Ketegangan Iran Mereda, Bitcoin Tunjukkan Sinyal Pemulihan Tentatif, Apakah Digital Gold Kian Menguat?

Bitcoin menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi setelah periode tekanan yang signifikan. Harga Bitcoin melonjak sekitar 4,3% menjadi kurang lebih $69.100, menahan posisi relatif stabil meskipun sempat terdampak volatilitas akibat ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak.

Menurut laporan mingguan dari firma analitik rantai Glassnode, metrik internal Bitcoin mengindikasikan bahwa tekanan terburuk mulai mereda. Namun, pemulihan ini masih bersifat “tentatif” dan belum menunjukkan pergeseran bullish yang kuat.

Stabilisasi dan Perbaikan Momentum Bitcoin

Glassnode melaporkan bahwa kondisi pasar Bitcoin mulai stabil dengan beberapa indikasi positif. Momentum harga mulai menguat secara moderat. Permintaan terhadap ETF Bitcoin dan metrik profitabilitas juga memperlihatkan perbaikan. Meski demikian, kekuatan pasar belum mencapai tingkat penguatan yang pasti dari segi kenaikan harga.

Para analis menyoroti bahwa kondisi makroekonomi global yang masih tidak pasti turut memengaruhi pasar. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu gejolak pasar dengan konsekuensi volatilitas yang tinggi.

Dampak Konflik Iran terhadap Pasar dan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak menjadi perhatian signifikan di tengah konflik di Iran. Harga minyak Brent sempat melambung hingga mencapai sekitar $119,50 per barel akibat kekhawatiran gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, harga minyak kemudian merosot kembali ke kisaran $91 hingga $100 per barel setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyiratkan potensi de-eskalasi konflik.

Fluktuasi harga minyak ini bersifat menekan pasar global, memicu volatilitas yang juga berdampak pada aset digital dan pasar saham AS. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sepanjang sesi perdagangan akibat risiko inflasi dan ketidakpastian geopolitik, meskipun akhirnya menguat tipis 0,8% setelah pernyataan presiden.

Korelasi Pasar dan Infrastruktur Keuangan

Ryan Kirkley, CEO dari Global Settlement Network, mengungkapkan bahwa keterkaitan pasar yang semakin erat membuat risiko penyebaran guncangan semakin cepat. Sistem penyelesaian transaksi yang masih menggunakan siklus T+1 hingga T+2 tidak mampu merespons guncangan waktu nyata antar kelas aset dan mata uang sehingga menimbulkan ketegangan yang berulang di pasar.

Indikator Pasar Bitcoin Mulai Menguat

Di tengah dinamika tersebut, beberapa indikator pasar Bitcoin mulai menunjukkan perbaikan. Peningkatan open interest pada kontrak futures mengindikasikan adanya penambahan leverage yang moderat. Aktivitas pembelian agresif di pasar derivatif perpetual juga menandakan minat kembali dari para trader.

ETF Bitcoin mencatat aliran dana sebesar $934 juta, meningkat 20% atau sekitar $158 juta dibanding minggu sebelumnya. Meski demikian, volume perdagangan spot yang masih rendah dan aktivitas jaringan yang melemah menunjukkan partisipasi pasar yang terbatas.

Peran Bitcoin sebagai “Safe Haven” Digital

QCP Capital menyebut bahwa meskipun Bitcoin belum sepenuhnya membuktikan dirinya sebagai “emas digital,” ia semakin diakui sebagai “jalur pelarian digital” di tengah ketidakpastian geopolitik. Tindakan ini tercermin dalam pergerakan harga dan permintaan terhadap aset kripto saat risiko meningkat.

Namun, Glassnode menekankan bahwa aliran modal masih lemah dan kepercayaan pasar luas belum sepenuhnya pulih. Pemulihan harga Bitcoin tetap rentan terhadap faktor eksternal, khususnya perkembangan situasi geopolitik yang masih fluktuatif.

Pemantauan terus menerus terhadap metrik teknikal dan kondisi geopolitik global tetap diperlukan untuk memahami arah jangka pendek dan menengah Bitcoin. Ke depan, dinamika pasar akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana ketegangan di wilayah Timur Tengah berkembang dan respons kebijakan ekonomi dunia.

Terkait