Bitcoin menunjukkan ketahanan kuat di atas ambang psikologis $70.000, memperpanjang kenaikan yang terjadi setelah minggu sebelumnya dipenuhi ketegangan geopolitik. Indeks saham, seperti futures S&P 500, juga menguat, kembali ke level 6.840, menandai pemulihan yang serupa dalam aset berisiko global.
Namun, pasar obligasi memberikan sinyal kehati-hatian yang berbeda. Yield obligasi Treasury AS tenor 10 tahun telah naik empat hari berturut-turut, dari 3,93% ke 4,15%, menandakan ketegangan ekonomi yang lebih dalam dibanding sentimen euforia pasar saham dan kripto. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah The Fed akan segera memotong suku bunga di tengah kondisi ini?
Perubahan Ekspektasi Kebijakan The Fed
Sebelumnya, pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemotongan suku bunga oleh The Fed dalam tahun ini mencapai 80%. Namun, lonjakan harga minyak menyurutkan peluang tersebut menjadi kurang dari 50%. Lonjakan ini berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, sehingga mempersulit The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Faktor kenaikan harga energi ini mirip dengan dampak ketegangan tarif yang mengubah prospek inflasi. Sebaliknya, sebelum ini pasar berharap The Fed akan menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. Kini, pasar obligasi justru mengantisipasi sikap hati-hati dari bank sentral yang mungkin mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga lebih tinggi.
Peran Bitcoin sebagai Pelindung Risiko
Menariknya, Bitcoin tidak hanya bertahan tapi juga berfungsi sebagai pelindung risiko di tengah ketegangan geopolitik. Saat terjadi kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz, Bitcoin sempat turun ke sekitar $65.000. Namun, setelah AS menjanjikan pengawalan angkatan laut untuk tanker, pasar meredam ketakutan dan Bitcoin kembali menguat di atas $70.000.
Jika situasi minyak tetap stabil tanpa memicu inflasi yang lebih tinggi, ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed bisa kembali muncul. Ini akan menjadi katalis positif bagi Bitcoin dan pasar aset berisiko secara umum.
Level Teknis dan Potensi Pergerakan Bitcoin
Level penting yang perlu diperhatikan adalah resistance di $74.000. Ini merupakan puncak yang dicapai saat pemulihan terkini sebelum tekanan jual kembali muncul. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level ini, sinyal pasar obligasi yang pesimistis dapat diabaikan dan momentum bullish dapat berlanjut.
Sebaliknya, jika Bitcoin gagal bertahan di atas $70.000 dan turun di bawah dukungan $65.000, potensi koreksi lebih dalam akan meningkat. Para ahli seperti Jan van Eck mengungkapkan bahwa adopsi yang semakin luas mendorong siklus pasar Bitcoin lebih dari sekedar sensitivitas terhadap suku bunga, sehingga mendukung pandangan bullish jangka panjang.
Tiga Poin Utama untuk Investor
- Bitcoin dan saham telah stabil setelah gejolak harga minyak, namun yield obligasi tenor 10 tahun menanjak ke 4,15%, menandakan kehati-hatian.
- Probabilitas pemotongan suku bunga The Fed berkurang drastis, dari 80% menjadi kurang dari 50%, akibat tekanan inflasi energi.
- Level resistance utama $74.000 akan menjadi tolok ukur utama apakah Bitcoin dapat terus melaju melewati tekanan pasar obligasi.
Dengan situasi ini, investor perlu mengamati pergerakan pasar energi, kebijakan The Fed, dan dinamika pasar obligasi sebagai indikator kunci yang akan memengaruhi arah Bitcoin dan aset berisiko lainnya dalam beberapa waktu ke depan.







