Strategi Bitcoin MicroStrategy Jadi Saham Paling Diserang Short Seller Wall Street Saat Nilai Crypto Berguncang

Strategi, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kini menjadi saham dengan short interest terbesar di Amerika Serikat. Menurut data posisi hedge fund dari Goldman Sachs, Strategy menempati posisi teratas di antara saham-saham berkapitalisasi besar yang paling banyak di-short berdasarkan persentase pasar modalnya.

Pergerakan Strategy naik dalam daftar saham yang paling banyak di-short terjadi setelah Bitcoin mencapai puncaknya pada Oktober lalu. Bahkan pada November, saham ini sudah masuk posisi ketiga dalam daftar tersebut. Kini, Strategy menjadi saham paling banyak di-short, menunjukkan fokus kegelisahan investor terhadapnya.

Perusahaan ini baru saja mengumumkan pembelian Bitcoin ke-100, menambah 592 BTC senilai 39,8 juta dolar. Total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 717.722 koin, dibeli dengan total biaya 54,56 miliar dolar dan rata-rata harga 76.020 dolar per koin.

Saat ini, harga Bitcoin berkisar di angka 66.000 dolar, yang berarti perusahaan mencatatkan kerugian tidak terealisasi sekitar 7 miliar dolar. Strategi short selling saham ini sebenarnya merupakan taruhan bahwa harga saham akan turun menyesuaikan dengan penurunan harga Bitcoin.

Short selling adalah metode investor meminjam saham dan menjualnya dengan harga hari ini, berharap membeli kembali di harga lebih rendah untuk mendapatkan selisih keuntungan. Risiko kerugian bisa tidak terbatas jika harga saham justru naik.

Secara fundamental, Strategy adalah cerminan leverage terhadap Bitcoin dalam bentuk perusahaan publik. Ketika harga Bitcoin naik, saham Strategy cenderung mengalami kenaikan lebih tajam. Sebaliknya, jika Bitcoin turun, saham ini turun lebih dalam lagi.

Dari sisi psikologis, short selling Strategy juga dianggap sebagai taruhan makro terhadap prospek Bitcoin. Hal ini mencerminkan skeptisisme investor terhadap konsep menggabungkan strategi treasury perusahaan dengan eksposur tinggi terhadap aset kripto yang sangat volatil.

Selain itu, short interest secara keseluruhan di indeks S&P 500 tengah berada pada posisi tertinggi dalam satu dekade terakhir. Namun demikian, Strategy menonjol karena menggambarkan keyakinan investor tentang masa depan Bitcoin dan teknik keuangan yang dipakai.

Michael Saylor, pendiri dan ketua eksekutif MicroStrategy, secara terang-terangan menyatakan perusahaan ini sebagai “perusahaan treasury Bitcoin.” Sahamnya diperdagangkan seperti itu, dan investor serta hedge fund memperlakukan serta melakukan short selling layaknya sebuah ETF kripto berisiko tinggi.

Meski demikian, analis Wall Street mayoritas tetap optimistis terhadap Strategy. Berdasarkan data dari Zacks Equity Research, dari 16 firma broker yang memantau, 14 memberikan rekomendasi Strong Buy dan satu lainnya merekomendasikan Buy, dengan rata-rata peringkat 1,19 pada skala 1 sampai 5.

Beberapa perusahaan broker seperti Mizuho, Cantor Fitzgerald, BTIG, dan Canaccord Genuity telah menurunkan target harga mereka, tetapi mempertahankan rating positif. Contohnya Mizuho menurunkan target dari 403 dolar menjadi 320 dolar, namun tetap merekomendasikan Outperform.

Pada penutupan perdagangan terakhir, saham Strategy berada di harga 124,61 dolar, naik 0,73%. Di perdagangan setelah jam pasar, harga sedikit merosot ke 124,49 dolar. Kapitalisasi pasar perusahaan saat ini diperkirakan mencapai 41,6 miliar dolar.

Pengamatan terhadap Strategy memberikan gambaran tentang bagaimana pasar modal merespon perusahaan yang berkomitmen penuh pada aset kripto, sekaligus menunjukkan adanya permainan harga yang didorong oleh faktor spekulasi dan keyakinan investor besar. Hal ini membuat Strategy menjadi salah satu nama penting yang harus diperhatikan dalam konteks volatilitas dan inovasi keuangan modern.

Terkait