Mengapa Astronaut Artemis II Pilih DSLR Klasik, Bukan Mirrorless Canggih untuk Menjelajah Bulan?

NASA akan mengirimkan astronaut Artemis II mengitari bulan dengan kamera DSLR lawas, bukan mirrorless terbaru. Misi berawak mengelilingi bulan pertama sejak 1972 ini dijadwalkan akan diluncurkan tidak lebih awal dari bulan April. Komandan misi, Reid Wiseman, mengonfirmasi bahwa kru akan menggunakan Nikon D5 sebagai kamera utama mereka.

Meski Nikon Z9 telah dibuktikan kemampuannya di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan masuk dalam kesepakatan kerja sama Nikon dengan NASA, Nikon D5 tetap menjadi pilihan. Penyebab utama adalah Nikon Z9 belum lolos uji kelayakan untuk penerbangan luar angkasa jangka panjang, sehingga tidak sempat dipersiapkan untuk Artemis II.

Alasan Nikon D5 Dipilih untuk Misi Artemis II

Kamera Nikon D5 diluncurkan sekitar tahun 2016 dan merupakan DSLR kelas profesional dengan sensor CMOS 20,8 megapiksel. Kamera ini unggul dalam performa ISO, dengan rentang dari 100 hingga 102.400 dan dapat diperluas hingga setara ISO 3.280.000, membuatnya sangat andal untuk pemotretan dalam kondisi cahaya rendah.

Sistem autofokus D5 juga sangat baik, menggunakan sistem 153 titik AF yang canggih untuk kelas DSLR saat itu. Kelebihan lain yang krusial untuk misi luar angkasa adalah bodi kamera yang kokoh dan tahan banting. Kamera ini sangat tangguh dan memiliki masa pakai baterai yang lama, mampu mengambil hingga 3.780 foto dalam sekali pengisian daya.

Tantangan Kamera untuk Misi Luar Angkasa

Pengiriman kamera ke bulan bukanlah hal mudah. Perangkat harus tahan terhadap perubahan suhu ekstrem dan radiasi kosmik. Jarak luar angkasa juga menjadi tantangan tersendiri, dengan kebutuhan agar kamera tetap berfungsi sejauh hampir 238.000 mil dari Bumi.

Nikon dan NASA bekerja sama melakukan pengujian yang ketat, termasuk simulasi di laboratorium, untuk memastikan kamera bisa bertahan menghadapi kondisi keras tersebut. Meski Nikon Z9 sudah dimodifikasi dan diuji untuk misi bulan masa depan, kamera ini belum siap untuk penggunaan pada Artemis II.

Sejarah Kolaborasi Nikon dan NASA

Nikon telah lama bekerja sama dengan NASA. Model pertama Nikon yang dibawa ke luar angkasa adalah Nikon Photomic FTN dalam misi Apollo 15 pada 1971. Sejak saat itu, banyak kamera Nikon lain yang digunakan astronot dalam berbagai misi, termasuk Nikon D1 hingga D850 di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana teknologi kamera Nikon telah dipercaya untuk dokumentasi ilmiah dan eksplorasi ruang angkasa selama puluhan tahun. Dengan pengalaman tersebut, Nikon D5 menjadi pilihan yang tepat untuk misi Artemis II yang menuntut robustitas dan keandalan tinggi.

Perkembangan Kamera untuk Misi Artemis Mendatang

NASA mengungkapkan bahwa misi Artemis berikutnya akan menggunakan kamera generasi terbaru yang saat ini sedang menjalani proses sertifikasi untuk ruang angkasa. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi mirrorless seperti Nikon Z9 kemungkinan besar akan digunakan di masa depan.

Teknologi baru tersebut diharapkan dapat memberikan kemampuan fotografi yang lebih canggih dengan bobot dan ukuran yang lebih praktis untuk astronaut selama misi bulan dan eksplorasi permukaan. Namun untuk saat ini, Nikon D5 tetap menjadi pilihan utama karena keandalannya.

Siapa yang Butuh Kamera Mirrorless?

Penggunaan kamera mirrorless seperti Nikon Z9 memang menawarkan keunggulan dalam hal bobot yang ringan, fitur video lebih baik, dan kemampuan pengambilan gambar cepat. Namun, untuk kondisi ekstrim seperti misi luar angkasa, kamera DSLR yang sudah terbukti ketangguhannya lebih prioritas.

Bagi para profesional fotografi yang membutuhkan mobilitas tinggi dan kualitas video unggul, kamera mirrorless adalah pilihan utama. Namun, dalam situasi ekstrem yang membutuhkan durabilitas dan ketahanan fisik tanpa kompromi, DSLR seperti Nikon D5 masih tetap relevan dan dibutuhkan.

Kamera untuk ruang angkasa harus tahan banting dan tetap berfungsi di suhu sangat rendah hingga sangat tinggi. Oleh karena itu, meskipun teknologinya sudah usang dibanding model terbaru, kamera seperti Nikon D5 tetap dipilih untuk misi-misi luar angkasa.

Misi Artemis II juga memperlihatkan bahwa dalam dunia teknologi eksplorasi ruang angkasa, keandalan dan ketahanan fisik perangkat lebih diutamakan daripada sekadar fitur terbaru. Hal ini memberikan pelajaran untuk siapa saja yang membutuhkan perangkat teknologi untuk kondisi ekstrim.

Pemilihan Nikon D5 oleh NASA menunjukkan bahwa teknologi lawas sekalipun dapat tetap relevan jika memenuhi kebutuhan kritis dari sebuah misi. Kamera ini mencerminkan pentingnya kestabilan fungsi sebagai faktor utama dalam memilih peralatan di luar angkasa, dibandingkan dengan berbagai inovasi terbaru yang belum teruji.

Berita Terkait

Back to top button