Abra Financial Holdings, perusahaan manajemen kekayaan aset digital berbasis di San Francisco, akan melantai di bursa Nasdaq melalui penggabungan usaha dengan New Providence Acquisition Corp. III, sebuah perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) yang terdaftar dengan kode saham NPACU. Setelah penggabungan, perusahaan gabungan ini akan berdagang di Nasdaq dengan simbol saham ABRX.
Nilai transaksi tersebut mencapai $750 juta berdasarkan valuasi pra-dana segar. Para investor lama Abra, termasuk Adams Street, Blockchain Capital, Pantera Capital, RRE Ventures, dan SBI, sepenuhnya mengalihkan saham mereka ke entitas gabungan. Selain itu, dana kepercayaan New Providence memegang hingga $300 juta dalam bentuk tunai, yang akan digunakan sebagai modal ekspansi perusahaan gabungan.
Fokus dan Target Bisnis Abra
Abra memposisikan diri sebagai perusahaan publik pertama dengan pendaftarannya sebagai penasihat investasi yang diatur oleh SEC, khusus menangani manajemen kekayaan aset digital. Layanannya meliputi penyimpanan aset, perdagangan, strategi imbal hasil, hingga pinjaman dengan agunan. Abra menargetkan pengelolaan aset lebih dari $10 miliar pada akhir 2027 sebagai bagian dari ambisi pertumbuhan jangka panjang.
Bill Barhydt, CEO Abra, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen menghadirkan produk manajemen kekayaan kripto on-chain dengan kualitas institusional secara global. Semua layanan tersebut akan bekerja dalam kerangka regulasi yang transparan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.
Catatan Regulasi dan Penyelesaian Sengketa
Meski langkah go-public, Abra memiliki catatan konflik hukum dengan regulator federal dan negara bagian AS. Pada Juli 2020, SEC dan CFTC mengambil tindakan karena Abra dituduh menawarkan dan menjual swap berbasis sekuritas yang tidak terdaftar serta melakukan swap digital aset secara ilegal di luar bursa. Perusahaan membayar denda gabungan sebesar $300.000 pada 2024 untuk penyelesaian masalah tersebut.
Selain itu, pada Agustus 2024, SEC mengenakan gugatan yang kemudian diselesaikan terhadap anak perusahaan Abra, Plutus Lending LLC, karena tidak mendaftarkan produk pinjaman kripto ritel “Abra Earn” secara resmi. Selama beroperasi, program ini mengelola aset sekitar $600 juta, dengan hampir $500 juta berasal dari investor di AS.
Kewajiban Pengembalian Dana dan Gugatan Lanjutan
Abra juga telah menyetujui pembayaran kembali dana sebesar $82 juta dalam bentuk kripto kepada pelanggannya. Pembayaran ini merupakan bagian dari penyelesaian kasus dengan 25 negara bagian terkait operasi tanpa izin. Selain itu, Texas State Securities Board mengajukan tindakan hukum terhadap Abra dan CEO-nya, terkait tuduhan penipuan sekuritas dalam program Abra Earn pada 2023.
Ringkasan Informasi Penting
- Abra akan go public melalui SPAC New Providence Acquisition Corp. III.
- Nilai transaksi mencapai $750 juta.
- Modal segar hingga $300 juta akan digunakan untuk ekspansi.
- Menjadi perusahaan publik pertama dengan SEC-registered advisor di aset digital.
- Target pengelolaan aset di atas $10 miliar tahun 2027.
- Pernah disanksi dan didenda oleh SEC dan CFTC atas praktik ilegal.
- Menyelesaikan gugatan terkait produk pinjaman crypto Abra Earn.
- Melakukan pengembalian dana kripto senilai $82 juta kepada pelanggan.
Pergerakan Abra ke pasar publik membuka peluang bagi investor institusional dan ritel untuk mengakses produk manajemen kekayaan digital yang terdaftar dan diatur secara resmi. Perusahaan menghadapi tantangan historis terkait kepatuhan regulasi, namun langkah ini menunjukkan upaya mereka memperkuat posisi di industri aset digital yang terus berkembang.
