
Morgan Stanley semakin dekat meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) pertama yang terkait dengan Bitcoin. Perusahaan berusia 91 tahun ini telah mengajukan prospektus yang merinci struktur dana tersebut kepada otoritas regulator.
ETF merupakan instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari sejumlah investor untuk melacak kinerja aset dasar, indeks, atau sejumlah aset tertentu. Produk ini diperdagangkan di bursa saham konvensional. Sementara itu, crypto ETF memungkinkan investor memperoleh eksposur tidak langsung terhadap aset kripto tanpa harus membeli atau menyimpan aset virtual secara langsung.
Pada awal Januari, Morgan Stanley mengajukan pengajuan resmi ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat untuk meluncurkan ETF Bitcoin dan Solana. Terbaru, mereka mengajukan amandemen formulir S-1 yang menyebutkan Coinbase Custody dan Bank of New York Mellon sebagai kustodian Bitcoin. Kustodian ini bertugas menjaga aset Bitcoin secara aman.
Bitcoin yang disimpan oleh kustodian akan ditempatkan dalam cold storage vault, yaitu penyimpanan offline yang kunci privatnya tidak terhubung ke internet. Metode ini digunakan untuk mencegah pencurian akibat serangan siber. Meski aset tidak diasuransikan oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), perlindungan tetap diberikan melalui perusahaan asuransi swasta.
Namun, perlu dicatat bahwa asuransi tersebut berlaku secara kolektif untuk seluruh pelanggan dan tidak dapat menanggung semua kerugian bila terjadi pencurian besar. Dalam hal penilaian harga ETF, Morgan Stanley akan menggunakan patokan harga berupa indeks agregat dari aktivitas perdagangan spot di bursa utama.
Berikut beberapa poin penting mengenai rencana peluncuran ETF Bitcoin oleh Morgan Stanley:
1. Produk ETF bertujuan memberikan akses investasi terhadap Bitcoin dan Solana tanpa kepemilikan langsung.
2. Custodian utama adalah Coinbase Custody dan Bank of New York Mellon yang menyimpan aset dalam cold storage.
3. Penyimpanan dilakukan secara offline untuk mengurangi risiko serangan siber.
4. Asuransi perlindungan disediakan oleh perusahaan swasta, tapi bersifat terbatas.
5. Penentuan harga ETF mengikuti indeks harga rata-rata perdagangan spot terbesar.
Langkah Morgan Stanley ini menandai kemajuan signifikan dari institusi finansial mapan dalam merangkul aset kripto secara resmi. Dengan pendekatan yang mengedepankan keamanan dan regulasi, ETF Bitcoin ini berpotensi menjadi pilihan investasi yang lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan dibandingkan pembelian kripto langsung.
Monitoring perkembangan pengajuan regulasi dan proses peluncuran ETF ini akan terus memberikan gambaran tentang bagaimana pasar aset digital semakin diterima oleh pemain keuangan tradisional. Inisiatif Morgan Stanley juga diharapkan dapat memperkuat posisi Bitcoin sebagai instrumen investasi yang semakin mainstream di masa depan.









