
Aptos Labs dan Jump Crypto baru-baru ini meluncurkan Shelby Early Access, sebuah testnet publik yang memperkenalkan sistem penyimpanan objek global pertama di dunia yang dapat diverifikasi khusus untuk beban kerja kecerdasan buatan (AI). Shelby menyediakan satu namespace global bagi para pengembang untuk menyimpan dan mengakses data lintas wilayah dengan melampirkan verifikasi kriptografis pada setiap permintaan data.
Peluncuran awal ini memungkinkan pengembang dan tim AI untuk mulai mengintegrasikan Shelby dalam beban kerja nyata sebelum peluncuran produksi penuh yang dijadwalkan pada akhir tahun 2026. Sistem ini dirancang untuk mengatasi dua masalah utama dalam ekonomi AI, yaitu tingginya biaya pemindahan data dan tantangan dalam memverifikasi asal-usul data secara akurat.
Dalam banyak kasus, data yang digunakan dalam pelatihan dan pemrosesan model AI tersebar dalam silo regional di berbagai penyedia cloud. Proses pemindahan data tersebut sering menimbulkan biaya tinggi karena penyedia cloud tradisional mengenakan tarif egress setiap kali data keluar dari infrastruktur mereka. Shelby menyederhanakan masalah ini dengan memungkinkan data ditulis satu kali dan diakses secara global tanpa perlu duplikasi, sehingga dapat menekan biaya pemindahan data hingga sekitar 70% dibandingkan sistem cloud tradisional.
Fitur verifikasi kriptografi yang dibenamkan dalam setiap permintaan data pada Shelby memberikan nilai tambah signifikan bagi organisasi. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk mengkonfirmasi asal data, persetujuan penggunaan, dan hak akses dengan transparansi tinggi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan penggunaan dataset berpemilik dan data dengan persetujuan pengguna dalam pengembangan model AI modern.
Pranav, salah satu tokoh yang terlibat dalam pengembangan Shelby, mengatakan bahwa hambatan untuk membangun alat AI kini semakin menurun. Ia menyebutkan, “Salah satu momen penciptaan nilai terbesar dalam revolusi AI adalah berkurangnya hambatan dalam pemrograman. Meskipun belum nol, hambatan tersebut sudah sangat berkurang.” Pernyataan ini menegaskan potensi besar inovasi yang dapat dihasilkan dengan memanfaatkan infrastruktur seperti Shelby.
Pranav juga mendorong investor dan pengembang untuk mencoba langsung teknologi baru ini daripada hanya mengikuti narasi yang beredar. Ia menegaskan, “Setiap orang harus merasa nyaman untuk bereksperimen. Bahkan bagi investor ritel, mencoba teknologi ini sendiri akan memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai apa yang sedang terjadi.”
Shelby saat ini masih berstatus testnet. Namun, dengan ketergantungan AI yang makin meningkat pada dataset besar dan tersebar secara global, infrastruktur yang mampu menyimpan dan memverifikasi data secara aman menjadi fondasi krusial bagi ekosistem AI yang berkembang pesat. Implementasi sistem seperti Shelby diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam mendukung pemrosesan data AI yang efisien dan terpercaya di masa depan.
Keunggulan Shelby dalam Infrastruktur AI
- Menyediakan satu namespace global untuk data, memudahkan akses lintas wilayah.
- Meminimalkan biaya pemindahan data hingga 70% dibanding penyedia cloud konvensional.
- Melampirkan bukti kriptografi untuk verifikasi asal, persetujuan, dan hak penggunaan data.
- Mendukung transparansi dan keamanan data dalam pengembangan model AI proprietari.
- Mendorong inovasi dengan menurunkan hambatan teknis dalam pembuatan alat AI.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana Aptos Labs dan Jump Crypto memposisikan diri sebagai pemimpin dalam menyediakan solusi infrastruktur yang mampu menjawab tantangan data besar yang kompleks dalam dunia AI. Dengan peluncuran Shelby Early Access, mereka membuka peluang bagi komunitas pengembang untuk berkontribusi pada sistem yang berpotensi mengubah paradigma pengelolaan data AI secara global.









