
Wall Street tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Office of the Comptroller of the Currency (OCC) yang memberikan charter bank federal kepada perusahaan crypto dan fintech. Bank Policy Institute (BPI), yang mewakili beberapa bank besar seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, dan Citigroup, menilai keputusan ini mengurangi standar operasional dan menimbulkan ketidakadilan regulasi.
Dipimpin oleh Jonathan Gould, seorang mantan eksekutif crypto yang ditunjuk oleh pemerintahan sebelumnya, OCC memangkas persyaratan untuk perusahaan crypto dan fintech agar dapat memperoleh national trust bank charters. Charter ini memungkinkan perusahaan beroperasi secara nasional di semua 50 negara bagian tanpa beban regulasi seberat bank tradisional. Perusahaan seperti Circle, Ripple, Paxos, Crypto.com, dan World Liberty Financial telah mendapatkan persetujuan bersyarat atau mengajukan permohonan charter ini.
Bank-bank besar menyatakan kekhawatiran mereka bahwa pendekatan baru OCC menghasilkan sistem dua tingkat di mana perusahaan baru menikmati regulasi yang lebih ringan sementara bank-bank lama harus mematuhi regulasi ketat berusia puluhan tahun. BPI menyebutkan bahwa ini dapat mengaburkan batasan hukum definisi bank dan meningkatkan risiko sistemik serta merusak kredibilitas charter perbankan nasional.
Kritik dan Kekhawatiran dari Berbagai Pihak
Joshua Chu, pengacara dan co-chair Hong Kong Web3 Association, menyebutkan bahwa upaya hukum yang diusulkan oleh bank-bank besar lebih merupakan protes terhadap ketidakadilan regulasi daripada penolakan prinsip terhadap pengawasan crypto. Ia menambahkan bahwa langkah ini dapat memperberat pengawasan regulator dan mengancam kredibilitas otoritas perbankan AS jika standar global tidak diadopsi.
Chu juga menyoroti ironi posisi Amerika Serikat yang selama ini menggunakan aturan anti pencucian uang (AML) dan dominasi dolar untuk mempengaruhi kebijakan di negara lain. Namun, dalam evaluasi mutual FATF, AS seringkali mendapat catatan negatif terkait kekurangan pengawasan dan ini menjadi risiko strategis bagi reputasi sistem keuangan AS.
Reaksi dan Sikap Regulator Serta Industri
Selain BPI, Asosiasi Bankir Amerika (ABA) juga meminta OCC untuk memperlambat pemberian charter ini, mengingat kerangka regulasi stablecoin dan aset digital belum selesai sepenuhnya. ABA mengingatkan risiko yang terjadi setelah kejatuhan beberapa platform besar seperti FTX dan Celsius pada 2022, sehingga keputusan OCC harus diambil dengan sangat hati-hati.
Sementara itu, Independent Community Bankers of America menganggap pemberian charter kepada perusahaan seperti Coinbase merupakan reinterpretasi yang tidak dibenarkan dari hukum federal. Mereka menilai rencana ini menciptakan celah signifikan dalam prinsip dasar regulasi perbankan.
Di sisi lain, Jonathan Gould membela kebijakan OCC di sebuah pertemuan Blockchain Association dan menegaskan bahwa menghalangi pengelolaan aset kripto dalam sistem federal akan membuat lembaga-lembaga terkait kehilangan relevansi. Ia menyoroti adanya aktivitas kustodian digital senilai lebih dari 2 triliun dolar yang sudah berjalan di bank-bank dengan charter nasional.
Perkembangan Terkini dan Isu yang Muncul
- Kraken menjadi perusahaan crypto pertama yang memperoleh rekening utama Federal Reserve dari Kansas City Fed, yang juga menuai kritik dari BPI karena dianggap mempercepat proses tanpa prosedur yang lengkap.
- ZeroHash turut mengajukan permohonan national trust bank charter, menunjukkan pertumbuhan minat perusahaan crypto untuk mendapatkan status bank nasional.
Pertarungan antara bank tradisional dan regulator terkait pemberian charter bank untuk perusahaan crypto mencerminkan ketegangan antara inovasi finansial dan perlunya pengawasan yang ketat. Bagaimana kebijakan ini akan berkembang ke depan sangat bergantung pada keseimbangan antara perlindungan konsumen, stabilitas sistem keuangan, dan mendukung kemajuan teknologi dalam sektor keuangan. Regulasi yang solid dan standar internasional tetap menjadi kunci agar transformasi ini berhasil tanpa menimbulkan risiko sistemik baru.









