Strategy Menggelontorkan $200 Juta ke Bitcoin, Naikkan Dividen STRC Lagi, Apakah Ini Sinyal Kepercayaan di Tengah Tekanan Pasar?

Strategy, perusahaan yang berbasis di Tysons Corner, Virginia, mengumumkan pembelian Bitcoin ketiganya yang terbesar tahun ini senilai $200 juta. Pembelian ini menggunakan pendanaan yang sebagian berasal dari penerbitan saham preferen, yang disebut STRC.

Hingga saat ini, Strategy memegang sekitar 720.750 Bitcoin dengan nilai pasar sekitar $49,5 miliar. Pembelian terakhir mencakup sekitar 3.000 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar $67.700 per unit.

Perusahaan mengalami rugi tidak terealisasi karena harga Bitcoin turun di bawah $76.000 bulan lalu. Pada perdagangan terakhir, harga Bitcoin berada di kisaran $68.452, menyebabkan nilai simpanan Strategy turun sebesar $5,3 miliar secara kertas.

Meskipun demikian, harga saham Strategy naik hampir 6% mencapai sekitar $137 pada hari Senin. Namun, harga saham ini masih turun sekitar 60% selama enam bulan terakhir.

Dalam upayanya mengelola pendanaan, minggu lalu Strategy memperoleh lebih banyak dana dari penerbitan saham preferen STRC daripada yang dihabiskan untuk membeli Bitcoin, dengan pemasukan sekitar $33 juta. Saham preferen STRC ini dikenal sebagai produk “kredit digital” dengan tingkat dividen variabel.

Baru-baru ini, perusahaan meningkatkan dividen bulanan STRC menjadi 11,5%. Ini merupakan kali ketujuh dividen STRC dinaikkan sejak diperkenalkan sebagai instrumen tunai berisiko rendah dan imbal hasil tinggi pada bulan Juli.

Pendanaan melalui saham preferen ini dilakukan untuk menjaga aliran pembelian Bitcoin tanpa harus merugikan pemegang saham biasa di tengah tekanan pasar dan kekhawatiran penurunan harga Bitcoin yang berkelanjutan.

Sejauh ini, total penerbitan saham preferen STRC mencapai $3,4 miliar, didukung oleh IPO sebesar $2,5 miliar pada bulan Juli yang mengalami kelebihan permintaan. Bulan lalu, Strategy mengumpulkan $85,5 juta dari penjualan STRC serta $450 juta dari saham biasa.

Dalam hal likuiditas, perusahaan menyiapkan miliaran dolar sebagai dana cadangan untuk membayar dividen di masa depan. Namun, beberapa pihak mempertanyakan kemampuan jangka panjang mereka dalam memenuhi pembayaran tersebut.

Menurut pasar prediksi Myriad, ada penurunan kemungkinan Strategy akan menjual Bitcoin dalam tahun ini, dari 28% menjadi 15%. Hal ini menunjukkan keyakinan pasar terhadap strategi jangka panjang perusahaan.

Ketika mengumumkan kerugian kuartal keempat sebesar $12,4 miliar akibat fluktuasi nilai aset, Ketua Eksekutif Strategy Michael Saylor menegaskan bahwa pergeseran ke “kredit digital” memperkuat posisi perusahaan dan sejalan dengan strategi jangka panjang mereka pada Bitcoin.

Langkah Strategy meningkatkan investasi Bitcoin sambil menaikkan dividen saham preferen menunjukkan keyakinan mereka terhadap prospek aset kripto ini. Strategi pendanaan dengan saham preferen juga memberikan fleksibilitas tanpa mengorbankan nilai saham biasa, meskipun pasar menghadapi volatilitas tinggi.

Berikut rangkuman informasi penting tentang aktivitas terbaru Strategy:
1. Pembelian Bitcoin senilai $200 juta, sekitar 3.000 unit pada harga rata-rata $67.700.
2. Kepemilikan total Bitcoin sekitar 720.750 unit dengan nilai pasar $49,5 miliar.
3. Dividen bulanan saham preferen STRC dinaikkan menjadi 11,5%.
4. Total penerbitan STRC mencapai $3,4 miliar dengan IPO yang sangat diminati.
5. Pendanaan STRC menjadi alternatif agar pembelian Bitcoin tetap berjalan tanpa melemahkan saham biasa.
6. Kerugian kuartal keempat sebesar $12,4 miliar akibat fluktuasi harga Bitcoin.
7. Pasar prediksi menurunkan kemungkinan penjualan Bitcoin oleh Strategy tahun ini.

Kinerja dan keputusan pendanaan Strategy memberikan gambaran penting bagi investor terkait dinamika pasar Bitcoin dan cara perusahaan ini menjaga likuiditas sekaligus menambah asetnya. Pengembangan dividend yield pada saham preferen juga menarik perhatian sebagai instrumen investasi alternatif di tengah ketidakpastian pasar kripto.

Berita Terkait

Back to top button