Bitcoin menunjukkan kenaikan sejak konflik Iran dimulai, sementara obligasi dan saham justru mengalami tekanan. Data dari manajer aset digital CoinShares menyoroti perbedaan performa ini sebagai indikasi penting di pasar keuangan global.
Pada saat penulisan, harga Bitcoin tercatat di angka $70.323, turun tipis 0,8% dalam sehari terakhir menurut CoinGecko. Meskipun ada penurunan harian, harga Bitcoin secara keseluruhan naik sekitar 6 hingga 6,5% sejak AS dan Israel mulai melakukan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari.
Kinerja Bitcoin dibandingkan dengan aset lainnya
James Butterfill, Kepala Riset CoinShares, menjelaskan bahwa selain Bitcoin, emas juga naik tipis sekitar 1 hingga 1,5%. Namun, pasar saham justru mengalami penurunan selama periode yang sama. Kondisi ini menunjukkan divergensi yang signifikan secara analitik antara aset kripto Bitcoin dengan instrumen keuangan konvensional.
Faktor teknis sudah menunjukkan bahwa Bitcoin mendekati titik terendahnya pada siklus ini sebelum konflik bergulir. Butterfill menegaskan bahwa Bitcoin unggul selama periode ketidakstabilan geopolitik karena sifatnya yang tidak terikat pada negara dan tahan sensor.
Perubahan dalam minat investor terhadap aset aman
Permintaan terhadap Surat Utang AS (Treasuries) biasanya meningkat saat krisis, sehingga harga naik dan imbal hasil (yield) turun. Namun sekarang, tren ini berbalik; imbal hasil naik menandakan investor mulai menarik dananya dari aset tersebut. Ini mengindikasikan bahwa obligasi AS sebagai safe haven tradisional kehilangan daya tariknya di mata investor.
Butterfill mencatat arus modal keluar dari dana aset digital memang terjadi, tapi arus masuk modal juga stabil. Dalam tiga pekan berturut-turut, dana investasi aset digital mengalami net inflow, dengan sekitar $500 juta masuk ke Bitcoin dalam satu minggu terakhir. Ini mengindikasikan bahwa investor institusional kini memandang Bitcoin sebagai aset yang layak dipertahankan selama gejolak geopolitik, bukan yang harus dijual cepat.
Dinamika berbeda untuk aset digital lain
Tidak semua aset digital mendapat dukungan yang sama seperti Bitcoin. CoinShares mengungkapkan bahwa kategori aset digital yang berbasis pada pendapatan yang bisa dibelanjakan, seperti perdagangan spekulatif dan koin meme, kemungkinan besar akan mengalami tantangan berat jika tekanan ekonomi pada rumah tangga berlanjut.
Namun, dukungan terhadap stablecoin di Amerika Serikat tetap kuat dan bergerak terlepas dari gejolak harga minyak. Momentum politik dan regulasi untuk mengadopsi stablecoin dianggap cukup solid dan relatif tahan terhadap dampak krisis energi.
Ringkasan faktor utama kenaikan Bitcoin
- Faktor teknis menunjukkan Bitcoin mendekati titik terendah siklus harga, memicu pembelian.
- Karakteristik Bitcoin sebagai aset non-sovereign yang tahan sensor menarik investor di masa gejolak.
- Penarikan dana dari obligasi AS melemahkan daya tarik aset safe haven tradisional.
- Masuknya dana institusional ke Bitcoin menandakan kepercayaan terhadap perannya di krisis geopolitik.
Situasi ini menggarisbawahi pergeseran penting dalam pola investasi global. Bitcoin tidak lagi sekadar aset spekulatif, melainkan mulai dipandang sebagai alternatif investasi dalam kondisi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi. Sementara itu, instrumen konvensional seperti obligasi dan saham menghadapi tekanan karena perubahan sentimen investor dan kondisi makroekonomi yang tidak stabil.







