Bitcoin menunjukkan rebound yang kuat setelah menyentuh posisi rendah di $64.758. Dalam waktu dua hari, harga Bitcoin naik signifikan hingga berhasil menembus level $68.000, memicu short squeeze yang memaksa pelaku pasar bearish menutup posisi mereka.
Pergerakan ini membuat total kapitalisasi pasar kripto meningkat lebih dari 4 persen. Lonjakan harga Bitcoin bukan sekadar volatilitas acak, melainkan didukung oleh data fundamental yang menunjukkan aliran besar stablecoin dan aktivitas infrastruktur yang mendalam.
Faktor Pendorong Rebound Bitcoin
Rebound cepat Bitcoin didorong oleh penutupan posisi short secara paksa. Setelah turun ke bawah $65.000, permintaan spot muncul kuat di harga $64.758, sehingga memicu likuidasi posisi short senilai lebih dari $370 juta. Kenaikan ini mematahkan resistance sekitar $66.923 yang merupakan rata-rata pergerakan 7 hari, kemudian level itu berubah menjadi support jangka pendek.
Tingkat harga yang perlu diperhatikan oleh para trader adalah:
- Bertahan di atas $66.500, sehingga momentum bullish tetap kuat.
- Jika melewati rentang $69.000 hingga $72.900, potensi target harga berikutnya adalah $74.000.
- Bila gagal mempertahankan level $66.500, kemungkinan kenaikan akan berbalik dan harga dapat turun ke rentang $60.000 sampai $62.000.
Dukungan Fundamental dari Circle USDC
Di balik kenaikan harga Bitcoin, terdapat sinyal kuat dari ekosistem stablecoin, terutama dari Circle. Perusahaan penerbit USDC melaporkan pendapatan melonjak sebesar 77 persen mencapai $770 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi pasokan USDC dan memperdalam likuiditas pasar secara signifikan.
Penambahan USDC artinya lebih banyak dolar yang masuk ke sistem kripto. Menurut data historis, inflow stablecoin sering kali mendahului rally pasar yang berkelanjutan. Peningkatan pasokan stablecoin memperkuat dasar pembelian dan memperbaiki daya serap pasar terhadap tekanan jual.
NEAR Protocol Melesat Berkat Inovasi Privasi
Selain Bitcoin dan stablecoin, token NEAR Protocol juga mencatat performa luar biasa dengan kenaikan sekitar 17 persen. Lonjakan ini dipicu oleh peluncuran fitur baru bernama ‘Confidential Intents’, sebuah inovasi untuk menangani masalah privasi dalam transaksi DeFi.
Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi lintas rantai tanpa mengungkap detail perdagangan sebelum penyelesaian. Dengan meningkatkan privasi dan keamanan, NEAR berpotensi memicu pergerakan modal ke infrastruktur kripto dengan utilitas tinggi.
Secara keseluruhan, rebound pasar kripto kali ini didukung oleh kekuatan teknikal yang digabungkan dengan faktor fundamental dari stablecoin dan inovasi teknologi blockchain. Trader perlu mencermati level-level kunci Bitcoin dan perkembangan infrastruktur seperti NEAR untuk mengikuti arah pasar selanjutnya.
