Bitcoin Ethereum Tembus Level Tertinggi Pasca Serangan Iran, Para Negara Bersiap Hadapi Dampak Keuangan Global

Bitcoin dan Ethereum menunjukkan kenaikan signifikan setelah serangan militer AS ke Iran memicu penurunan harga yang tajam. Bitcoin rebound ke sekitar $67.000 setelah sebelumnya menyentuh level $63.000. Ethereum juga naik lebih dari 6,5% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di bawah $2.000 setelah sempat turun ke $1.841.

Ketegangan geopolitik meningkat ketika Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut. Harga Bitcoin sempat melonjak di atas $68.000 setelah pengumuman ini. Namun, para ahli memperingatkan volatilitas pasar kripto akan tetap tinggi saat bursa saham AS kembali buka.

Respons Pasar dan Potensi Volatilitas

Hayden Hughes, mitra pengelola di Tokenize Capital, menyatakan bahwa penemuan harga sebenarnya akan terjadi ketika pasar saham AS dan dana exchange-traded fund (ETF) Bitcoin dibuka kembali. Dia menyoroti risiko eskalasi konflik, seperti serangan misil ke Dubai dan potensi penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi belum terkendali.

Hughes juga mengungkapkan bahwa pasar kripto merespons cepat laporan operasi militer gabungan AS-Israel terhadap Iran. Nilai pasar kripto turun sebesar $128 miliar dalam hitungan menit, disertai dengan likuidasi paksa yang berantai. Jika investor Bitcoin ETF memilih keluar, harga Bitcoin bisa kembali turun di bawah $63.000.

Di sisi lain, sebagian analis melihat Bitcoin dan Ethereum telah melewati tekanan awal. Ash Crypto, pengamat pasar kripto, menyebutkan keduanya kini sedang “pumping hard,” yang berarti harga mengalami kenaikan signifikan pasca berita serangan Iran. Kondisi ini menunjukkan pasar mungkin mengantisipasi konflik yang singkat.

Pandangan Analis dan Dampak Terhadap Pasar Global

Markus Thielen, kepala riset di 10x Research, menilai bahwa para trader umumnya tidak memperkirakan konflik Iran akan memberikan dampak ekonomi negatif besar. Minat terhadap opsi Bitcoin untuk kenaikan harga juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal ini menandakan sentimen pasar yang tetap optimis meski ada ketegangan geopolitik.

Serangan balasan dari militer Iran menyasar berbagai target di Israel dan beberapa negara Timur Tengah lainnya. Pasar keuangan dunia pun mulai bersiap menghadapi potensi guncangan akibat eskalasi konflik. Di Korea Selatan misalnya, Ketua Komisi Layanan Keuangan Lee Eok-won memanggil rapat darurat untuk membahas situasi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Pasar Kripto Saat Ini

  1. Ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah menyebabkan lonjakan volatilitas.
  2. Keterbukaan pasar saham AS dan ETF Bitcoin menjadi momen penentu arah harga selanjutnya.
  3. Respons cepat pasar kripto terhadap berita militer menunjukkan hubungan kuat antara geopolitik dan aset digital.
  4. Sentimen optimis investor ETF Bitcoin berperan menjaga harga dari keruntuhan lebih dalam.

Perkembangan harga Bitcoin dan Ethereum ini mencerminkan ketahanan pasar kripto di tengah ketidakpastian global. Namun, risiko jatuhnya harga tetap ada jika investor kehilangan kepercayaan pada stabilitas aset digital di masa konflik. Para pelaku pasar di berbagai negara kini menunggu perkembangan situasi geopolitik dan keputusan regulator untuk merespons dinamika tersebut.

Berita Terkait

Back to top button