
Circle, penerbit stablecoin USDC, mencatat kenaikan signifikan pada sahamnya yang melonjak hingga 15% pada perdagangan Senin. Lonjakan ini memperpanjang kenaikan saham Circle sekitar 60% sejak laporan pendapatan kuartal keempat diumumkan pekan lalu, kondisi yang sejalan dengan rally pasar kripto yang lebih luas.
Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan sirkulasi USDC sebesar 72% mencapai $75,3 miliar, serta pendapatan perusahaan yang tumbuh 77% hingga mencapai $770 juta. Meskipun mencatat kerugian bersih terkait kompensasi IPO, data menunjukkan fundamental bisnis stablecoin Circle terus menguat.
Performa Saham Circle dan Kondisi Pasar Kripto
Saham Circle dengan kode CRCL saat ini diperdagangkan pada harga $96, meningkat 71% dalam waktu lebih dari satu bulan menurut data Google Finance. Namun, saham ini masih turun lebih dari 10% sejak debutnya di Bursa Efek New York pada Juni tahun lalu. Lonjakan saham terjadi bersamaan dengan stabilnya pasar aset kripto utama, seperti Bitcoin yang bergerak di sekitar harga $68.372 setelah pulih dari penurunan akibat serangan militer yang dipimpin AS terhadap Iran.
Kondisi geopolitik dan regulasi menjadi perhatian utama para investor. Misalnya, Presiden Donald Trump mengumumkan operasi militer besar-besaran yang berdampak pada volatilitas pasar. Namun, pasar tampak fokus pada fundamental stablecoin dan peluang regulasi, yang menegaskan stabilitas dan potensi jangka panjang sektor ini.
Regulasi dan Momentum Stablecoin
Beberapa pekan terakhir, Kantor Pengawas Mata Uang AS (OCC) mengeluarkan proposal pelaksanaan GENIUS Act, regulasi yang khusus mengatur stablecoin setelah disahkan menjadi undang-undang. Aturan ini berencana membatasi beberapa program imbalan stablecoin, yang diperkirakan akan memengaruhi struktur penghargaan USDC di platform seperti Coinbase.
Sean Dawson, Kepala Riset di Derive, menyampaikan bahwa permintaan stablecoin dan prediksi positif jangka menengah hingga panjang membuat saham Circle dan proyek stablecoin menjadi pilihan investasi menarik. Bersamaan dengan dukungan regulasi, investor melihat Circle sebagai tempat investasi yang relatif stabil di pasar aset digital yang sedang lesu.
Transformasi Circle Menjadi Infrastruktur Pembayaran AI
Di sisi lain, analis mulai memandang Circle tidak hanya sebagai token kripto, melainkan sebagai infrastruktur pembayaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Pav Hundal dari bursa Swyftx mengatakan, "USDC bukanlah sekadar taruhan kripto; ini adalah taruhan pada infrastruktur pembayaran dan agen digital."
Model masa depan yang digambarkan melibatkan agen AI yang melakukan transaksi secara otomatis, menghindari biaya tinggi, dan memilih jalur penyelesaian biaya terendah. Stablecoin USDC telah siap untuk peran ini, menempatkan Circle pada posisi dominan di era digital yang didorong AI.
Dalam panggilan pendapatan terakhir, CEO Circle Jeremy Allaire menekankan bahwa AI akan menjadi pendorong utama percepatan aktivitas ekonomi terbesar dalam sejarah manusia. Ini memberikan sinyal bahwa perusahaan membangun strategi jangka panjang dengan memanfaatkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan pertumbuhan.
Dinamika Pasokan Stablecoin dan Persaingan
Tahun ini, pertumbuhan pasokan USDC mencapai 0,1%, mengungguli Tether (USDT) yang mengalami penurunan 2%. Kenaikan ini sebagian besar didukung oleh meningkatnya penggunaan di platform seperti Polymarket. Faktor distribusi sangat krusial, di mana kolaborasi dengan saluran distribusi yang tepat berkontribusi pada keberhasilan USDC.
Selain itu, jika RUU CLARITY yang sedang dipertimbangkan akhirnya melarang distributor berbagi pendapatan, hal ini justru bisa menguntungkan Circle. Pembatasan tersebut dapat melindungi basis pendapatan Circle dari tekanan persaingan yang berlebihan.
Dengan berbagai faktor tersebut, saham Circle serta stablecoin USDC menunjukkan tren positif yang melampaui pasar kripto secara keseluruhan. Kinerja kuat ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan inovasi yang dihadirkan Circle dalam ekosistem keuangan digital global.









