Seorang pria dari negara bagian Washington dijatuhi hukuman dua tahun penjara federal setelah terbukti mengalihkan dana sebesar $35 juta dari perusahaannya untuk mendanai proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) pribadi yang akhirnya gagal. Kasus ini mencuat setelah pasar kripto mengalami penurunan tajam pada 2022, khususnya menyusul kehancuran ekosistem Terra.
Nevin Shetty, mantan Chief Financial Officer (CFO) sebuah perusahaan perangkat lunak swasta, didakwa melakukan penipuan melalui jaringan setelah menyalahgunakan dana perusahaan. Ia secara diam-diam memindahkan dana tersebut ke usaha sampingannya yang bernama HighTower Treasury, yang berfokus pada investasi DeFi dengan janji pengembalian tahunan lebih dari 20%.
Modus Operasi dan Penyalahgunaan Dana
Shetty diketahui menyusun kebijakan investasi konservatif untuk perusahaan, yang membatasi bagaimana dana bisa digunakan. Namun, setelah mengetahui posisinya akan diberhentikan pada April 2022 karena kinerja menurun, ia melanggar aturan tersebut dengan memindahkan puluhan juta dolar ke akun HighTower Treasury. Shetty berharap dapat mengembalikan pembayaran tetap kepada perusahaan sambil mempertahankan keuntungan dari investasi tersebut.
Pada bulan pertama, investasi ini sempat menghasilkan keuntungan sekitar $133.000. Namun, situasi berubah drastis ketika pasar kripto ambruk akibat runtuhnya Terra pada Mei 2022. Nilai investasi Shetty menyusut dari $35 juta menjadi hampir nol dalam waktu singkat, menandai kerugian besar bagi perusahaan.
Dampak Kerugian pada Perusahaan
Kerugian finansial yang dialami perusahaan akibat ulah Shetty sangat berat. Perusahaan hampir mengalami kebangkrutan dan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 60 karyawannya untuk menstabilkan operasi. Hakim Distrik AS, Tana Lin, menjelaskan bahwa tindakan Shetty menyebabkan dampak yang signifikan dan serius terhadap kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.
Vonis dan Sanksi yang Diterima
Pengadilan memutuskan Shetty menjalani hukuman penjara selama dua tahun dan diwajibkan membayar restitusi sebesar $35.000.100. Setelah masa hukuman, ia akan menjalani masa pengawasan selama tiga tahun. Hakim Lin juga memberlakukan pembatasan karier, melarang Shetty menjabat sebagai pejabat atau direktur perusahaan tanpa persetujuan kantor pengawasan.
Signifikansi Kasus dalam Konteks Industri Kripto
Kasus Shetty menjadi peringatan penting tentang risiko yang melibatkan investasi kripto, terutama praktik DeFi yang tidak diawasi. Penipuan dan penyalahgunaan dana dalam sektor ini dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan dan karyawan. Peristiwa ini muncul di tengah meningkatnya insiden kejahatan kripto, termasuk serangan fisik yang bertujuan merebut aset digital di Amerika Serikat, yang semakin memprihatinkan bagi pelaku dan investor di industri blockchain.
Kasus ini menegaskan perlunya pengawasan ketat dan tata kelola yang baik dalam penggunaan dana perusahaan, khususnya ketika melibatkan teknologi dan investasi berisiko tinggi seperti DeFi. Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan untuk mencegah kerugian yang merugikan banyak pihak.







