Cathie Wood Peringatkan Risiko Mengejutkan Quantum Computing, 35 Persen Bitcoin Terancam Keamanan?

Cathie Wood, CEO ARK Invest, dikenal sebagai salah satu investor veteran yang memandang serius aset digital. ARK Invest bahkan menjadi manajer aset publik pertama yang mengakuisisi Bitcoin pada 2015, ketika harga Bitcoin masih belum menyentuh $500 per koin.

Seiring waktu, Wood tetap mendukung investasi pada aset terkait kripto dan ekuitas seperti Coinbase, Robinhood Markets, serta Block. Perusahaannya memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $1 juta pada tahun 2030. Namun, ancaman terhadap keamanan Bitcoin kini mulai menjadi perhatian serius ARK Invest.

Ancaman Komputasi Kuantum terhadap Bitcoin

Bitcoin menggunakan kriptografi untuk melindungi data transaksi sehingga hanya pengirim dan penerima yang dapat mengakses informasi finansial. Komputer super saat ini membutuhkan ribuan tahun untuk memecahkan kode itu. Namun, hadirnya komputer kuantum yang jauh lebih kuat rawan mengancam keamanan Bitcoin.

Menurut laporan bersama ARK Invest dan Unchained, komputer kuantum saat ini masih berada di fase Noisy Intermediate-Scale Quantum (NISQ) dengan kapasitas sekitar 100 qubit dan belum mampu menembus proteksi Bitcoin. Untuk membobol kriptografi Bitcoin, dibutuhkan kira-kira 2.330 qubit logis serta miliaran operasi kuantum.

Meski komputer kuantum bisa saja mengekstrak kunci privat dari kunci publik dan mencuri Bitcoin dari alamat yang sudah terekspos, alamat Bitcoin yang belum pernah mengekspos kunci publiknya masih aman. ARK menegaskan, tidak akan ada peristiwa “Q-Day” mendadak. Progres komputasi kuantum akan berlangsung bertahap dengan berbagai tanda peringatan sehingga Bitcoin punya waktu untuk beradaptasi.

Lima Tahapan Perkembangan Komputasi Kuantum

Laporan ARK dan Unchained mengklasifikasikan ancaman ke dalam lima tahap perkembangan teknologi kuantum:

  1. Tahap 0: Komputer kuantum ada tetapi belum berguna secara komersial, jadi tidak mengancam Bitcoin.
  2. Tahap 1: Komputer kuantum mulai berguna untuk aplikasi tertentu, tanpa kemampuan kriptografi.
  3. Tahap 2: Komputer kuantum cukup kuat untuk mengenkripsi sistem kriptografi lemah.
  4. Tahap 3: Komputer kuantum bisa menembus kriptografi Bitcoin, namun butuh waktu lama.
  5. Tahap 4: Kunci elliptic curve dapat dibobol lebih cepat dari waktu blok Bitcoin (10 menit), sehingga diperlukan upgrade protokol ke kriptografi tahan kuantum.

Strategi Adaptasi Bitcoin terhadap Ancaman Kuantum

Bitcoin diprediksi akan mengadopsi kriptografi post-quantum (PQC) dengan beberapa pendekatan yang sudah dalam tahap riset. Karena ancaman ini berkembang secara bertahap, komunitas pengembang dan pelaku ekosistem Bitcoin punya waktu bertahun-tahun untuk melakukan pembaruan.

Hal ini penting agar tidak terjadi kerugian miliaran dolar bagi pengguna, terutama para penambang, pemegang, dan bursa. Beberapa skenario yang mungkin terjadi terkait komputasi kuantum adalah:

  1. Terjadi terobosan kuantum mendadak tanpa kesiapan Bitcoin.
  2. Komputasi kuantum berkembang perlahan dan protokol Bitcoin diperbarui lebih dulu (skenario paling mungkin).
  3. Kemajuan kuantum terhambat oleh tantangan teknis.

Risiko saat ini dan Statistik Bitcoin yang Rentan

Laporan memperkirakan sekitar 65,4% dari total 21 juta Bitcoin (sekitar 13 juta BTC) aman dari ancaman komputasi kuantum. Namun, 34,6% (sekitar 6,9 juta BTC) masih berpotensi rentan, dengan rincian:

  • 5 juta BTC diasumsikan bisa bermigrasi berkat penggunaan ulang alamat.
  • 1,7 juta BTC diasumsikan hilang pada alamat Pay To Public Key (P2PK).
  • 200 ribu BTC diasumsikan bisa bermigrasi dengan tipe alamat Pay To Taproot (P2TR).

Potensi ancaman ini menegaskan bahwa meskipun komputasi kuantum menjadi risiko nyata, jaringan Bitcoin memiliki waktu dan kapasitas untuk berkembang dan mempertahankan keamanan yang berkelanjutan. Pengembangan kriptografi tahan kuantum juga menunjukkan bahwa industri blockchain bergerak proaktif mengurangi risiko tersebut.

Dengan perkembangan teknologi kuantum yang diperkirakan akan berlangsung secara bertahap, komunitas Bitcoin tetap optimistis bisa menyesuaikan protokol keamanan sebelum ancaman benar-benar mencuat. Upaya ini menjadi bukti bahwa ekosistem kripto tidak hanya fokus pada pertumbuhan harga, tetapi juga menjaga keandalan dan perlindungan aset digital di masa depan.

Berita Terkait

Back to top button