Bitcoin Bangkit Dari Jurang Kejatuhan Tajam Setelah Serangan Bom AS dan Israel ke Iran Mengguncang Pasar Crypto!

Beberapa waktu lalu, harga Bitcoin mengalami penurunan drastis setelah Amerika Serikat dan Israel memulai operasi militer bersama dengan pengeboman terhadap target-target militer di Iran. Serangan ini bertujuan menghentikan program nuklir dan rudal balistik Iran serta menyingkirkan sejumlah pemimpin militer kunci. Dalam waktu sekitar satu jam, nilai Bitcoin merosot dari $65.572 menjadi $63.176.

Setelah penurunan tersebut, Bitcoin mulai pulih dan kini diperdagangkan sekitar $65.051, masih mencatatkan kerugian harian sekitar 0,8% dan penurunan mingguan sebesar 5,2%. Mata uang kripto utama lainnya seperti Ethereum, XRP, dan Solana juga mengalami penurunan signifikan tapi berhasil memulihkan sebagian besar nilainya dengan kerugian harian di bawah 2%.

Dampak Geopolitik Terhadap Pasar Kripto

Gejolak geopolitik seringkali memengaruhi harga aset kripto, sebagaimana dipahami setelah penurunan harga Bitcoin saat Rusia menginvasi Ukraina pada tahun sebelumnya. Kali ini, serangan gabungan di Iran kembali menimbulkan gejolak pasar dengan likuidasi besar-besaran di sektor crypto. Dalam 24 jam terakhir, sekitar $490 juta posisi pasar kripto dilikuidasi, didominasi oleh posisi panjang Bitcoin dan Ethereum.

Jumlah likuidasi tersebut terdiri dari posisi Bitcoin senilai $196 juta dan Ethereum sebesar $132 juta. Meskipun serangan tersebut berdampak negatif dalam jangka pendek, respons pasar yang cepat juga menunjukkan bahwa investor mulai menstabilkan posisinya meskipun risiko geo-politik masih membayangi.

Kondisi Iran dan Reaksi Balasan

Pengeboman berdampak luas bagi Iran, yang kemudian melancarkan serangan balasan terhadap aset militer AS di wilayah Timur Tengah. Selain dampak militer, korban sipil juga dilaporkan meningkat dengan setidaknya 85 warga termasuk anak perempuan meninggal dunia akibat serangan di provinsi Minah.

Situasi di lapangan ini memperkuat spekulasi bahwa rezim Iran menghadapi tekanan berat dan sejumlah analis kini memperkirakan kemungkinan runtuhnya pemerintahan Iran semakin tinggi. Pasar prediksi Myriad bahkan mencatat probabilitas keruntuhan rezim meningkat menjadi 51% sebelum bulan Oktober, naik 20% dari hari sebelumnya.

Perkembangan Harga Bitcoin dalam Sejak Awal Tahun

Harga Bitcoin sejak awal tahun juga menunjukkan tren penurunan signifikan. Dimulai dari sekitar $87.000, kripto ini telah mengalami penurunan total hingga 23% selama sebulan terakhir. Titik tertinggi sepanjang masa Bitcoin yang tercatat di Oktober lalu mencapai lebih dari $126.000, namun saat ini harga Bitcoin berada sekitar separuh dari puncak tersebut.

Pasar kripto yang sangat sensitif terhadap dinamika politik dan perang semakin menegaskan peran geopolitik dalam menentukan volatilitas harga aset digital. Investor dan analis diharapkan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah guna memahami implikasi jangka panjang terhadap pasar kripto global.

Berbagai indikator teknikal dan fundamental akan menjadi penentu utama pergerakan harga Bitcoin ke depan, khususnya di tengah ketidakpastian yang terus meningkat akibat konflik yang sedang berlangsung.

Berita Terkait

Back to top button