Kejaksaan Wilayah Distrik Selatan New York (SDNY) berencana mengulang persidangan co-founder Tornado Cash, Roman Storm, pada Oktober 2026. Permintaan ini diajukan untuk dua dakwaan yang tidak berhasil mencapai putusan bulat oleh juri, yakni konspirasi pencucian uang dan konspirasi pelanggaran sanksi Amerika Serikat.
Langkah ini muncul meskipun Departemen Kehakiman (DOJ) baru-baru ini mengumumkan sikap yang lebih lunak terhadap regulasi platform kripto, dompet digital, dan mixer terkait perilaku pengguna akhir. DOJ menegaskan tidak lagi akan menggunakan “regulasi melalui penuntutan” dalam konteks tersebut.
Perubahan Sikap DOJ dan Departemen Keuangan AS
Pada memo internal April 2025, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyatakan DOJ bukan regulator aset digital dan menyarankan jaksa agar tidak menargetkan platform seperti exchange, dompet, serta layanan mixing atas kesalahan pengguna. Departemen Keuangan pun mengikuti dengan laporan kepada Kongres pada Maret 2026 yang mengakui mixer sebagai alat yang sah untuk menjaga privasi keuangan pada blockchain publik.
Pengakuan ini mencakup penggunaan mixer untuk melindungi kekayaan pribadi, pembayaran bisnis, donasi amal, serta pola pembelanjaan konsumen dari pengungkapan publik. Namun, permintaan pengulangan sidang terhadap Storm menciptakan ketegangan antara kebijakan baru yang lebih lunak dan penegakan hukum yang masih berlangsung berdasarkan kebijakan lama.
Hasil Sidang Pertama dan Kontroversi Legal
Sidang pertama Roman Storm yang berlangsung pada Agustus 2025 menghasilkan vonis berselang: dia dinyatakan bersalah atas konspirasi menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin, tetapi juri tidak dapat mencapai keputusan bulat untuk dakwaan pencucian uang dan pelanggaran sanksi. Kejaksaan menilai Tornado Cash telah memfasilitasi transaksi ilegal senilai lebih dari $1 miliar, termasuk transaksi terkait aktor kriminal negara seperti peretas Korea Utara.
Storm, di sisi lain, menganggap sidang ulang sebagai upaya kriminalisasi terhadap kode sumber terbuka. Dalam pernyataannya di platform X, dia mengatakan bahwa dakwaan ulang tersebut memperingatkan implikasi serius, baik dari segi finansial maupun pribadi.
Dukungan Industri Kripto pada Roman Storm
Kasus ini menjadi ujian penting atas tanggung jawab developer dalam ekosistem kripto. Berbagai organisasi mendukung Roman Storm, antara lain Solana Policy Institute yang menyumbang $500,000 untuk dana pembelaan hukum Storm dan Alexey Pertsev. Ethereum Foundation juga berkomitmen mendukung pendanaan hukum bagi pengembang yang fokus pada privasi.
Kampanye "Free Roman Storm" melaporkan bahwa total dana pembelaan telah melebihi $5 juta pada awal tahun ini. Mereka mengingatkan bahwa hasil kasus ini dapat menciptakan preseden terkait apakah pengembang bisa dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan kode sumber terbuka non-kustodial oleh pihak ketiga.
Dinamika Penegakan dan Implikasinya
Permintaan sidang ulang ini menjadi ujian nyata bagi kebijakan baru DOJ yang menekankan fokus terhadap kejahatan kriminal berat, seperti pendanaan terorisme, perdagangan narkoba, dan penipuan, bukan pengaturan regulasi industri melalui penuntutan pidana. Kasus Storm sendiri bermula dari pendekatan penegakan hukum yang lebih agresif sebelum arah kebijakan berubah.
Penting dicatat bahwa Departemen Keuangan tidak menyatakan dukungan langsung terhadap Tornado Cash atau protokol privasi serupa. Namun, pengakuan bahwa mixer memiliki fungsi sah dalam menjaga privasi memperumit narasi sederhana bahwa mixer hanya digunakan oleh penjahat.
Apa yang Menanti?
Jika pengadilan menyetujui persidangan ulang, maka kasus ini akan menjadi pusat perhatian sebagai salah satu pengujian paling jelas terkait tanggung jawab pengembang di industri kripto. Pertanyaan utama adalah apakah jaksa dapat memperoleh vonis atas dakwaan yang belum diputuskan secara bulat dan apakah sikap baru pemerintah AS pada aset digital akan berdampak nyata dalam praktik penegakan hukum.
Kasus Roman Storm tidak hanya soal masa depan Tornado Cash, tapi juga bisa menentukan batasan legal untuk alat privasi, infrastruktur DeFi, dan pengembangan open-source di Amerika Serikat. Hal ini akan menjadi refleksi penting apakah reset kebijakan kripto AS benar-benar membawa perubahan atau hanya sebatas retorika yang sulit diterapkan secara praktis dalam kasus-kasus yang tengah berjalan.







