Dua politisi Demokrat di Amerika Serikat mengajukan RUU yang bisa mengubah secara signifikan pasar prediksi, terutama yang berkaitan dengan perang dan kematian. Rep. Mike Levin dan Sen. Adam Schiff memperkenalkan DEATH BETS Act dengan tujuan melarang taruhan pada peristiwa seperti perang, pembunuhan, dan kematian individu.
RUU ini tidak hanya memberikan peringatan, tetapi secara eksplisit mengubah Commodity Exchange Act untuk melarang jenis kontrak tersebut. Platform yang terdaftar di CFTC akan dilarang menawarkan kontrak yang terkait dengan terorisme, pembunuhan, perang, atau kematian individu. Penambahan “kematian individu” sebagai kategori baru menunjukkan perluasan pengawasan yang signifikan.
Lebih dari 500 juta dolar pernah dipertaruhkan pada waktu serangan militer AS terhadap Iran, jumlah yang disampaikan oleh Rep. Levin. Platform seperti Kalshi dan Polymarket mencatat volume ratusan juta dolar pada jenis kontrak semacam ini. Perkembangan ini menunjukkan pasar prediksi yang berbasis DeFi kini berada di bawah sorotan ketat.
RUU tersebut dirancang agar sulit dibatalkan, karena sebagai undang-undang, pengesahannya memerlukan tindakan Kongres, tidak seperti peraturan yang bisa diubah oleh pemerintahan berikutnya. Sen. Schiff menegaskan bahwa taruhan pada perang dan kematian memungkinkan orang dalam memanfaatkan informasi nonpublik, berisiko terhadap keamanan nasional, dan malah mendorong kekerasan.
Rep. Levin juga mengkritik pasar ini sebagai tidak bermoral dan menyoroti bagaimana beberapa platform mencoba menghindari aturan yang ada dengan mengubah label taruhan pembunuhan menjadi “prediksi perubahan rezim”. Pendekatan ini semakin memperlihatkan urgensi langkah legislatif yang diusulkan.
Beberapa kontrak yang diperdagangkan bukan hanya terkait Iran, seperti yang terjadi pada kontrak penghapusan Khamenei yang mencapai nilai 54 juta dolar. Ada juga kontrak untuk situasi di Venezuela dan wilayah Ukraina. Pasar ini berkembang menjadi ruang intelijen geopolitik nyata tanpa pengawasan yang memadai.
Argumen utama di balik RUU ini adalah potensi penyalahgunaan informasi dari dalam pemerintahan untuk keuntungan pribadi. Seorang pejabat intelijen yang mengetahui serangan militer sebelum publik bisa memasang taruhan lalu memenangkannya tanpa terdeteksi. CFTC tidak memiliki sistem pengawasan ketat seperti SEC dalam kasus insider trading.
Kontroversi makin kompleks karena Donald Trump Jr. bergabung dengan dewan penasihat Polymarket pada awal tahun, bersamaan dengan laporan berhentinya penyelidikan CFTC terhadap platform tersebut. Hal ini menimbulkan spekulasi mengenai hubungan politik dan regulasi.
RUU tersebut memang mulai menargetkan platform yang terdaftar, sedangkan protokol DeFi yang terdesentralisasi belum secara eksplisit disebut. Namun, pengalaman regulasi sebelumnya menunjukkan bahwa tekanan awal ke platform sentral akan berangsur-angsur merambat ke ekosistem desentralisasi.
Dampak pada DeFi dan Pasar Prediksi
Larangan Terhadap Kontrak Sensitif
Platform yang melanggar larangan akan menghadapi sanksi hukum. Ini dapat mengurangi produk yang terkait dengan isu kontroversial di pasar prediksi.Perubahan Regulasi yang Lebih Ketat
Undang-undang ini menunjukkan tren peningkatan pengawasan pemerintah terhadap kegiatan perdagangan yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan.Tekanan pada Platform Terdesentralisasi
Meski DeFi belum secara langsung terkena dampak, regulasi akan terus berkembang dan mungkin menyesuaikan terhadap kemajuan teknologi blockchain.- Pengaruh Terhadap Transparansi dan Etika
Pembatasan ini menegaskan perlunya transparansi dan tata kelola yang lebih ketat di pasar yang berpotensi dimanfaatkan melalui informasi tertutup.
RUU DEATH BETS Act merupakan upaya konkret legislator untuk mengatasi risiko etis dan keamanan yang timbul dari pasar prediksi. Langkah ini dapat menjadi titik awal redefinisi regulasi terhadap inovasi keuangan digital, khususnya di sektor yang sensitif seperti taruhan pada peristiwa kematian dan konflik geopolitik.
Dengan perubahan tersebut, para pelaku di sektor DeFi dan pasar prediksi harus bersiap untuk penyesuaian regulasi yang lebih ketat di masa depan. Pemantauan perkembangan RUU ini sangat penting bagi investor, pengembang, dan regulator demi menjaga integritas dan keamanan pasar.







