Bitcoin Naik Mendekati Puncak Bursa Setelah Sentuh Batas Atas, Apakah Ini Awal Kebangkitan Aset Safe Haven di Tengah Gejolak Global?

Bitcoin kembali menguat setelah menyentuh batas atas rentang perdagangannya baru-baru ini. Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak yang berlangsung di Timur Tengah, yang turut mengguncang pasar global secara keseluruhan.

Harga Bitcoin sempat melonjak hingga 5,3% mencapai hampir $74.000 sebelum kemudian menyesuaikan kembali sekitar setengah dari kenaikan tersebut. Sejak awal Februari, aset digital ini berkonsolidasi dalam kisaran harga antara $60.000 hingga $75.000.

Dampak Konflik Timur Tengah pada Bitcoin

Ketegangan di kawasan Iran menyebabkan gangguan perdagangan dan meningkatkan kekhawatiran inflasi. Situasi ini memicu volatilitas tajam pada harga Bitcoin yang tercatat naik lebih dari 8% sejak mulai terjadinya konflik. Beberapa pelaku pasar menilai Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi yang meningkat.

Alex Kuptsikevich, kepala analis pasar FxPro, menyatakan, “Bitcoin mulai menarik perhatian sebagai aset safe-haven yang naik di tengah volatilitas pasar finansial.” Ia menambahkan bahwa para bulls berusaha mendorong pasar untuk memicu short squeeze pada akhir pekan yang biasanya menunjukkan volatilitas rendah.

Ancaman Gangguan Energi dan Risiko Eskalasi

Pernyataan terbaru dari pemimpin Iran dan Presiden Amerika Serikat mengindikasikan sedikit tanda konflik akan mereda. Iran mengisyaratkan niat untuk menutup Selat Hormuz, jalur penting aliran energi global. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan investor terhadap risiko eskalasi lebih lanjut.

Menurut Cici Lu McCalman, konsultan di Venn Link Partners, “Bitcoin menunjukkan ketahanan yang signifikan dengan berhasil rebound di atas $70.000, setelah sempat turun di bawah $63.000 saat awal reaksi pasar terhadap konflik Iran.” Meski demikian, pola pergerakan harga masih menunjukkan stabilisasi, bukan sinyal kuat untuk kembali ke sentimen risiko tinggi.

Arus Masuk Dana ke Bitcoin Melalui ETF

Dalam beberapa minggu terakhir, arus dana kembali mengalir ke Bitcoin setelah penjualan besar-besaran yang menekan harga hingga sekitar setengah dari rekor tertinggi $126.000 pada Oktober lalu. Saat ini, dana ETF Bitcoin yang diperdagangkan di bursa AS mencatat tiga minggu berturut-turut net inflow, periode terpanjang sejak Juli.

Dalam sebulan terakhir, ETF ini berhasil menarik dana lebih dari $1,6 miliar. Brett Munster, manajer portofolio Blockforce Capital, mengatakan, “Kita mulai melihat tanda-tanda awal stabilisasi pada aliran ETF yang bisa menjadi sumber permintaan baru. Sebagian besar tekanan jual tampaknya sudah lewat, dan potensi pembalikan pasar bisa terjadi pertengahan tahun ini.”

Pergerakan Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Pasar

Fluktuasi harga Bitcoin yang signifikan mencerminkan ketidakpastian dan kekhawatiran di pasar global akibat ketegangan geopolitik. Keberhasilan aset ini mempertahankan level harga di atas $70.000 setelah mendapatkan tekanan jual menunjukkan minat investor terhadap aset kripto sebagai alat diversifikasi risiko.

Memantau perkembangan geopolitik dan indikator aliran dana institusi menjadi faktor penting dalam mengantisipasi arah pergerakan Bitcoin ke depan. Penguatan yang masih terbatas menandakan para pelaku pasar berhati-hati menghadapi potensi perubahan dinamika global yang dapat mempengaruhi nilai aset digital ini.

Exit mobile version