Canon Hidupkan Kembali Lensa Katadioptrik, Mungkinkah Zoom Full-Frame Super Cepat dan Compact Jadi Kenyataan?

Canon tengah mengembangkan lensa zoom yang lebih ringkas menggunakan teknologi optik yang cukup kuno namun menarik, yaitu lensa katadioptrik. Lensa ini memadukan elemen refraktif dan reflektif untuk membentuk gambar, sehingga desainnya berbeda dari lensa konvensional yang hanya mengandalkan elemen refraktif.

Lensa katadioptrik sering disebut juga sebagai lensa cermin karena adanya permukaan cermin di dalamnya yang melipat jalur cahaya. Dengan memanfaatkan pantulan cahaya, jalur optik menjadi lebih pendek, sehingga lensa dapat diproduksi dalam ukuran yang lebih kecil dan kompak dibandingkan lensa telefoto tradisional.

Apa Itu Lensa Katadioptrik?
Lensa katadioptrik menggunakan kombinasi cermin dan lensa pembias yang mengarahkan cahaya ke sensor dengan cara dipantulkan berulang kali di dalam tabung lensa. Mekanisme ini membuat perjalanan cahaya tidak lurus seperti pada lensa biasa. Desain ini sangat umum dipakai pada lensa telefoto panjang yang tetap ringkas dalam ukuran.

Salah satu kekhasannya adalah efek bokeh berbentuk “donat” yang muncul pada area blur gambar, yang biasanya kurang disukai sebagian fotografer. Selain itu, lensa jenis ini memiliki aperture tetap sehingga kurang fleksibel untuk mengatur kedalaman bidang. Kualitas ketajaman gambar yang dihasilkan cenderung lebih rendah dibanding lensa premium biasa.

Paten Canon untuk Lensa Katadioptrik Terbaru
Baru-baru ini, Jepang paten no. 2026-033938 yang diajukan Canon mengungkap beberapa desain lensa zoom full-frame dengan pendekatan katadioptrik. Termasuk model 28-45mm f/1.2, 28-55mm f/1.4, dan 35-70mm f/1.4. Ini menunjukkan Canon berusaha memangkas ukuran lensa zoom berukuran besar sambil menjaga aperture sangat terang, yang jarang ditemui di lensa zoom full-frame.

Sebelumnya, Canon sudah memiliki paten lensa telefoto katadioptrik dengan focal length 400mm f/3.6 dan 800mm f/5, namun yang sekarang lebih kecil dan memiliki aperture lebih besar, mengindikasikan upaya membuat lensa zoom yang cepat dan serbaguna dengan footprint lebih minimal.

Tantangan dan Potensi Pengembangan
Lensa katadioptrik selama ini tidak populer untuk kamera dengan lensa bisa lepas-pasang karena masalah bokeh “donat”, keterbatasan aperture tetap, dan kualitas gambar yang tak setajam lensa refraktif modern. Meski begitu, Canon mungkin tengah mencari cara baru untuk mengatasi hambatan tersebut.

Pengembangan lensa katadioptrik bisa saja diarahkan untuk model kamera mirrorless kelas atas seperti EOS R5 Mark II, EOS R6 Mark III, atau paten khusus untuk kamera kompak baru. Keuntungan utama yang diincar adalah ukuran lensa yang sangat ringkas dan aperture terang yang memungkinkan pemotretan dalam kondisi cahaya rendah tanpa menambah bobot perangkat.

Daftar Fokus dari Paten Canon:

  1. Lensa zoom full-frame dengan desain katadioptrik: 28-45mm f/1.2, 28-55mm f/1.4, 35-70mm f/1.4.
  2. Lensa telefoto panjang yang lebih lama: 400mm f/3.6, 800mm f/5.
  3. Lensa lain untuk format APS-C dan Super-35 serta kamera kompak dengan aperture lebar.

Konteks Industri dan Kecenderungan Canon
Canon dikenal sebagai pemimpin dalam pengajuan paten, bahkan mengungguli industri kamera selama 42 tahun berturut-turut. Di tahun 2025 saja, mereka mengajukan lebih dari 2.600 paten di AS. Namun tidak semua paten ini diwujudkan menjadi produk di pasar.

Meski begitu, paten lensa katadioptrik ini menandakan Canon serius meneliti teknologi lama untuk dimodernisasi dan diadaptasi ke kebutuhan fotografi masa kini. Jika berhasil mengatasi kekurangan lensa cermin, Canon dapat menghadirkan lensa zoom cepat dan kompak dengan kemampuan yang selama ini sulit dicapai oleh sistem lensa lain.

Dengan tren kamera mirrorless full-frame terus berkembang, inovasi optik ini berpotensi menjadi salah satu terobosan penting di lini produk Canon berikutnya. Kemungkinan lensa katadioptrik menjadi pilihan baru bagi fotografer yang menginginkan lensa ringan dan cepat tetap terbuka lebar.

Sebagai informasi tambahan, sementara teknologi katadioptrik menawarkan keunggulan ukuran dan kecepatan aperture, pengguna tetap harus mempertimbangkan karakteristik dan efek khusus yang dihasilkan saat memilih jenis lensa ini untuk perangkat mereka.

Terkait