
Perusahaan pembayaran dan teknologi keuangan Block Inc milik Jack Dorsey mengumumkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran, yaitu lebih dari 4.000 karyawan. Jumlah ini setara dengan lebih dari 40% keseluruhan tenaga kerja Block dan merupakan bagian dari restrukturisasi besar yang diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan kuartal keempat serta tahun penuh 2025.
Setelah pengumuman ini, harga saham Block yang diperdagangkan di Bursa Efek New York melonjak lebih dari 23% dalam perdagangan setelah jam kerja. Menurut data Yahoo Finance, lonjakan harga saham ini mencerminkan respons positif pasar terhadap langkah restrukturisasi yang diambil perusahaan di tengah tantangan sektor fintech saat ini.
Skala Pemutusan Hubungan Kerja dan Dampaknya
Pemutusan hubungan kerja oleh Block termasuk salah satu yang terbesar di industri teknologi keuangan (fintech) tahun ini. Sektor fintech sedang menghadapi pertumbuhan yang melambat, kondisi modal yang lebih ketat, dan tekanan untuk mengendalikan biaya operasi. Dalam laporan resmi yang disampaikan ke Securities and Exchange Commission, Block menyatakan tujuan pengurangan tenaga kerja ini adalah menyesuaikan struktur organisasi agar lebih sejalan dengan model operasi dan prioritas strategis perusahaan.
Perusahaan mengestimasikan biaya restrukturisasi antara $450 juta hingga $500 juta, yang meliputi pembayaran uang pesangon, upah selama masa pemberitahuan, manfaat karyawan, serta biaya non-tunai terkait hak kepemilikan saham bagi karyawan ter-PHK. Sebagian besar biaya ini diperkirakan akan dicatat pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, dan proses restrukturisasi direncanakan selesai pada kuartal kedua tahun fiskal tersebut.
Data Tenaga Kerja dan Kinerja Bisnis
Per akhir tahun 2025, Block memiliki sekitar 10.200 karyawan penuh waktu secara global, yang menunjukkan besarnya dampak pemutusan kerja pada struktur sumber daya manusianya. Di sisi lain, Cash App, salah satu produk unggulan Block, melayani 59 juta pengguna aktif transaksi bulanan di Amerika Serikat, dengan total aliran masuk dana pelanggan mencapai $316 miliar sepanjang tahun 2025.
Bisnis utama Block meliputi pembayaran konsumen dan pedagang melalui Cash App dan Square. Selain itu, perusahaan telah lama mengembangkan lini produk berbasis Bitcoin seperti perdagangan mata uang kripto, layanan penyimpanan mandiri (self-custody), dan pembayaran pedagang menggunakan Bitcoin. Terpisah, Block melaporkan bisnisnya dalam tiga kategori pendapatan utama: perdagangan (commerce enablement), layanan keuangan (financial services), dan ekosistem Bitcoin, yang bersama-sama menghasilkan laba kotor sebesar $10,4 miliar selama tahun 2025.
Perkembangan dan Kegiatan Selanjutnya
Block berencana mengadakan konferensi telepon dan webcast untuk membahas hasil keuangan kuartal serta tahun penuh yang berakhir pada 31 Desember 2025. Ini menjadi kesempatan bagi investor dan pengamat industri untuk mendapatkan gambaran lebih detail mengenai strategi perusahaan pasca restrukturisasi serta prospek kinerja di masa mendatang.
Pemangkasan tenaga kerja yang signifikan ini menandai langkah besar Block dalam menyesuaikan diri dengan kondisi pasar finansial yang kian menantang. Perusahaan tetap fokus memperkuat bisnis inti sekaligus mengembangkan produk inovasi berbasis Bitcoin untuk tetap kompetitif di sektor fintech global.





