Axiom Crypto Dibongkar ZachXBT Mengungkap Perdagangan Orang Dalam $400 Ribu, Keamanan dan Tata Kelola Platform Kritis Terancam

Axiom Crypto disebut terlibat skandal insider trading dengan nilai dugaan mencapai $400.000. Penyelidikan oleh analis kripto terkenal, ZachXBT, mengungkap bahwa beberapa karyawan senior menggunakan data internal untuk melakukan perdagangan sebelum pengguna lain merespons pasar.

Dugaan ini melibatkan akses khusus ke dashboard backend yang memungkinkan staf memantau dan meniru transaksi dompet besar secara real-time. Praktik tersebut berlangsung selama lebih dari 10 bulan tanpa terdeteksi.

Detail Skema Insider Trading di Axiom

  1. Pelaku: Karyawan senior bagian pengembangan bisnis yang memiliki akses penuh ke database pengguna secara langsung.
  2. Metode: Menghubungkan User ID internal dengan data on-chain guna mengidentifikasi dan berpihak pada dompet key opinion leader (KOL).
  3. Kegagalan Pengendalian: Axiom merupakan perusahaan rintisan yang didukung Y Combinator dengan pendapatan tahunan sekitar $390 juta, namun tidak menerapkan pengendalian akses berbasis peran.

Karyawan menggunakan dashboard administratif yang seharusnya untuk dukungan dan kepatuhan agar dapat menarik data pengguna pribadi. Dengan data tersebut, mereka bisa memastikan dompet yang bergerak besar di pasar dan melakukan perdagangan lebih dulu.

Strategi ini berjalan dengan membeli sebelum dompet besar menaikkan harga, dan menjual sebelum dompet tersebut keluar pasar. Hal ini merugikan pengguna lain karena mereka diperdagangkan oleh pihak internal sendiri.

Selama hampir satu tahun, staf non-teknis memiliki hak akses yang sama seperti tim keamanan teknis. Kekurangan kontrol internal tersebut menciptakan ketimpangan informasi yang memungkinkan terjadinya praktek curang ini.

Kelemahan Tata Kelola Perusahaan Rintisan

Axiom memang dikenal sebagai unicorn kripto yang mengalami pertumbuhan cepat dan menghasilkan pendapatan besar. Namun, kasus ini menunjukkan bahwa tata kelola dan kontrol internal tidak sejalan dengan skala perusahaannya.

Perusahaan tidak menerapkan minimal hak akses sesuai kebutuhan (least-privilege) dan kurang adanya audit log yang memadai. Jika prosedur tersebut berjalan baik, aktivitas mencurigakan kemungkinan besar terdeteksi lebih awal.

Masalah yang terjadi di Axiom ini juga mencerminkan tantangan umum pada startup, yaitu fokus utama pada pertumbuhan dan volume tanpa diimbangi pengawasan yang memadai. Di tingkat skala besar, hal itu berubah menjadi risiko besar yang mengancam reputasi dan operasional mereka.

Axiom telah menyatakan akan melakukan audit internal menyeluruh untuk menginvestigasi kasus ini. Meski demikian, reputasi perusahaan sudah terdampak negatif dan kemungkinan akan mendapat perhatian serius dari regulator.

Regulator bisa menganggap keuntungan sebesar $400.000 dari praktik insider trading ini sebagai sebuah bentuk penipuan yang melanggar hukum.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi perusahaan kripto lain agar memperkuat kontrol internal dan memastikan kebijakan keamanan yang ketat seiring dengan pertumbuhan bisnis. Pengawasan yang memadai wajib diterapkan agar praktik semacam ini tidak terulang dan merugikan para pengguna platform.

Berita Terkait

Back to top button