CEO perusahaan pengembang AI Anthropic, Dario Amodei, secara terbuka mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Amodei menuduh Trump berperilaku seperti seorang diktator setelah produk AI buatannya, Claude, diberi label “risiko rantai pasok” oleh Departemen Pertahanan AS.
Label tersebut membuat Claude dilarang digunakan oleh perusahaan yang memiliki kontrak dengan pemerintah AS. Dalam dokumen internal, Amodei mengklaim bahwa alasan sesungguhnya pemblokiran ini adalah karena Anthropic tidak memberikan donasi kampanye kepada Trump. Amodei menilai pemerintah lebih menyukai perusahaan yang mendukung secara politik, seperti OpenAI yang dipimpin Sam Altman.
Kontroversi Hubungan Politik dan Kontrak Pemerintah
CEO OpenAI, Sam Altman, memang dikenal dekat dengan pemerintahan Trump. CEO OpenAI lainnya, Greg Brockman, tercatat menyumbang US$ 25 juta untuk kampanye pendukung Trump. Sementara Altman memberikan US$ 1 juta untuk dana pelantikan Trump pada 2024. Hubungan ini memberi OpenAI kontrak dengan Pentagon, berbeda dengan nasib Anthropic yang di-blacklist.
Amodei menuduh bahwa Altman memanfaatkan situasi ini untuk menarik Departemen Pertahanan ke pihak OpenAI. Kejadian ini terjadi saat Pentagon melakukan serangan militer di Venezuela yang menggunakan AI. Anthropic sebenarnya melarang AI buatannya dipakai untuk senjata otonom maupun untuk operasi mata-mata terhadap warga AS.
Reaksi Pasar dan Dampak pada Pengguna
Langkah OpenAI menandatangani kontrak dengan Departemen Pertahanan AS memicu kemarahan sebagian pengguna. Data dari Sensor Tower memperlihatkan lonjakan penghapusan aplikasi ChatGPT hampir empat kali lipat dari rata-rata, mencapai 295% dalam satu hari setelah pengumuman. Sebaliknya, aplikasi Claude milik Anthropic justru mengalami peningkatan unduhan hingga lebih dari 50%.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pengguna yang menolak keterkaitan produk AI dengan penggunaan militer. Anthropic sendiri menyatakan tidak lagi bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS, sehingga mendulang dukungan kembali dari publik.
Kepentingan Industri Teknologi dan Keamanan Nasional
Langkah Departemen Pertahanan yang memberi label “supply chain risk” pada Anthropic juga memicu reaksi dari berbagai perusahaan teknologi besar. Organisasi yang menaungi anggota perusahaan seperti Nvidia, Amazon, dan Apple mengirim surat terbuka kepada Menteri Perang AS, Pete Hegseth. Mereka mengungkapkan keprihatinan bahwa keputusan ini bisa membatasi akses pemerintah pada produk dan layanan teknologi terbaik dari perusahaan asal AS.
Label “supply chain risk” biasanya diperuntukkan bagi perusahaan yang berafiliasi dengan musuh negara. Namun, dalam kasus Anthropic, ini dianggap sebagai keputusan yang melampaui kewajaran karena terkait sengketa politik dan pengadaan.
Dampak Politik dan Strategi Bisnis AI Amerika
Kasus ini mencerminkan keterkaitan erat antara politik, bisnis teknologi, dan kebijakan keamanan nasional di AS. Perusahaan teknologi yang berinvestasi besar dalam kemajuan AI harus menghadapi risiko politisasi, apalagi jika melibatkan kontrak pemerintah. Pendekatan seperti yang dilakukan Altman dan OpenAI menunjukkan bahwa donasi politik dan hubungan dengan penguasa berpengaruh kuat dalam mendapatkan kontrak strategis.
Fenomena ini juga menggarisbawahi tantangan bagi perusahaan yang memilih independen dari tekanan politik. Amodei dan Anthropic mengalami kesulitan mengakses pasar dan jaringan pemerintah karena tidak “berpihak”. Sementara publik dan komunitas pengguna mulai memberi sinyal penolakan terhadap model AI yang dipakai untuk keperluan militer.
Fakta- fakta Penting
- Claude, AI Anthropic, diberi label “risiko rantai pasok” oleh Departemen Pertahanan AS.
- Anthropic tidak diberi kontrak karena tidak menyumbang dana kampanye Trump.
- OpenAI memperoleh kontrak dengan Pentagon setelah memberikan donasi besar pada kampanye Trump.
- Pengguna ChatGPT melakukan uninstall aplikasi meningkat hingga 295%.
- Unduhan aplikasi Claude meningkat hingga 51% pascakeputusan Anthropic tidak bekerja sama dengan Departemen Pertahanan.
- Perusahaan teknologi besar mengkritik label “supply chain risk” untuk perusahaan AS.
Insiden ini membuka diskusi tentang bagaimana hubungan politik dapat memengaruhi perkembangan dan distribusi teknologi canggih di Amerika Serikat. Pihak-pihak yang berkepentingan kini tengah mengamati dampak jangka panjang pada industri AI, keamanan nasional, dan kebijakan pemerintahan mendatang.
