Bitcoin Melonjak ke 66 Ribu Usai Trump Puji Ekonomi dalam Pidato Rekor State of the Union yang Guyur Optimisme Crypto

Harga Bitcoin melonjak mencapai $66.000 setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pidato State of the Union terpanjangnya. Dalam hampir dua jam pidato tersebut, Trump memuji ekonomi Amerika yang “bergemuruh” dan menambah optimisme baru di pasar cryptocurrency.

Data dari CoinGecko menunjukkan investor kripto mengalirkan dana sebesar $52 miliar ke dalam aset digital selama pidato berlangsung. Meskipun Trump tidak secara langsung menyebutkan cryptocurrency, ia memuji pasar saham yang mencatat 53 rekor tertinggi sejak pemilihan presiden lalu.

Trump juga menyatakan bahwa investor global telah menginvestasikan $18 triliun ke ekonomi AS sejak ia menjabat. Klaim tersebut sejalan dengan proyeksi optimis dari para ekonom terkemuka, seperti Ed Yardeni, yang menunjukkan kekuatan pasar Amerika.

Optimisme ini muncul meskipun ada kekhawatiran mengenai gangguan besar pada perekonomian yang sempat menekan harga Bitcoin. Saat ini, nilai Bitcoin memang masih 49% lebih rendah dari puncaknya di bulan Oktober, yang menyentuh angka $126.000.

Setelah lonjakan harga pada saat pidato, Bitcoin kemudian mengalami koreksi dan diperdagangkan sedikit di atas $65.000 saat laporan ini dibuat. Hal ini terjadi di tengah data yang mengungkap bahwa pasar tenaga kerja AS pada bulan Januari mencatat kinerja terburuk sejak 2009.

Lebih dari 100.000 pekerja AS kehilangan pekerjaan, mengindikasikan pukulan besar pada pasar kerja yang terakhir kali terjadi saat krisis besar 2008-2009. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi sebagai pendorong harga aset.

Namun, sejumlah analis tetap waspada terhadap kemampuan pasar kripto untuk segera bangkit kembali. Berbagai faktor negatif sedang membayangi industri ini, termasuk melambatnya regulasi yang mendukung dan tekanan dari melemahnya sektor teknologi.

Aurélie Barthere, analis riset utama di Nansen, menyatakan bahwa momentum regulasi yang menurun dan aksi jual di sektor teknologi memperberat tren penurunan harga Bitcoin. Faktor tersebut menciptakan ketidakpastian yang cukup besar dalam pasar.

Selain itu, kekhawatiran mengenai gangguan besar dari kecerdasan buatan (AI) juga menambah tekanan. Laporan dystopian dari Citrini Research memicu kegelisahan di pasar teknologi yang selama ini berkorelasi erat dengan harga Bitcoin.

Laporan berjudul “The 2028 Global Intelligence Crisis” memperkirakan AI akan menggantikan pekerja kantoran serta menurunkan kemampuan pembayaran utang, yang berujung pada penurunan tajam indeks S&P 500 sebesar 38%. Kondisi ini menimbulkan sentimen negatif di pasar saham.

Dana teknologi unggulan BlackRock turun 3% setelah laporan viral tersebut. ETF ini mengawasi saham pemimpin teknologi seperti Microsoft, Oracle, dan Palantir, dan kini mengalami penurunan 27% sepanjang tahun ini.

Tidak semua pihak pesimistis terhadap dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Laurens Fraussen, analis riset dari perusahaan analisis kripto Kaiko, berpendapat perubahan akibat AI akan berjalan secara bertahap.

Fraussen menyatakan bahwa pasar tenaga kerja akan menyesuaikan diri dengan teknologi baru. Ia meyakini transisi ke pasar yang terdampak AI akan berlangsung “soft landing”, di mana pekerjaan berubah operasionalnya tanpa menyebabkan guncangan besar secara mendadak.

Pergerakan harga Bitcoin yang mencapai $66.000 ini menjadi pertanda bahwa sentimen positif masih bisa muncul walau kondisi fundamental pasar ekonomi dan teknologi menghadapi berbagai tantangan. Investor dan analis kini terus memantau perkembangan ekonomi dan teknologi yang berperan besar dalam dinamika harga aset kripto.

Berita Terkait

Back to top button