Seorang penyelam dan pembuat film bawah air bernama Barny Dillarstone berhasil merekam makhluk laut dalam yang kemungkinan besar belum pernah difilmkan hidup-hidup sebelumnya. Rekaman tersebut menunjukkan seekor pari elang ungu (Myliobatis hamlyni) di perairan Indonesia, tepatnya di lepas pantai Pulau Black Magic.
Barny menggunakan kamera bawah air yang sederhana namun efektif untuk menangkap penampakan makhluk langka ini. Kamera yang dipakai adalah Insta360 Ace Pro 2, sebuah perangkat dengan harga sekitar 400 dolar AS, yang dipasang dalam kerangka besi berisi pemberat lengkap dengan lampu dan umpan.
Teknologi Murah dengan Kualitas Profesional
Kamera ini disiapkan pada rangka yang kokoh agar tahan di dasar laut yang dalam. Lampu penerang di bagian depan kamera berfungsi menarik perhatian hewan laut dalam agar terekam dengan jelas. Uniknya, menurut Barny, makhluk yang hidup di dasar laut justru tertarik oleh cahaya, berbeda dengan spesies laut dangkal yang cenderung takut akan cahaya di malam hari.
Penggunaan kamera ini memudahkan pengambilan gambar dalam kondisi ekstrem dengan cara menjatuhkan perangkat dari atas kapal ke kedalaman laut. Kamera kemudian diangkat kembali setelah merekam. Metode ini memberikan gambaran baru tentang keragaman hayati laut dalam tanpa biaya mahal seperti peralatan penyelaman khusus.
Makhluk Laut yang Belum Pernah Direkam
Rekaman pari elang ungu ini sangat berharga karena jenis pari tersebut sangat jarang terlihat. Barny menyatakan bahwa makhluk ini mungkin belum pernah didokumentasikan secara visual dalam habitat aslinya sebelumnya. Selain itu, kanal YouTube Barny memuat berbagai video spesies langka lainnya yang ditemukan di laut dalam Indonesia dan beberapa wilayah dunia lain.
Pengalaman Barny pun menunjukkan bahwa bumi masih menyimpan misteri besar di lautnya. Hanya sekitar 5% dari seluruh lautan dunia yang sudah dieksplorasi manusia. Hal ini membuka peluang luas bagi para ilmuwan dan pembuat film bawah air untuk terus menemukan dan mengabadikan makhluk laut yang belum diketahui.
Faktor yang Membantu Penemuan Baru
- Kamera bawah air berbiaya terjangkau, seperti Insta360 Ace Pro 2, memudahkan riset tanpa biaya besar.
- Teknologi tinggi dengan metode penurunan kamera menggunakan pemberat dan tali penarik praktis untuk akses laut dalam.
- Lokasi laut yang kaya biodiversitas, seperti perairan Indonesia, sangat cocok sebagai tempat bagi makhluk laut unik yang belum terpantau.
- Minat dan keahlian pembuat film bawah air berkontribusi mengangkat kesadaran tentang keanekaragaman hayati laut.
Dampak terhadap Konservasi dan Pengetahuan Laut
Video hasil rekaman Barny tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan data penting bagi studi ilmiah dan konservasi laut. Dengan dokumentasi visual yang lebih banyak, ilmuwan bisa lebih mudah mempelajari perilaku dan habitat spesies laut dalam.
Keberadaan teknologi kamera bawah air yang semakin terjangkau dapat menjadi alat penting dalam memonitor kondisi ekosistem laut, terutama di wilayah Indonesia yang mempunyai salah satu keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.
Pengalaman Barny ini menjadi penanda bahwa eksplorasi laut dalam kini semakin terbuka lebar dengan dukungan inovasi teknologi. Ini mendorong kolaborasi antara pembuat film, ilmuwan, dan konservasionis agar keindahan sekaligus kerentanan ekosistem laut dapat dipahami dan dilindungi secara lebih optimal.
Penggunaan kamera bawah air murah namun berkualitas ini merupakan peluang baru untuk mengungkap rahasia-laut dan menghimpun bukti konkret mengenai spesies yang selama ini hidup tersembunyi di kedalaman. Proyek-proyek serupa di masa depan berpotensi mengantarkan penemuan makhluk laut yang lebih menakjubkan serta memperkaya pengetahuan publik tentang lautan Indonesia dan global.





