Bitcoin Bangkit Kembali Saat Emas dan Minyak Melonjak, Ketegangan Perang Mengancam Pasar Global!

Bitcoin menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat turun cukup tajam akibat sentimen geopolitik yang memanas. Harga Bitcoin kini bergerak mendekati $69.166,77, naik sekitar 3% dalam waktu semalam dan menguat 8,9% dari level terendah pada akhir pekan yang mencapai $63.000.

Pasar kripto secara umum masih berada dalam rentang perdagangan yang ketat sejak awal Februari. Ketidakpastian pasar terus meningkat setelah Bitcoin sempat mendekati level psikologis $70.000 sebelum turun ke sekitar $62.500 akibat ketegangan geopolitik yang melibatkan serangan militer.

Serangan yang menewaskan Ayatollah Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menjadi pemicu utama pergerakan pasar akhir pekan lalu. Insiden ini memicu serangan balasan dan menimbulkan kekhawatiran terkait gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur energi yang sangat vital secara global.

Data dari Coinglass mencatat bahwa pada tanggal 28 Februari, sebanyak 153.237 trader mengalami likuidasi dalam kurun waktu 24 jam dengan total likuidasi mencapai $517,91 juta. Meski demikian, tekanan jual ini relatif terkendali, menandakan pasar sudah mempersiapkan diri menghadapi situasi volatil yang parah.

Pasar tradisional bereaksi lebih dramatis terhadap peristiwa tersebut. Harga emas naik 2,1% ke $5.392,77 per ons, level tertinggi dalam lebih dari sebulan terakhir. Perak juga mengalami kenaikan signifikan, sementara harga minyak mentah jenis WTI melonjak 7% ke angka $72 per barel karena antisipasi risiko pasokan terganggu.

Di sisi lain, indeks saham AS mencatat penurunan. Kontrak berjangka pada S&P 500 turun 0,53%, sementara Nasdaq 100 merosot 0,42% sejak awal perdagangan hari. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar saham yang melemah seiring eskalasi konflik.

Bitcoin dan aset kripto lainnya menunjukkan daya tahan yang lebih baik. Sebagian besar aksi jual terjadi saat pasar saham AS tutup pada hari Sabtu, memberikan ruang bagi aset digital untuk menyerap guncangan di lingkungan likuiditas yang lebih tipis.

Meski faktor geopolitik menjadi pemicu utama kenaikan volatilitas akhir pekan, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pada pekan ini dapat menjadi pendorong tren harga selanjutnya. Beberapa indikator penting yang dinantikan meliputi:

1. ISM Manufacturing PMI (2 Maret)
2. ADP Nonfarm Payrolls (4 Maret)
3. ISM Services PMI (4 Maret)
4. Klaim Pengangguran (5 Maret)
5. Nonfarm Payrolls dan Tingkat Pengangguran (6 Maret)
6. Penjualan Ritel (6 Maret)

Dengan risiko konflik dan ketidakpastian makroekonomi yang bersamaan, pergerakan harga Bitcoin kemungkinan besar akan lebih dipengaruhi oleh rilis data ekonomi daripada peristiwa militer atau geopolitik selanjutnya.

Investor diminta memperhatikan data makro tersebut agar dapat mengantisipasi arah pasar dalam jangka pendek dan menengah. Kondisi ini mencerminkan bagaimana sentimen pasar global kini sangat sensitif terhadap kombinasi faktor politik dan ekonomi yang saling berkaitan.

Berita Terkait

Back to top button