Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada level 3,50% hingga 3,75%. Namun, lembaga ini menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2026 menjadi 2,7%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,4%. Langkah ini menunjukkan bahwa The Fed melihat tekanan inflasi masih bertahan meskipun suku bunga tetap.
Dampak keputusan ini segera terasa di pasar kripto. Harga Bitcoin anjlok sekitar 5% menjadi sekitar $70.500, sementara XRP turun dari di atas $1,50 ke $1,45. Dalam waktu empat jam setelah pengumuman, lebih dari $158 juta posisi leveraged long dilikuidasi, memicu penurunan kapitalisasi pasar kripto di bawah angka $2,5 triliun.
Dinamika Pasar setelah Keputusan The Fed
Keputusan menahan suku bunga sudah diantisipasi oleh pasar dengan probabilitas 99%. Namun, yang mengejutkan adalah data inflasi yang lebih panas dari perkiraan serta serangan Israel ke fasilitas gas terbesar Iran yang menyebabkan harga minyak naik kembali ke $97 per barel. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kemajuan dalam menurunkan inflasi tidak sesuai harapan, terutama akibat gejolak pada harga energi.
Dalam rapat FOMC terakhir, hanya satu anggota yang memilih menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara 11 anggota lainnya memilih untuk mempertahankan tingkat saat ini. Proyeksi suku bunga melalui dot plot menunjukkan median satu kali penurunan suku bunga pada 2026, tetapi tujuh dari 19 anggota kini memperkirakan tidak akan ada pemotongan suku bunga sama sekali tahun ini.
Pengaruh pada Harga Bitcoin dan XRP
Sejak awal 2025, harga Bitcoin turun setelah delapan dari sembilan pertemuan FOMC, bahkan ketika suku bunga dipangkas sekalipun. Pola ini terjadi karena sebagian besar pelaku pasar sudah memposisikan diri sebelum keputusan dan segera menjual aset usai pengumuman. XRP mengikuti pola serupa karena korelasi yang kuat dengan Bitcoin saat terjadi penurunan harga.
Tekanan jual yang muncul kali ini bertambah berat oleh data Producer Price Index (PPI) yang menunjukkan inflasi grosir sebesar 0,7%, jauh melampaui ekspektasi 0,3%. Ditambah serangan militer yang mengguncang pasar energi, penjualan paksa bertambah besar, memukul harga Bitcoin dan XRP lebih dalam. Indeks saham utama juga turun signifikan, dengan Dow Jones jatuh lebih dari 600 poin.
Prospek Suku Bunga dan Dampak pada Pasar Kripto
Pasar berjangka memproyeksikan pemotongan suku bunga baru akan terjadi paling cepat pada Desember 2026. Hal ini memperpanjang periode suku bunga tinggi yang cenderung menekan aset berisiko seperti kripto. Goldman Sachs melihat peluang pemotongan dua kali dalam tahun tersebut, sementara JPMorgan memperkirakan tidak ada potongan dan kemungkinan kenaikan pada 2027 jika inflasi tetap tinggi.
Bitcoin masih berkutat di rentang $65.000 sampai $75.000. Penetapan suku bunga tinggi membuat potensi kenaikan signifikan seperti menembus $100.000 semakin tidak pasti. Dominasi Bitcoin di pasar kripto sebesar 58,6% menandakan modal cenderung terakumulasi di Bitcoin ketimbang beralih ke altcoin seperti XRP.
Kondisi Khusus XRP
XRP terdampak lebih parah saat suku bunga tinggi karena sangat bergantung pada pembelian spekulatif yang muncul ketika biaya modal rendah. Sejak pertengahan Februari, XRP bergerak terbatas antara $1,30 hingga $1,50. Namun, ada potensi katalis dari proses legislatif CLARITY Act yang sedang berproses di Senat dan arus masuk dana ke ETF XRP yang saat ini mencapai total aset $1,4 miliar. Jika CLARITY Act disahkan dan permintaan ETF meningkat, XRP bisa menunjukkan pergerakan harga independen dari dinamika suku bunga.
Perkiraan Pergerakan Pasar Selanjutnya
Meski harga Bitcoin turun setelah hampir semua pertemuan FOMC selama setahun terakhir, penurunan tersebut sering mengendur dalam waktu 48 jam, kemudian harga mulai pulih dalam beberapa minggu. Jika pola ini berulang, harga Bitcoin dan XRP kemungkinan akan mencapai titik terendah pasca-FOMC pada akhir Maret.
Pertemuan FOMC berikutnya pada awal Mei menjadi titik kunci. Ini adalah rapat yang berpotensi mengubah arah pasar, terutama karena ini merupakan pertemuan terakhir Powell sebelum masa jabatannya berakhir. Penurunan harga minyak dan inflasi yang melunak bisa mendorong The Fed untuk mulai menyiratkan pemotongan suku bunga dalam jangka menengah.
Kepastian kepemimpinan baru The Fed juga belum tuntas karena konfirmasi calon Ketua Fed, Kevin Warsh, tertahan. Hingga saat itu, Powell akan tetap memimpin dengan kebijakan stabil yang memberi efek pukulan pada pasar kripto, menjaga Bitcoin dan XRP dalam kisaran harga yang ketat.
Secara keseluruhan, keputusan The Fed ini menegaskan bahwa jalur pemulihan atau peningkatan harga Bitcoin dan XRP masih tergantung pada faktor eksternal selain kebijakan suku bunga, termasuk perkembangan hukum terkait XRP serta dinamika geopolitik dan inflasi global. Para pelaku pasar perlu memantau faktor-faktor ini untuk memahami potensi pergerakan harga dalam jangka waktu mendatang.
