Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran semakin meluas dan memicu kekhawatiran global. David Sacks, Kepala AI di Gedung Putih pada masa pemerintahan Trump, mengingatkan bahwa kelanjutan konflik ini dapat membawa dampak ‘kiamat’ bagi Amerika Serikat.
Sacks mengeluarkan peringatan keras tersebut dalam podcast ‘All In’, di mana ia mendesak pemerintahan Trump mencari solusi cepat untuk mengakhiri perang yang semakin memanas. Menurutnya, Iran memiliki potensi merusak infrastruktur minyak dan gas di seluruh Timur Tengah.
Ancaman Serius dari Infrastruktur Kritis
Lebih dari itu, Sacks memaparkan risiko Iran menargetkan fasilitas desalinasi yang menyuplai air bagi mayoritas penduduk kawasan. Kerusakan pada fasilitas ini diprediksi bisa memperparah krisis kemanusiaan yang sudah membayangi wilayah tersebut.
Sacks dikenal sebagai tokoh dengan pandangan anti-intervensi yang jelas. Ia bahkan pernah menyatakan bahwa Amerika sendiri telah ‘memprovokasi’ Rusia agar menyerang Ukraina. Pernyataan ini menunjukkan bagaimana Sacks menilai kebijakan luar negeri AS yang cenderung agresif.
Kepentingan Finansial dan Dampak Global
Selain perannya dalam pemerintahan Trump, Sacks juga aktif di sektor swasta dengan kepentingan finansial yang mendorong stabilitas global. Ia menilai pasar akan lebih diuntungkan jika AS menghentikan konflik ini secepat mungkin.
Perang yang berlangsung juga mengancam industri kecerdasan buatan (AI), yang menjadi wilayah pengawasan Sacks di Gedung Putih. Serangan Iran memaksa QatarEnergy menghentikan produksi gas alam cair dan helium.
Dampak Terhadap Pasokan Teknologi dan AI
QatarEnergy menyediakan sekitar sepertiga pasokan helium global yang sangat penting dalam pembuatan perangkat elektronik dan semikonduktor. Gangguan pada produksi ini berpotensi menyebabkan guncangan besar dalam rantai pasok pengembangan AI di seluruh dunia.
Menurut ekonom Andreas Steno Larsen, dampak perang terhadap pasokan bahan seperti helium dan gas alam cair dapat memperlambat kemajuan teknologi, terutama di sektor yang sangat bergantung pada material tersebut.
Mengapa Konflik Perlu Dihentikan?
- Risiko besar kerusakan infrastruktur energi yang vital bagi ekonomi global.
- Potensi krisis kemanusiaan akibat penghancuran fasilitas air yang dapat memperburuk kondisi warga di Timur Tengah.
- Gangguan pasokan bahan penting untuk teknologi tinggi seperti AI dan manufaktur elektronik.
- Kebutuhan pasar global yang menginginkan stabilitas agar investasi dan produksi berjalan lancar.
David Sacks, sebagai orang dekat pemerintahan Trump dan tokoh yang memahami kompleksitas teknologi serta ekonomi global, menegaskan bahwa perang ini tidak hanya berbahaya secara militer, tapi juga merusak fondasi ekonomi yang mendukung kemajuan teknologi dan kehidupan manusia.
Imbauan Sacks menjadi sinyal penting bagi pihak-pihak terkait agar segera mencari jalan damai. Konflik yang berlarut harus dicegah agar tidak menyebabkan kehancuran yang lebih luas di berbagai sektor, tidak hanya bagi Amerika Serikat, tapi dunia internasional secara keseluruhan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com







