BlockFills Ajukan Kebangkrutan Usai Penarikan Dana Dihentikan, Bitcoin Dibekukan Pengadilan, Apa Nasib Dana Nasabah?

BlockFills, platform perdagangan dan penyedia likuiditas crypto, mengumumkan bahwa operatornya, Reliz Ltd., bersama tiga entitas terkait, telah mengajukan kebangkrutan dengan proses Chapter 11 di Delaware. Langkah ini bertujuan untuk melakukan restrukturisasi bisnis sembari berkoordinasi dengan klien, kreditor, dan investor guna menstabilkan operasional serta mencari sumber likuiditas tambahan.

Pengajuan kebangkrutan ini muncul pasca gugatan yang diajukan oleh Dominion Capital pada Februari. Gugatan tersebut memicu perintah pengadilan federal di New York yang membekukan aset Bitcoin terkait sengketa klien dan mengharuskan BlockFills mengelola serta memisahkan dana pelanggan secara terpisah.

Kontroversi Perpaduan Aset Pelanggan dan Perusahaan
Dominion Capital menuduh BlockFills melakukan pencampuran aset pelanggan dan perusahaan, menyembunyikan kerugian, serta menolak mengembalikan dana setelah penangguhan penarikan. Dalam komunikasi dengan klien pada Februari, BlockFills diketahui mengakui bahwa aset pelanggan digabungkan dengan dana perusahaan dalam satu neraca.

Akibat kebijakan tersebut, BlockFills menghadapi defisit neraca sekitar 77 juta dolar pada akhir tahun 2025. Dominion menambahkan bahwa dana gabungan itu digunakan untuk menutup biaya operasional dan kerugian, termasuk pengeluaran terkait operasi penambangan crypto, pembelian peralatan mining, serta penyelesaian sengketa dan pinjaman dengan perusahaan crypto lain.

Pembekuan Bitcoin oleh Pengadilan dan Perlindungan Dana Pelanggan
Dominion mengklaim menyimpan 70,5 Bitcoin di platform BlockFills saat penarikan dihentikan. Untuk melindungi aset tersebut, Dominion mengajukan permintaan pembekuan aset. Pada awal bulan, hakim federal di New York mengeluarkan perintah penahanan sementara yang membekukan aset senilai sekitar 4,8 juta dolar—nilai saat itu—dan meminta perusahaan untuk melaporkan serta memisahkan dana pelanggan selama proses hukum berlangsung.

Kasus ini memunculkan perhatian besar terkait bagaimana platform perdagangan crypto institusional mengelola aset pelanggan. Para ahli hukum menyoroti bahwa ketidakjelasan perlindungan terhadap dana klien dapat berujung pada kerugian jika perusahaan mengalami kebangkrutan.

Persamaan dengan Kasus FTX dan Tantangan Regulasi
Menurut Andrew Rossow, pengacara dan CEO AR Media Consulting, masalah yang dihadapi BlockFills mirip dengan kasus FTX, meski pada skala yang lebih kecil. Kasus FTX menunjukkan bagaimana kurangnya aturan pemisahan dana pelanggan dari dana perusahaan dapat menyebabkan risiko besar bagi klien.

Rossow mengungkapkan BlockFills berada di posisi “tengah” antara layanan institusional dan penyimpanan aset, namun tidak terdaftar sebagai broker-dealer tradisional. Hal ini memperumit masalah disclosure dan transparansi terkait kapan dan bagaimana manajemen mengetahui adanya kerugian dana klien sebelum penangguhan penarikan.

Implikasi Legal terhadap Kepemilikan Aset Crypto dalam Kebangkrutan
Penanganan aset crypto dalam proses kebangkrutan masih menjadi isu yang belum pasti secara hukum. Dalam kasus Celsius misalnya, pengadilan harus menentukan apakah crypto dalam akun yield merupakan milik pelanggan atau bagian dari aset kebangkrutan.

Perbedaan ini penting karena menentukan apakah klien BlockFills diperlakukan sebagai kreditor tanpa jaminan atau sebagai pemilik aset dengan klaim prioritas. Selain itu, pihak lawan yang memiliki perdagangan terbuka atau agunan terkait BlockFills mungkin menghadapi penundaan akibat peraturan otomatis pada kebangkrutan, meskipun beberapa kontrak keuangan tertentu bisa mendapatkan pengecualian.

Kasus BlockFills ini menjadi contoh nyata risiko yang dihadapi investor dan pengguna dalam ekosistem crypto, khususnya terkait pengelolaan dana yang transparan dan perlindungan hukum yang memadai. Sementara proses kebangkrutan berjalan, perhatian publik dan regulator terhadap tata kelola aset crypto di bursa institusional diperkirakan akan meningkat.

Exit mobile version