Bitcoin baru-baru ini menunjukkan pemulihan yang mengangkat sentimen di pasar kripto global. Namun, lonjakan ini juga menghidupkan kembali teori kontroversial tentang aksi jual Bitcoin yang terjadi tepat pukul 10 pagi waktu Timur AS, yang dikaitkan dengan Jane Street, sebuah firma perdagangan kuantitatif besar.
Jane Street menjadi sorotan utama di media sosial khususnya Twitter, bahkan Google Trends mengindikasikan peningkatan minat pencarian untuk kata kunci “Jane Street Bitcoin” yang mencapai rekor tertinggi. Hal ini mendorong diskusi yang lebih luas tentang aspek di balik dugaan aksi jual Bitcoin secara berkala setiap hari tersebut.
Asal Mula dan Dugaan Pola 10 AM Bitcoin Dump
Sejak awal tahun ini, beberapa pihak termasuk media Zero Hedge telah mengamati pola penurunan harga Bitcoin tajam sekitar pukul 10 pagi ET. Dugaan ini menyebut bahwa Jane Street diduga memainkan peran utama dalam skenario tersebut. Pola serupa juga pernah muncul saat akhir tahun lalu.
Menurut pengamat pasar yang dikenal sebagai Bull Theory, Jane Street mempunyai kapabilitas untuk melakukan perdagangan frekuensi tinggi yang mampu mempengaruhi harga dalam waktu singkat. Polanya dideskripsikan sebagai berikut:
- Menjual Bitcoin dalam jumlah besar saat pembukaan pasar.
- Mendorong harga ke berbagai ‘kantong likuiditas’.
- Membeli kembali Bitcoin pada harga yang lebih rendah.
- Mengulangi proses ini secara harian.
Walaupun narasi ini menarik banyak perhatian, belum ada bukti resmi dari regulator, bursa, atau sumber pihak ketiga yang dapat mengkonfirmasi keberadaan praktik tersebut.
Kontroversi Hukum dan Kaitannya dengan Bitcoin
Kecurigaan terhadap Jane Street semakin meningkat setelah Terraform Labs mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan ini. Gugatan tersebut menuduh Jane Street terlibat dalam praktik yang menyebabkan kejatuhan nilai Luna dan UST pada tahun 2022, dengan implikasi luas terhadap pasar kripto.
Jane Street sendiri membantah seluruh tuduhan dan menyatakan akan melakukan pembelaan secara hukum. Namun, beberapa analis pun mulai mengaitkan penyesuaian harga Bitcoin belakangan dengan kehadiran gugatan ini, mengklaim bahwa pola aksi jual pukul 10 pagi sempat terhenti seiring proses hukum berjalan.
Peran Jane Street dalam Struktur ETF Bitcoin
Justin Bechler, seorang analis, menjelaskan bahwa Jane Street memiliki peran kunci sebagai salah satu dari empat Authorized Participants (AP) yang diizinkan melakukan kegiatan penciptaan dan penebusan saham ETF Bitcoin secara in-kind. Bechler mengungkapkan bahwa Jane Street mengungkapkan posisi besar di IBIT dan MicroStrategy dalam laporan Q4 tahun lalu.
Bechler menambahkan, sebagai AP, Jane Street memiliki akses langsung untuk menghubungkan harga saham ETF dengan Bitcoin yang mendasarinya. Ini memungkinkan mereka melakukan arbitrase harga antara pasar spot dan ETF, sehingga dapat memanfaatkan perbedaan harga tersebut untuk keuntungan.
Namun, laporan 13F yang diserahkan hanya menampilkan posisi ‘long’ saham tanpa mengungkap posisi derivatif seperti opsi atau futures. Oleh karena itu, posisi sebenarnya bisa saja netral atau bahkan ‘short’, yang berarti keuntungan diperoleh jika harga Bitcoin turun.
Keraguan dan Perspektif Berimbang dari Analis
Tidak semua pengamat pasar menerima teori ini secara bulat. Julio Moreno, Kepala Riset CryptoQuant, menyatakan bahwa strategi membeli Bitcoin dan menjual futures merupakan praktek standar bagi dana delta neutral dan bukan sebagai manipulasi pasar.
Ia juga menunjukkan bahwa penurunan permintaan spot Bitcoin sejak Oktober tahun lalu adalah faktor fundamental yang lebih masuk akal menjelaskan pergerakan harga dibandingkan teori konspirasi.
Selain itu, Benjamin Cowen, CEO Into The Cryptoverse, menilai bahwa narasi manipulasi harga seringkali lahir dari pola siklus pasar yang alami. Ia menegaskan, "Aksi harga Bitcoin bukanlah konspirasi terstruktur."
Jeff Park, CIO ProCap dan penasihat Bitwise, turut menambahkan bahwa mekanisme kerja Authorized Participants pada Bitcoin ETF bersifat kompleks dan menyeluruh, sehingga fokus pada satu perusahaan saja seperti Jane Street tanpa memahami konteks struktural ETF akan menyesatkan.
Klarifikasi Isu Media Sosial dan Berita Palsu
Beberapa rumor juga beredar terkait aktivitas media sosial Jane Street setelah gugatan hukum. Ada klaim bahwa Jane Street menghapus seluruh postingan di akun X-nya. Namun, ekonom Alex Krüger menegaskan bahwa Jane Street tidak pernah memiliki postingan di platform tersebut, dengan bukti arsip dari Wayback Machine.
Fenomena ini menunjukkan betapa mudahnya berita palsu dan narasi yang tidak berdasar menyebar di ruang kripto, yang dapat memperuncing kecemasan pasar.
Bitcoin, meskipun adanya akumulasi saham besar oleh perusahaan seperti MicroStrategy dan sikap regulator yang relatif positif, belum menunjukkan reli harga kuat baru-baru ini. Dalam situasi ini, teori yang sederhana dan mudah dipahami seperti ‘10 AM dump’ mendapatkan daya tarik tersendiri di kalangan trader ritel.
Namun, penting ditegaskan bahwa korelasi antara gugatan hukum dan perubahan pola harga bukan pembuktian kausalitas. Sampai saat ini, teori aksi jual Bitcoin pukul 10 pagi tetap berupa dugaan yang belum terbukti secara konkret. Pengaruh Jane Street di pasar Bitcoin, baik dalam peran ETF maupun layar luas perdagangan, tetap menjadi topik debat terbuka di kalangan komunitas kripto dan analis keuangan.





