
Amerika Serikat kini menggunakan drone murah hasil tiruan dari teknologi Iran dalam operasi militer di Timur Tengah. Drone yang dinamai LUCAS ini menandai perubahan strategi militer AS yang mengandalkan senjata otonom dengan biaya rendah. CENTCOM mengonfirmasi bahwa LUCAS digunakan dalam Operasi Militer Epic Fury sebagai balas dendam terhadap serangan di wilayah tersebut.
LUCAS merupakan replika dari drone Shahed-136 buatan Iran yang selama ini menjadi alat tempur penting di medan konflik. Drone ini dibuat oleh Spectreworks dan dipatenkan sebagai solusi murah meriah bagi kebutuhan militer AS. Harga per unitnya hanya sekitar US$ 35.000, jauh lebih rendah dibandingkan rudal konvensional yang bisa bernilai jutaan dolar AS.
Penggunaan Drone Murah Sebagai Taktik Militer Baru
Serangan menggunakan LUCAS menjadi bukti nyata bahwa perang modern menyesuaikan diri dengan teknologi yang murah dan efektif. Drone satu arah ini dipersiapkan untuk berbagai fungsi, mulai dari pengintaian hingga serangan langsung. Bentuk modularnya memungkinkan pembawa amunisi yang dapat disesuaikan menurut kebutuhan misi.
Pada Desember lalu, satu skuadron LUCAS diujicobakan di Teluk Persia melalui peluncuran dari kapal perang Santa Barbara. Meski data jumlah drone yang diterjunkan dalam operasi tidak diungkap, sumber militer AS meyakini bahwa skuadron ini dapat berjumlah dari ratusan hingga ribuan unit. Hal ini mencerminkan pergeseran signifikan dari metode operasi skuadron tradisional.
Dampak Pengadaan Senjata Murah terhadap Industri Pertahanan AS
Pengembangan drone murah seperti LUCAS dipicu oleh kekhawatiran atas persediaan senjata utama Amerika Serikat. Mantan Menteri Pertahanan Mark Esper menilai bahwa anggaran dan kapasitas produksi saat ini tidak memadai untuk kampanye militer jangka panjang. Fokus sekarang adalah pada perangkat otonom yang tidak menguras sumber daya dan mudah diganti.
Data dari CENTCOM menunjukkan kecepatan adaptasi teknologi ini terjadi sejak Spectreworks memperkenalkan LUCAS pada Juli tahun lalu. Kemampuan sistem ini diuji dalam waktu singkat mencakup berbagai skenario tempur, sekaligus menjaga efektivitas dan fleksibilitas dalam pertempuran. Drone ini bertujuan menandingi keunggulan drone kamikaze Iran yang selama ini terbukti efektif di zona konflik Timur Tengah.
Persaingan Drone Murah di Timur Tengah
Timur Tengah menjadi medan uji coba utama penggunaan drone berbiaya rendah antara kekuatan besar. Iran mempopulerkan drone Kamikaze Shahed-136 yang banyak digunakan dalam konflik regional dan global. AS membalas dengan LUCAS sebagai bentuk penyesuaian strategi di wilayah yang sama.
Perkembangan ini mengindikasikan adanya perlombaan senjata drone murah dengan keuntungan biaya produksi dan penggunaan. Teknologi modular yang dapat diadaptasi untuk berbagai kebutuhan juga meningkatkan dinamika perang modern yang semakin mengandalkan kecanggihan tanpa biaya mahal.
Fakta-Fakta Utama Tentang Drone LUCAS
- Diproduksi oleh Spectreworks dan mulai dipamerkan bulan Juli.
- Harga unit sekitar US$ 35.000—jauh lebih murah dibandingkan rudal tradisional.
- Digunakan oleh CENTCOM sejak Desember dalam operasi di Teluk Persia.
- Kapasitas skuadron mencapai ratusan hingga ribuan drone satu arah.
- Dirancang modular untuk berbagai misi termasuk pengintaian dan serangan.
Strategi baru yang mengandalkan drone murah ini bukan saja mengubah cara Amerika Serikat bertempur di Timur Tengah, tetapi juga menggeser pola konflik dengan menampilkan efisiensi biaya dan kemampuan teknologi otonom. Serangan dengan LUCAS menjadi sinyal penting bahwa perang masa depan akan didominasi oleh senjata tanpa awak yang semakin terjangkau dan mudah diperbanyak. Ancaman ini sekaligus mewarnai ketegangan di kawasan yang selama ini menjadi pusat persaingan kekuatan global.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com








