Mesin Duit Baru Telkom Menguasai Fiber Optik BUMN, Konsolidasi Besar Besarkan Daya Saing dan Pendapatan Fiberco InfraNexia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendapat mandat dari Danantara untuk mengonsolidasikan aset fiber optik milik semua BUMN ke dalam satu entitas. Direktur Utama TelkomGroup, Dian Siswarini, menegaskan bahwa arahan tersebut tidak hanya berlaku untuk fiber optik, tetapi juga mencakup aset real estate dan sektor lainnya. Hal ini menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia layanan infrastruktur digital utama di Indonesia.

Konsolidasi aset fiber optik tersebut difokuskan melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang beroperasi under brand InfraNexia. Rencana pencarian mitra atau investor baru untuk InfraNexia ditunda dan ditekankan lebih dulu untuk menjadikan InfraNexia sebagai fiberco yang unggul dan siap memanfaatkan potensi aset fiber optik dari BUMN lain. Konsolidasi ini menurutnya merupakan langkah utama sebelum memaksimalkan nilai aset tersebut ke depan.

Aset Fiber Optik BUMN yang Dikonsolidasi

PT PLN (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjadi dua BUMN yang saat ini memiliki bisnis pengelolaan jaringan fiber optik. PLN mengelola asetnya melalui anak usaha Icon Plus, sementara Jasa Marga memiliki pengelolaan fiber optik lewat PT Jasa Marga Related Business. Meski belum disebutkan secara rinci, kemungkinan besar aset-aset tersebut akan masuk dalam konsolidasi di bawah InfraNexia.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menyampaikan bahwa spin-off bisnis fiber optik dari Telkom ke InfraNexia diharapkan bisa meningkatkan kontribusi pendapatan dari jasa layanan fiber optik pihak ketiga. Saat ini, pendapatan layanan fiber neutral baru mencapai 15 persen dari total penerimaan Telkom. Dengan konsolidasi dan spin-off ini, targetnya naik menjadi 25-40 persen, menandai lonjakan signifikan dalam bisnis konektivitas fiber optik.

Dampak pada Bisnis dan Strategi Telkom

Konsolidasi ini berpotensi menjadikan Telkom sebagai pusat pengelolaan fiber optik terbesar di Indonesia. Penggabungan aset dari berbagai BUMN membuka peluang efisiensi operasional dan sinergi layanan yang lebih optimal. Infrastruktur fiber optik yang selama ini tersebar dapat dikelola dengan satu standard dan jaringan yang lebih luas, memberikan daya saing lebih kuat di era digital.

InfraNexia yang berperan sebagai fiberco diharapkan mampu menyediakan layanan jasa konektivitas netral (fiber neutral) yang bisa dimanfaatkan oleh berbagai operator maupun pelanggan korporasi. Model bisnis ini memungkinkan sumber pendapatan baru dari penyewaan jaringan kepada pihak ketiga. Strategi ini juga sejalan dengan tren global yang mengedepankan infrastruktur terbuka dan efisien sebagai kunci transformasi digital.

Fokus Konsolidasi dan Penguatan Infrastruktur

Sebagai langkah awal, Telkom menaruh perhatian besar untuk mendukung InfraNexia agar siap dan mumpuni dalam menjalankan perannya. Penundaan pencarian investor strategis memberi kesempatan untuk evaluasi internal dan pembenahan aset agar nilai bisnis dapat terbuka secara optimal. Setelah penguatan internal, Telkom akan melanjutkan langkah bisnis dengan potensi mitra investasi dari dalam maupun luar negeri.

Dengan konsolidasi aset fiber optik semua BUMN ini, Telkom berpeluang membuka “mesin duit baru” yang dapat menopang pendapatan berkelanjutan. Infrastruktur fiber yang kuat menjadi modal utama dalam mendukung era digitalisasi nasional yang terus berkembang dan menuntut konektivitas cepat dan luas.

Langkah konsolidasi juga membuka peluang pengembangan jaringan di berbagai daerah, mempercepat pemerataan akses internet berkecepatan tinggi. Hal ini sangat vital dalam mengakselerasi digital economy yang menjadi salah satu pilar pembangunan nasional. Dengan pengelolaan terpusat, kualitas layanan dan pengembangan jaringan diharapkan menjadi lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Secara keseluruhan, inisiatif konsolidasi aset fiber optik ini menandai fase penting bagi Telkom dan BUMN dalam memperkuat peran strategisnya di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi. Telkom InfraNexia akan menjadi pilar utama yang menopang layanan digitalisasi Indonesia dengan infrastruktur fiber optik yang handal dan terintegrasi dari seluruh BUMN. Proses ini akan berdampak langsung pada peningkatan layanan dan nilai bisnis fiber optik nasional.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button