Meski belum ada detail spesifik tentang isi game, kehadiran dua proyek sekaligus menandakan ambisi Ubisoft dalam menjaga eksistensi dan daya tarik seri ini.
Franchise ini terkenal dengan dunia terbuka yang luas, cerita yang kuat, serta mekanik gameplay yang intens. Dengan pembaruan dari studio khusus, harapan penggemar dapat terjaga untuk mendapatkan pengalaman yang segar dan memuaskan.
Rainbow Six: Kesuksesan dan Ekspansi Pasar
Selain Far Cry dan Assassin’s Creed, Ubisoft juga mengungkapkan keberhasilan Rainbow Six. Game ini memiliki lebih dari 2,5 juta pemain aktif per hari lintas platform. Data SteamDB mencatat puncak lebih dari 111.000 pemain dalam 24 jam terakhir di Steam saja.
Ubisoft juga berhasil memperluas pasar Rainbow Six di Tiongkok melalui kemitraan dengan Tencent, yang memiliki saham besar di Vantage Studios. Ke depannya, peluncuran Rainbow Six Mobile menyediakan kesempatan bagi pemain untuk menikmati game ini secara global melalui perangkat mobile.
Restrukturisasi dan Efisiensi Operasi
Guillemot menyebutkan bahwa Ubisoft tengah melakukan restrukturisasi yang selektif demi efisiensi biaya. Target pengurangan biaya mencapai €200 juta, yang akan mendukung pembentukan lima “creative houses” baru. Struktur ini bertujuan meningkatkan manajemen proyek sekaligus memperkuat pengembangan brand Ubisoft.
Dengan pengorganisasian ulang ini, perusahaan diharapkan mampu lebih fokus pada kualitas game dan inovasi, sekaligus mengoptimalkan sumber daya guna menjaga keunggulan kompetitif.
Proyek Ubisoft ke Depan
Rangkaian informasi dari Yves Guillemot menunjukkan komitmen Ubisoft dalam mempertahankan dan mengembangkan posisi tiga franchise utama: Far Cry, Assassin’s Creed, dan Rainbow Six. Pengembangan proyek-proyek baru oleh Vantage Studio menjadi bukti investasi Ubisoft terhadap masa depan yang cerah untuk para penggemar.
Ubisoft juga memprioritaskan penetrasi pasar global lewat strategi kolaborasi dan ekspansi mobile, yang dapat menambah basis pemain dan meningkatkan engagement secara signifikan.
Melalui upaya ini, Ubisoft berusaha menyediakan pengalaman game yang semakin kaya, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini dan di masa mendatang. Harapan para gamer akan inovasi serta kelanjutan cerita menarik dari Far Cry dan Assassin’s Creed kini mulai terlihat semakin nyata.





