Bitcoin saat ini sedang mengalami penurunan harga signifikan, tepatnya turun sekitar 47% dari rekor tertingginya yang sempat mencapai $67.000. Namun, ada prediksi kuat yang menyebutkan bahwa Bitcoin bisa mencapai harga $125.000 pada akhir tahun 2026.
Alasan utama di balik prediksi ini adalah arus masuk dana institusional melalui ETF Bitcoin spot. Sejumlah lembaga keuangan tetap melakukan investasi secara konsisten, sehingga membentuk harga dasar bagi Bitcoin di pasar. Meski terjadi net outflow di sebagian waktu, data dari Coinglass menunjukkan ada net inflow dalam 6 dari 10 hari perdagangan terakhir.
Kondisi geopolitik global yang semakin tidak pasti, terutama ketegangan di Timur Tengah, kembali memunculkan narasi Bitcoin sebagai aset safe haven. Investor internasional yang panik tidak hanya mencari perlindungan pada emas, tetapi juga mulai melirik Bitcoin sebagai “emas digital”. Fenomena ini memperkuat permintaan terhadap Bitcoin di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, ada faktor penting lain yakni Strategic Bitcoin Reserve yang dibuat sekitar setahun lalu. Sampai saat ini, cadangan ini belum melakukan pembelian aktif tetapi menampung aset digital hasil penyitaan pemerintah AS. Menjelang pemilihan tengah periode Amerika Serikat, terdapat potensi dorongan untuk menaikkan harga Bitcoin sebagai simbol keberhasilan agenda pro-crypto di kalangan politisi tertentu.
Prediksi pasar melalui platform Polymarket menunjukkan peluang 36% Bitcoin mencapai $100.000 dan peluang 20% untuk $120.000 pada tahun ini. Sebagai perbandingan, dalam 7 dari 14 tahun terakhir Bitcoin mampu memberikan pengembalian lebih dari 100%. Ini menunjukkan bahwa potensi penggandaan nilai tidaklah mustahil bagi aset kripto ini.
Berikut faktor-faktor penting yang mendukung kenaikan harga Bitcoin:
1. Arus masuk uang institusional melalui ETF spot
2. Bitcoin mendapat status safe haven di tengah gejolak global
3. Eksistensi Strategic Bitcoin Reserve sebagai penyangga pasokan
4. Pengaruh politik menjelang pemilihan di Amerika Serikat
5. Riwayat historis pengembalian harga Bitcoin yang impresif
Meski demikian, kenaikan drastis memerlukan kondisi makro ekonomi dan politik yang mendukung secara berkelanjutan. Investor juga disarankan mempertimbangkan risiko dan tidak hanya tergantung pada Bitcoin, karena analis juga merekomendasikan diversifikasi dengan saham potensial lainnya yang dapat mendatangkan imbal hasil besar.
Dari sisi investasi, meski Bitcoin diperkirakan dapat mencapai rekor tertingginya kembali, ketidakpastian tetap ada. Namun dengan peluang yang diprediksi, perhatian investor institusional dan katalis tambahan dari faktor eksternal seperti kondisi geopolitik bisa menjadi pemicu utama kenaikan harga Bitcoin ke level $125.000 pada akhir tahun 2026 mendatang.







