Perbankan besar dunia mulai bergerak serius memasuki layanan kustodi kripto. Dalam beberapa hari terakhir, Morgan Stanley, Citigroup, dan Barclays mengumumkan rencana strategis terkait penyimpanan dan pengelolaan aset digital. Langkah ini menandai transisi institusi keuangan tradisional ke ranah aset kripto yang semakin matang.
Morgan Stanley mengajukan permohonan kepada Office of the Comptroller of the Currency (OCC) untuk memperoleh izin sebagai national trust bank. Entitas bernama Morgan Stanley Digital Trust, National Association ini akan mengintegrasikan layanan kustodi, perdagangan, swap, staking, hingga penerbitan stablecoin dalam satu payung pengawasan federal. Amy Oldenburg, kepala aset digital Morgan Stanley, menegaskan bahwa pihaknya ingin membawa aktivitas Bitcoin seperti trading dan lending ke dalam ekosistem internal bank.
Sementara itu, Citigroup siap meluncurkan layanan kustodi Bitcoin yang memungkinkan institusi menyimpan BTC bersama dengan aset tradisional seperti saham, obligasi, dan kas. Nisha Surendran, pemimpin produk Citigroup, menyebut pendekatan ini sebagai upaya membuat Bitcoin “bankable” dengan model layanan terpadu yang menggabungkan crypto dan sekuritas konvensional. Langkah ini mengubah permainan jaminan (collateral) di kalangan institusi yang mengelola portofolio campuran aset kripto dan instrumen keuangan tradisional.
Barclays juga aktif menyiapkan platform pembayaran berbasis blockchain yang bisa mendukung stablecoin dan deposito tokenisasi. Bank ini telah mengirim permintaan informasi (RFI) kepada sejumlah penyedia teknologi dengan target memilih vendor pada bulan April. Barclays sendiri sudah memiliki kepemilikan di Ubyx, startup stablecoin yang berafiliasi dengan Tether.
Dampak dan Implikasi bagi Industri Kripto
Langkah ketiga bank besar ini menunjukkan sinyal kuat bahwa institusi keuangan terbesar dunia tidak lagi sekadar mengamati, tetapi benar-benar memasuki ranah aset digital. Morgan Stanley dengan $8 triliun aset di bawah pengelolaan berharap sebagian besar kliennya membawa aset kripto yang saat ini disimpan di luar platform ke dalam ekosistem mereka. Struktur trust bank memungkinkan mereka untuk bersaing langsung dengan layanan kustodian kripto seperti Coinbase Custody, BitGo, dan Anchorage dengan keunggulan regulasi federal yang ketat.
Citigroup mengusung konsep cross-margining, dimana aset kripto bisa dipergunakan sebagai jaminan dalam akun yang sama dengan ekuitas dan obligasi. Inovasi ini memperkuat aspek likuiditas dan efisiensi modal bagi investor institusi yang menggabungkan portofolio tradisional dan kripto. Pendekatan menyatukan layanan keuangan konvensional dan aset digital adalah tanda bahwa kripto semakin diterima dalam ekosistem finansial yang lebih luas.
Industri sudah melihat lonjakan aplikasi izin charter bank kustodi kripto dari beberapa institusi besar. Selain Morgan Stanley, Coinbase, Bridge milik Stripe, Crypto.com, dan World Liberty Financial juga sedang mengajukan permohonan kepada OCC. Statistik menunjukkan, rata-rata OCC memproses kurang dari empat aplikasi charter baru per tahun selama dekade terakhir, namun hanya dalam dua tahun ke depan sudah ada 14 aplikasi yang diajukan.
Respons dan Prediksi dari Para Analis
Hunter Horsley, CEO Bitwise, menilai bahwa institusi dan korporasi besar dunia sudah benar-benar masuk ke ranah crypto secara penuh. Dia memprediksi tahun ini banyak kejutan dalam adopsi teknologi crypto oleh institusi besar. Pendekatan Morgan Stanley yang mengedepankan keandalan merek dan keamanan yang tinggi menegaskan bahwa bank tidak ingin sekadar menyewa teknologi, melainkan membangun solusi internal yang beroperasi tanpa gagal.
Investasi pada infrastruktur kustodi yang terintegrasi mencerminkan pandangan optimis terhadap masa depan cryptocurrency. Hal ini sekaligus membantah anggapan bahwa investasi di kripto merupakan risiko yang terlalu tinggi atau tidak berkelanjutan. Hadirnya layanan kustodi berlisensi dari bank-bank besar akan membantu mengurangi hambatan akses bagi lembaga keuangan dan investor besar lainnya.
Penggabungan layanan kustodi kripto dengan sistem perbankan tradisional diprediksi akan mempercepat masuknya modal institusional dan memperluas adopsi teknologi blockchain di berbagai sektor. Dengan mekanisme pengawasan yang ketat, bank-bank besar juga memperkuat kepercayaan publik terhadap aset digital yang sebelumnya dipandang volatil dan kurang aman.
Secara keseluruhan, kemunculan trust bank kripto dari institusi seperti Morgan Stanley, Citigroup, dan Barclays menandakan era baru dalam evolusi keuangan digital. Ini bukan sekadar tren sementara, tetapi fondasi bagi integrasi aset kripto ke dalam sistem keuangan global yang lebih inklusif dan stabil. Pasar kini menanti respons dari regulator dan pelaku industri terhadap pembaruan signifikan ini.
