
Kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan DeepSeek memproyeksikan harga XRP akan melampaui Bitcoin pada akhir 2026. Prediksi ini didasarkan pada sejumlah faktor kunci, termasuk ukuran pasar XRP yang lebih kecil yang mempermudah aliran dana ETF memberikan dampak harga lebih signifikan dibandingkan Bitcoin.
XRP saat ini diperdagangkan di kisaran $1,40 setelah menurun sebanyak 62% dari puncak $3,65 pada Juli 2025. Bitcoin berada sekitar $66.000, turun 48% dari level tinggi $126.000 pada Oktober. Meskipun keduanya mengalami tekanan penurunan, AI memperkirakan persentase pengembalian XRP akan lebih tinggi daripada Bitcoin pada akhir tahun.
Proyeksi Harga oleh ChatGPT dan DeepSeek
ChatGPT memperkirakan XRP berada di rentang $2,50 hingga $3,50 terhadap dolar AS akhir 2026. Dalam skenario optimistis, XRP bisa mencapai hingga $5–$10 jika aliran ETF meningkat dan jaringan pembayaran Ripple berkembang pesat. Dari level $1,40 saat ini, ini berarti potensi kenaikan 80–150%. Bitcoin diperkirakan berada dalam kisaran $110.000 sampai $150.000, setara kenaikan 65–125% dari harga saat ini.
DeepSeek menunjukkan optimisme lebih tinggi terhadap XRP dengan target dasar $5 hingga $8 dan potensi bull sampai $8–$10. Prediksi ini merepresentasikan potensi kenaikan 260–470% dari harga sekarang. Sementara itu, harga Bitcoin diprediksi hanya mencapai $100.000 dengan kemungkinan penurunan sementara ke $41.000 pada semester kedua. Ini menunjukkan XRP bisa mengungguli Bitcoin sebesar 5 hingga 9 kali lipat dari segi persentase.
Faktor Pendukung Dominasi XRP
Salah satu alasan utama XRP diperkirakan akan mengungguli Bitcoin adalah kapitalisasi pasar XRP yang sekitar $85 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Bitcoin yang mencapai $1,3 triliun. Hal ini membuat dana ETF memiliki dampak harga lebih cepat pada XRP. Sejak November, dana yang mengalir ke ETF XRP mencapai $1,24 miliar, sedangkan ETF Bitcoin justru mengalami penarikan sebesar $6 miliar.
Selain itu, ada sejumlah katalis penting yang dipertimbangkan oleh dua model AI ini. ChatGPT mengacu pada katalis yang sudah berjalan, seperti peningkatan aliran dana ETF XRP, stablecoin RLUSD milik Ripple yang sudah menembus kapitalisasi pasar $1 miliar, dan peran BNY Mellon yang sudah menyediakan layanan kustodian bagi investor institusional. Ini membuat prediksi ChatGPT relatif konservatif dan realistis jika tren saat ini berlanjut.
Di sisi lain, DeepSeek memasukkan variabel yang belum terwujud, seperti kemungkinan pengesahan CLARITY Act yang akan mengklasifikasikan XRP sebagai komoditas digital secara federal. Ripple juga tengah menunggu persetujuan charter bank dari OCC dan kemungkinan mendapat akses rekening di Federal Reserve. Jika skenario ini terwujud, harga XRP bisa melonjak jauh melebihi perkiraan saat ini.
Skema Potensi Performa XRP dan Bitcoin
Berikut tiga skenario performa XRP dan Bitcoin hingga akhir 2026 berdasarkan prediksi AI dan faktor pendukung:
Skenario Optimal
- CLARITY Act disahkan, aliran dana ETF naik melewati $3 miliar.
- XRP naik ke harga $2,50–$4,00, Bitcoin naik ke $100.000–$120.000.
- XRP mencatatkan kenaikan 80–185%, Bitcoin sekitar 50–80%.
- Penerapan charter bank Ripple dan adopsi RLUSD meningkat kuat, terutama di Asia.
Skenario Konsolidasi
- CLARITY Act tertunda, aliran dana ETF stabil rendah di $50–$100 juta per bulan.
- Harga Bitcoin berfluktuasi di kisaran $75.000–$100.000.
- XRP berada di rentang $1,50–$2,50.
- XRP masih sedikit mengungguli Bitcoin karena naik dari posisi dasar yang lebih rendah.
- Skenario Risiko
- Gejolak geopolitik dan kebijakan moneter ketat membuat harga Bitcoin jatuh di bawah $60.000.
- XRP terkena tekanan jual besar-besaran, bisa turun ke kisaran $0,90–$1,10.
- Investor institusional berpotensi menarik dana besar dari pasar crypto.
- Open interest XRP turun drastis hingga 70%, menandakan likuiditas dan dukungan beli melemah.
Dinamika Pasar dan Ketidakpastian
Prediksi harga oleh AI bersifat dinamis dan sangat tergantung pada waktu input data serta perubahan kondisi pasar global. Contohnya, pada awal tahun, DeepSeek sempat memperkirakan harga Bitcoin antara $500.000 hingga $600.000, namun dalam kurun waktu kurang dari satu tahun revisi turun menjadi $100.000. Ini memperlihatkan ketidakpastian dan sensitivitas model AI terhadap variabel makroekonomi dan sentimen pasar.
Secara keseluruhan, kedua model AI sepakat bahwa XRP berpotensi memberikan tingkat pengembalian lebih tinggi dibandingkan Bitcoin berdasarkan ukuran pasar, arus masuk dana ETF, dan regulasi baru yang mendukung posisi XRP. Namun, volatilitas tinggi dan potensi sentimen negatif menjadi faktor risiko utama yang harus diperhatikan oleh investor dalam menimbang peluang ini.
Artikel ini menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan memberikan perspektif alternatif dalam memproyeksikan perkembangan pasar aset kripto, dengan XRP sebagai kandidat utama yang dapat mencatatkan performa lebih baik dari Bitcoin dalam jangka menengah hingga panjang.









