Bitcoin Melonjak Melampaui $71,000, Ketegangan Perang Iran Mereda, Investor Makin Optimis Hadapi Risiko Geopolitik!

Bitcoin melonjak di atas $71.000 untuk pertama kalinya dalam empat hari. Lonjakan ini terjadi setelah kekhawatiran terkait perang dengan Iran mulai mereda, menyusul pernyataan dari Presiden AS Donald Trump.

Pada hari Selasa, Bitcoin naik hingga 3,1% mencapai harga tertinggi $71.088. Kenaikan ini seiring dengan penguatan pasar saham dan penurunan harga minyak. Meskipun kemudian terkoreksi sedikit, Bitcoin tetap diperdagangkan di kisaran $70.878 pada perdagangan pagi di New York.

Pengaruh Pernyataan Presiden AS terhadap Pasar

Trump mengatakan konflik dengan Iran akan selesai "sangat segera", yang meningkatkan sentimen positif di pasar. Pernyataan tersebut membantu meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong harga minyak naik dan menimbulkan kekhawatiran investor.

Selain Bitcoin, aset kripto lain juga menunjukkan penguatan. Ether naik hingga 2,2%, sementara XRP dan Solana masing-masing naik 2,8% dan 1,9% sebelum mengalami koreksi kecil pada perdagangan selanjutnya.

Richard Galvin, co-founder hedge fund DACM, menilai bahwa pernyataan Trump bisa menandakan penyelesaian konflik lebih cepat dari perkiraan pasar. Namun, ia mengingatkan risiko jika pernyataan itu salah diartikan atau terjadi eskalasi konflik dari pihak Iran, Israel, maupun AS yang dapat menghilangkan peluang de-eskalasi.

Kebijakan Energi AS dan Dampaknya pada Harga Minyak

Trump berupaya meredam kekhawatiran pasar terhadap harga energi. Dalam konferensi pers di resor Florida, dia menegaskan administrasinya berupaya menjaga harga minyak tetap rendah. Opsi pencabutan sebagian sanksi terkait minyak dan pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz turut disebutkan sebagai langkah penstabil.

Respons pasar terhadap pernyataan ini sangat cepat. Indeks saham Eropa Stoxx 600 mencatat lonjakan terbesar sejak April, sementara futures saham AS juga menguat. Harga minyak Brent turun lebih dari 7% menuju level sekitar $91 per barel, jauh dari puncak $119,50 pada hari sebelumnya.

Bitcoin sebagai Aset Stabil di Tengah Gejolak

Sejak serangan bom AS dan Israel di Iran pada akhir Februari, Bitcoin menunjukkan kestabilan relatif dibandingkan aset lain. Pratik Kala, kepala riset Apollo Crypto, menilai support kuat berada di level $68.000. Ia memprediksi Bitcoin bisa menembus resistance utama berikutnya di $73.000 untuk melanjutkan kenaikan menuju $87.000.

Menariknya, bulan ini Bitcoin justru mengungguli emas sebagai aset lindung nilai inflasi. Bitcoin naik sekitar 7% sejak awal bulan, sementara emas justru turun 2%. Kenaikan Bitcoin ini semakin menarik perhatian investor di tengah ketidakpastian geopolitik.

Volatilitas dan Proteksi dalam Pasar Bitcoin

Namun, volatilitas Bitcoin meningkat tajam pekan ini. Indeks volatilitas implisit 30 hari mencapai titik tertinggi dalam dua minggu terakhir. Pasar masih menunjukkan ketidakpastian dalam tren kenaikan harga jangka pendek setelah aksi jual tajam pada Oktober lalu.

Trader terus mencari perlindungan dengan opsi put, terutama pada level harga $60.000. Aktivitas perdagangan opsi ini menunjukkan bahwa meski ada optimisme, para investor tetap waspada terhadap potensi penurunan harga mendadak.

Pergerakan harga Bitcoin kali ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan sentimen pasar terhadap risiko perang yang mulai mereda. Faktor-faktor ini diyakini akan terus memainkan peranan penting dalam pergerakan aset kripto ke depan.

Terkait