Iranians Berebut Bitcoin dan Dompet Pribadi Lindungi Tabungan di Tengah Ketegangan Timur Tengah yang Memuncak

Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah memicu lonjakan penggunaan Bitcoin di Iran. Data blockchain menunjukkan warga Iran secara masif menarik aset kripto dari bursa lokal dan memindahkannya ke dompet pribadi.

Langkah ini muncul di tengah ketakutan terhadap sanksi baru, pembatasan perbankan, serta kemungkinan pemutusan akses internet. Bitcoin jadi pilihan untuk aman menyimpan nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

Peningkatan Penarikan Bitcoin dari Bursa Iran

Setelah serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, nilai penarikan Bitcoin dari bursa di Iran meroket drastis. Chainalysis melaporkan total arus keluar aset kripto dari bursa Iran mencapai sekitar $10,3 juta dalam tiga hari pertama lonjakan.

Volume penarikan per jam meningkat hingga 873% dari rata-rata tahunan 2026, dengan puncak mencapai hampir $2 juta per jam. Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran, menjadi pusat kenaikan aktivitas ini, mengalami peningkatan transaksi keluar hingga 700% pasca laporan serangan.

Peralihan Dana ke Dompet Pribadi: Strategi Lindungi Aset

Pergerakan dana tidak hanya keluar dari bursa ke luar negeri, tetapi juga banyak yang dipindahkan ke dompet pribadi yang dikendalikan langsung oleh pemiliknya. Pola ini mencerminkan usaha warga untuk menyelamatkan aset dari pengawasan pemerintah atau risiko gangguan pada bursa.

Historisnya, peningkatan penarikan ke dompet pribadi pernah terjadi saat protes besar dan pemadaman internet di Iran sebelumnya. Kali ini, pola serupa muncul kembali di tengah ketegangan konflik militer, menandakan upaya warga untuk mengamankan simpanan di luar kendali pusat.

Bitcoin Sebagai Alternatif di Tengah Krisis Ekonomi dan Sanksi

Mata uang nasional Iran, rial, sudah mengalami depresiasi lebih dari 90% dalam beberapa tahun terakhir, dengan inflasi mencapai 40% hingga 50% per tahun. Akses ke sistem perbankan global juga sangat terbatas akibat sanksi internasional yang ketat sejak 2018.

Pilihan tradisional seperti emas memiliki keterbatasan seperti risiko penyitaan dan kesulitan dipindahkan antar negara. Dalam konteks ini, Bitcoin yang terdesentralisasi dan sifatnya yang likuid menawarkan solusi penyimpanan nilai dan transfer yang bisa dilakukan tanpa batasan negara.

Ekosistem Kripto Iran dan Dampak Konflik

Saat ini, nilai ekosistem kripto di Iran diperkirakan mencapai $7,8 miliar dengan volume transaksi tahunan antara $8 miliar hingga $11 miliar. Aktivitas ini terus meningkat, terutama tiap kali terjadi guncangan politik atau ketidakstabilan regional.

Penggunaan crypto di Iran berperan ganda: mendukung pemerintah dalam mengatasi pembatasan perdagangan internasional dan menjadi jalur alternatif bagi warga untuk menyelamatkan kekayaan mereka.

Lihat Data Penting Berikut:

  1. Total arus keluar aset kripto dari bursa Iran: ~$10,3 juta (periode 28 Feb–2 Mar, 2026).
  2. Lonjakan volume transaksi harian: naik 873% dibanding rata-rata 2026.
  3. Puncak penarikan per jam: hampir $2 juta.
  4. Kenaikan transaksi Nobitex: lebih dari 700% pascakabar serangan.

Konsekuensi yang Lebih Luas untuk Pasar Global

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memicu volatilitas pasar Bitcoin global. Setelah penurunan awal akibat sentimen risiko, harga Bitcoin pulih ke kisaran $68.000.

Fenomena di Iran mencerminkan tren global di negara-negara mengalami sanksi, inflasi, atau krisis keuangan seperti Venezuela, Lebanon, maupun Turki. Dalam situasi itu, aset kripto menjadi alat alternatif yang aman dan mudah dipindahkan tanpa hambatan regulasi atau kontrol modal.

Pengalaman Iran menegaskan bahwa saat kepercayaan pada sistem keuangan tradisional menurun, permintaan terhadap solusi desentralisasi seperti Bitcoin melonjak. Bagi banyak warga Iran, memindahkan simpanan ke Bitcoin dan dompet mandiri adalah langkah perlindungan finansial di tengah ketidakpastian masa depan.

Terkait