Eks CFO Fabric Divonis 2 Tahun Penjara, Skema Kripto Gagal Menggugat Kepercayaan dan Rugikan $35 Juta Perusahaan

Author: Qoo Media

Nevin Shetty, mantan CFO perusahaan perangkat lunak retail Fabric, dijatuhi hukuman penjara dua tahun karena terbukti melakukan penipuan senilai 35 juta dollar AS. Ia disidang setelah terbukti secara ilegal memindahkan dana perusahaan ke dalam skema investasi cryptocurrency yang gagal.

Pengadilan wilayah Barat Washington menjatuhkan hukuman tersebut kepada Shetty setelah vonis bersalah atas empat dakwaan penipuan pada November lalu. Meski tuntutan jaksa adalah sembilan tahun penjara, hakim hanya menetapkan masa hukuman dua tahun serta perintah pengembalian penuh dana yang telah diselewengkan.

Proses dan Modus Penipuan

Shetty mulai bekerja di Fabric sebagai kepala keuangan pada Maret 2021, setelah perusahaan berhasil mendapatkan pendanaan seri A sebesar 43 juta dollar AS. Tak lama setelah itu, dari tanggal 1 hingga 12 April 2022, ia secara rahasia memindahkan dana perusahaan ke rekeningnya sendiri yang terkait dengan HighTower Treasury, sebuah platform kripto yang ia kendalikan.

Ia memindahkan uang tersebut dengan perintah transfer melalui bank JPMorgan Chase yang berlokasi dekat rumahnya. Uang yang dipindahkan itu kemudian diinvestasikan Shetty ke dalam instrumen cryptocurrency dengan harapan dapat menghasilkan bunga untuk perusahaan. Namun, karena fluktuasi nilai kripto yang tajam, nilai investasi tersebut lenyap hampir sepenuhnya.

Dampak dan Kebijakan Internal

Shetty terlibat dalam penyusunan kebijakan investasi bagi Fabric, yang sebenarnya bertujuan untuk menjaga keamanan dana dengan menempatkannya pada investasi konservatif. Namun, ia melanggar kebijakan tersebut dengan memilih berinvestasi pada sektor Decentralized Finance (DeFi), area kripto yang risikonya relatif tinggi. Ia menjanjikan pengembalian investasi di atas 20% dan berencana mengambil sebagian besar keuntungan untuk dirinya sendiri, sambil membayar Fabric sebagian kecil tetap.

Akibat tindakan ini, perusahaan mengalami kerugian besar, yang juga berimbas pada pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 60 karyawan. Dalam sidang pengadilan, hakim Tana Lin mengkritik Shetty karena bermain-main dengan uang yang bukan miliknya, menyebabkan kekacauan bagi banyak orang.

Kondisi Khusus dan Reaksi Perusahaan

Hakim Lin menetapkan larangan kepada Shetty, agar tidak dapat menjadi pejabat atau direktur perusahaan tanpa izin dari kantor probasi. Selain hukuman penjara dan pengembalian uang, ini menjadi pembatasan tambahan yang cukup ketat.

CEO Fabric, Mike Micucci, menyatakan bahwa keputusan pengadilan ini menandai resolusi akhir bagi masa sulit perusahaan mereka. Ia mengapresiasi bantuan FBI dan Kantor Jaksa AS yang berhasil menegakkan keadilan. Saat ini, fokus perusahaan tetap pada pelayanan pelanggan dan mendorong inovasi teknologi untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

Tindak Lanjut Hukum

J. Alex Little, pengacara Shetty, menegaskan akan mengajukan banding atas vonis tersebut. Ia berargumen bahwa Shetty bertindak berdasarkan keyakinan baik atas investasi yang dilakukan, dan bahwa tindakan tersebut tidak seharusnya disebut sebagai penipuan jika kemudian mendapat tentangan dari dewan perusahaan.

Little menyampaikan, "Pengadilan sendiri mengakui bahwa Mr. Shetty benar-benar percaya bahwa investasi tersebut aman." Ia tetap yakin bahwa bukti akan menunjukkan ketidaksengajaan Shetty untuk melakukan penipuan seperti yang dituduhkan.

Kasus ini menyoroti risiko besar yang melekat dalam investasi cryptocurrency, khususnya ketika dana perusahaan dialihkan tanpa transparansi dan persetujuan yang memadai. Kejadian ini menjadi peringatan bagi para pelaku bisnis dan investor tentang pentingnya tata kelola keuangan yang ketat serta kewaspadaan terhadap produk investasi berisiko tinggi.

Terbaru