Pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Bitcoin sebagai “kegagalan total sebagai mata uang.” Ia memprediksi harga Bitcoin bisa jatuh di bawah $10,000 dalam nilai saat ini pada tahun 2050. Pernyataan ini muncul di tengah stabilisasi aliran dana institusional ke dalam produk Bitcoin seperti Exchange-Traded Funds (ETFs) yang terdaftar di Amerika Serikat.
Wales melalui beberapa cuitan di platform X mengungkapkan bahwa meskipun Bitcoin tidak akan benar-benar bernilai nol, nilainya diperkirakan akan turun tajam dalam beberapa dekade mendatang. Ia menilai Bitcoin hanya akan menjadi sekadar “hobi teknologi,” bukan sebagai mata uang utama atau alat penyimpan nilai yang andal. Berikut beberapa poin utama dari pandangan Wales:
- Bitcoin dianggap gagal sebagai mata uang dan penyimpan nilai.
- Harga Bitcoin diperkirakan turun di bawah $10,000 dalam nilai sekarang, kemungkinan lebih rendah.
- Bitcoin bukan aset yang diadopsi secara luas, termasuk oleh teknologi seperti AI.
- Aliran dana ke Bitcoin ETF masih ada, tapi bisa terus menurun jika minat publik merosot.
- Wales memperingatkan agar berhati-hati terhadap hype yang berlebihan di pasar crypto.
Respons Pasar dan Pandangan Lain
Komentar Wales memicu perdebatan sengit di media sosial, dengan pendukung Bitcoin menekankan pertumbuhan alokasi institusional sebagai indikator prospek kenaikan harga. Memang, pada bulan Februari, produk-produk Bitcoin ETF di AS mencatatkan aliran masuk bersih sebesar $297,4 juta ke iShares Bitcoin Trust yang dikelola BlackRock. Ini mengangkat kembali harga Bitcoin ke kisaran di atas $68,000 usai sempat turun di bawah $64,000.
Namun, para analis skeptis lain juga memberikan proyeksi menyeramkan untuk Bitcoin. Misalnya, Richard Farr dari Pivotus Partners memprediksi Bitcoin bisa bernilai nol karena dianggap gagal sebagai lindung nilai terhadap dolar. Mike McGlone, ahli strategi komoditas di Bloomberg Intelligence, menegaskan kemungkinan besar Bitcoin akan kembali ke level $10,000 pada masa resesi berikutnya. Ia menilai gelembung crypto sedang meletus dan volatilitasnya bisa memengaruhi pasar saham secara luas.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin
Harga Bitcoin sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:
- Adopsi institusional: Masuknya dana dari ETF dan investor besar meningkatkan likuiditas dan harga.
- Sentimen pasar: Berita positif atau negatif serta regulasi yang ketat berdampak besar pada harga.
- Teknologi dan keamanan jaringan: Ketahanan jaringan Bitcoin masih menjadi keunggulan dibandingkan aset digital lain.
- Kondisi ekonomi makro: Volatilitas pasar saham dan nilai dolar memengaruhi minat investor pada Bitcoin sebagai aset alternatif.
Dinamika Pasar ETF Bitcoin
U.S.-listed Bitcoin ETFs mengalami pergerakan dana yang signifikan. Pada akhir Februari, tercatat dana masuk sebesar $506,5 juta, angka tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Ini sekaligus membalik tren keluar dana selama lima minggu sebelumnya yang mencapai sekitar $3,8 miliar. Data ini menunjukkan adanya "akumulasi hati-hati" oleh investor institusional.
Wales sendiri tak menolak keberadaan ETF ini, namun memperkirakan bahwa jika minat publik merosot, harga ETF bisa terus menurun seiring waktu. Hal ini menunjukkan bahwa secara fundamental, dukungan pasar terhadap Bitcoin belum sepenuhnya solid.
Pernyataan dari Jimmy Wales menambah kompleksitas prediksi masa depan Bitcoin. Meskipun ada optimisme dari sebagian investor institusional, skeptisisme muncul dari figur penting dan analis yang menunjukkan potensi penurunan harga dramatis hingga level terendah dalam dua dekade ke depan. Situasi ini menggarisbawahi perlunya kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi di pasar kripto yang sangat fluktuatif.






