Bitcoin kembali mengalami kenaikan harga hampir 3% pada hari Selasa, menembus level sekitar $65.000. Lonjakan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa firma perdagangan Jane Street telah menghentikan strategi penjualan Bitcoin rutin yang diduga berlangsung setiap pukul 10 pagi waktu AS.
Selama beberapa minggu terakhir, pola penurunan harga Bitcoin di jam-jam pembukaan pasar saham AS sangat konsisten. Bitcoin sering kehilangan keuntungan semalamnya tepat setelah pembukaan pasar antara pukul 9:30 hingga 10:00 pagi waktu Timur AS, sering turun hingga 3% dalam waktu kurang dari satu jam.
Asal-usul Dugaan Penjualan Pukul 10 Pagi oleh Jane Street
Teori yang beredar di komunitas Crypto X dan Reddit mengklaim Jane Street secara sistematis menjual Bitcoin pada pukul 10 pagi untuk menekan reli harga. Spekulasi ini memuncak setelah investor Mike Alfred mengaku mendapat informasi dari sumber di dalam Jane Street bahwa perusahaan telah memerintahkan penghentian aktivitas algoritma penjualan pada jam tersebut. Mike Alfred juga memperkirakan harga Bitcoin berpotensi naik setelah penghentian strategi tersebut. Namun, klaim ini belum mendapat konfirmasi resmi dari Jane Street maupun pihak lain.
Keterkaitan Jane Street dengan Kasus TerraUSD
Selain spekulasi terkait strategi jual beli tersebut, Jane Street juga tengah menjadi sorotan hukum akibat kasus keruntuhan TerraUSD dan Luna pada 2022. Pengadilan mengajukan gugatan kepada Jane Street beserta individu terkait, menuding adanya praktik insider trading dan manipulasi pasar. Jane Street membantah semua tuduhan dan menyebut kasus ini tanpa dasar. Peristiwa itu menyebabkan hilangnya sekitar $40 miliar nilai pasar dan memicu penurunan lebih luas di pasar aset digital.
Faktor Pasar yang Mempengaruhi Harga Bitcoin Pukul 10 Pagi
Meski cerita mengenai “dump pukul 10 pagi” menarik perhatian, volatilitas harga di sekitar jam tersebut sebenarnya bukan fenomena yang tidak biasa. Pembukaan pasar saham AS pada pukul 9:30 pagi sering memicu lonjakan volume dan penyesuaian posisi di berbagai aset, termasuk Bitcoin. Selain itu, data ekonomi penting AS yang dirilis sekitar waktu tersebut juga sering menyebabkan pergerakan harga yang cepat. Bitcoin sangat berkorelasi dengan indeks S&P 500, sehingga perubahan di pasar saham dapat memengaruhi pergerakan harga kripto secara signifikan.
Analisis Teknikal dan Prospek Bitcoin
Dalam waktu dekat, Bitcoin tampak berada pada kondisi jenuh jual, dengan indikator relative strength index (RSI) mendekati level 30. Hal ini biasanya menandakan potensi reli teknikal jangka pendek. Para analis menyarankan agar Bitcoin mampu bertahan di atas level $64.000 dan menembus resistance sekitar $66.535 untuk memastikan kelanjutan tren positif. Jika gagal, kenaikan harga bisa terhenti dan harga Bitcoin mungkin kembali menguji level support sekitar $60.074.
Fakta Penting yang Perlu Diperhatikan
- Bitcoin naik hampir 3% dalam 24 jam terakhir, menguat secara signifikan dari harga sebelumnya.
- Total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 2,7% mengikuti tren positif ini.
- Korelasi harga Bitcoin dengan indeks S&P 500 mencapai 95% dalam periode 24 jam terakhir, menunjukkan bahwa pergerakan harga sebagian besar dipicu oleh faktor makro ekonomi.
Spekulasi mengenai penghentian strategi jual Bitcoin pukul 10 pagi oleh Jane Street memberikan harapan akan berakhirnya pola penurunan harga yang berulang. Namun, pelaku pasar juga harus tetap waspada terhadap faktor teknikal dan dinamika ekonomi global yang bisa memengaruhi volatilitas aset digital ini. Monitoring perkembangan hukum terkait Jane Street juga penting mengingat dampaknya terhadap sentimen pasar kripto secara keseluruhan.






